Sabtu, 07 Maret 2015

meeting newest motivation - March 7th 2015

Hello fellas !
It's pretty late to post this hour. But I am just came back and touchdown kasur kosan kesayangan and the most pengertian laptop ever. It's pretty long too. I remember I posted some journal or even diary on this kind of month last year and would like do some same thing too now.
Last year was the time of living love life with someone and aching those heart too, right ? But it's different this year. Ada satu kegiatan yang menurutku menjerumuskan. Dalam artian positif memang. But how could I say this when I am finally so 'terbawa perasaan' and realizing so many things . Apa yang menurutku menjerumuskan ini ternyata mirip-mirip juga sama kejadian yang udah-udah.
Ada seorang laki-laki yang tanggal lahirnya sama persis kaya penerima a letter I write to you itu. Cuma beda tahun. Iyaps mereka selisih 5 tahun lebih tepatnya. Which is get me called this October 20 guy and that October 20 guy. Gituh. Iya sih ntar bakalan aku post juga siapa dia jadi kalo bisa jangan sampe abang kiyuut *sebutan dari temen* baca ya. Malu banget pasti kalo abang kiyuut baca. Mau jadi apa aku nanti.
Nah si abang kiyuut ini namanya Andri Rizki Putra. Tau kan ? Itu loh mas-mas yang sekolahnya cuman setaun terus lulus dari FH UI 3.5 taun dengan predikat cumlaude. Belom tau ? Coba search namanya di mbah google yang muncul bakalan namanya dia yang terkait dengan YPAB.iya dia foundernya. Aku lupa kapan tepatnya tau profil abang kiyuut ini. Yang jelas itu taun lalu. Itupun dari temen. Dasarnya emang cewe yang ngga bisa meleng liat yang bening jadilah ikutan kepo dan mengusulkan abang kiyuut ini untuk jadi pembicara acara besok.
Temen-temen sih dengan warasnya nyuruh untuk cari kontak abang kiyuut yang dengan tidak warasnya aku tanggapi dengan kesanggupan. Waktu itu sih susah banget carinya. Baru ada instagram. Lalu muncullah si teman kuliah sejak OKKBK yang menemukan akun twitternya. Dengan ketidakwarasan yang ada sok-sok an mensyen. Eh taunya dibales. Bangga setengah mati dong *ketawa setan.
Jadilah dari mensyen itu pindah ke email sampe chat whatsapp buat diskusi acara besok itu. Bahkan sampe bela-belain beli bukunya juga. I am in the name of too excited to meet this young man ! Beneran sih. Seriusan. Beberapa jam sebelum jemput abang kiyuut di bandara deg-degan ngga jelas. Gugup sampe kebelet pipis. Lalu telepon mamski yang ditanggapi dengan berita banjir di Jember. Semakin mendekati kedatangan tubuh semakin merespon kegugupan secara berlebihan. Saya berkeringat saudara-saudara ! Pft.
Akhirnya abang kiyut terlihat juga dari pintu kedatangan terminal 2 bandara Juanda pukul 14.28 WIB. Abang kiyut dengan santai mainan iphone, nggendong ransel dan geretin mini kopernya. Karena abang kiyut tidak tahu saya jadi saya yang hampiri duluan dengan suara yang hampir ditelan om-om yang nawarin kendaraan di bandara. Untungnya sih abang kiyut mendengarnya. Syukurlah. Fyuuh. Jadilah bertemu dengan abang kiyuut. Sukses. Terus pertanyaannya adalah : aku mau ngomong apa ?
Nah itu susahnya jadi orang yang kelewat pendiem dan baru cerewet setelah kenal lumayan deket. Gituh. Abang kiyuut dengan matanya yang merah itu ikut dengan kami para penjemput sotoy untuk check in di hotel. Begonya lagi sepanjang perjalanan dua temen yang ikut jemput diem aja. Sial banget kan ? Abang kiyuut mainan iphone dan saya diam saja. Disitu kadang saya merasa sedih.
Perkara hotel juga ada miss yang bikin saya pengen pecahin kepala. Sungkan ! Udah itu aja. Ngerasa ngga becus buat jadi LO yang baik buat abang kiyuut. Ngerasa ngga sebaik Uni yang bisa ngobrol dan akrab sama mas Ananda. Sweedddiiiih.
Oke balik lagi ke kenapa si abang kiyuut menjerumuskan. Alasannya adalah dengan ngeliat potret dia bikin aku sadar kalo aku juga mampu dan aku pasti bisa. Semangat belajarnya dan tekunnya dia patut dicontoh banget. Jiwa sosial dan pikirannya yang terbuka itu bikin semua orang betah sama dia. Ngga neko-neko banget orangnya. Pinter memanfaatkan kesempatan. Positive thinking terus. Gitu. Keren kan. Iya. Banget. Sampe rasanya pengen bilang ke Allah gini, ya Allah aku mau dia aja yang jadi imamku. Gituh. Oke part ini skip aja karena pasti bakalan menghancurkan citra saya sebagai anak manis nan pendiam di depannya.
Selain itu demi si abang kiyuut jadilah beli barang-barang ciwi macam rok dan wedges. Padahal sebelumnya ngga bakalan sebegitunya. I am in the mode of I don't want to ruin his first impression though he's not really care about first impression. Gituh. Baper kan ? Iya banget. Sepanjang gala dinner ini kuatir si abang kiyuut ngga nyaman.
I should remember that he's going abroad next year for two years to continue his law study. He's going for the public policy or business law. That kind of major that I don't really know. So I want to give some best prayer cause he's just so generous that people couldn't forget easily. And those impression he left for me without he really know. Semoga dan semoga yang baik-baik ya kak. Doanya adheala semoga sampe dan diwujudkan untuk kakak. Be better and just stay low profile. Aminin yaa.




 
A's Journal Blogger Template by Ipietoon Blogger Template