Minggu, 25 Januari 2015

Kadang ada yang namanya tawa tanpa syarat. Melepas tiap penat dan seringkali tersirat. Tahu apa alasannya ?
Kamu sadar bahwa hadirnya seseorang punya andil besar buatmu. Meski belum tentu ia begitu. Tapi tak apa karena tidak semua hal harus berbalas saat itu juga.
Kamu tahu bahwa senyum seseorang begitu memikat hati sampai kamu tak bisa berhenti menikmati. Meski kamu sendiri sadar bahwa ia tak paham benar akan apa yang kamu nikmati belakangan ini. Sesederhana teh hangat yang disesap orang yang sama dengan perasaan yang berbeda.
Kamu tahu bahwa sepasang manik mata yang biasa saja bagi pemiliknya begitu indah meski dari jauh. Kadangkala jadi getir dan menakutkan untuk kamu nikmati bersamaan. Tapi jadi menyenangkan ketika kamu hanya sendirian.
Kamu sadar bahwa tidak sebuah cerita mengesankan untuk semua orang. Tapi kamu paham bahwa cerita ini cukup ampuh untuk kamu kenang kemudian.
Senyum itu begitu hangat dan sederhana. Memikat dan membuatmu tak bisa lepas. Tapi apa daya, untuk menjadi alasannya kamu belum pantas.
Sepasang mata lengkung itu mengikat. Padahal kamu tahu bahwa kamu tak mampu menatapnya lekat-lekat.

-Adheala Nathasya
24 Januari 2015 (H-1 Station 2015)

 
A's Journal Blogger Template by Ipietoon Blogger Template