Baru
tanggal 2 Januari dan isi kepala sudah melanglang buana ke mana-mana sampe
akhirnya jam segini berkutat dengan kalimat ala-ala new year’s resolution macam
selebgram yang hits di sosial media itu.
Jelasnya bakal banyak kalimat-kalimat klise tapi benar setelah ini.
Mungkin juga deretan penyesalan dan pengakuan dosa yang sudah dilakukan di
tahun sebelumnya.
Harusnya
jam segini sholat malam minta ampun, hidayah dan petunjuk sama Allah, bukannya
nulis beginian. Atau paling ngga jam segini nyalain laptop buat ngerjain
proposal Tugas Akhir. Damn, I’m getting old :(
Well,
2016 to me was too amazing that I couldn’t close my eyes this night. Too many
things happen yang bikin saya gagal terpejam malam ini. While listening to Say
You Won’t Let Go by James Arthur I’m going to break a story. This year I felt
really bad though some go smooth and nice or some I could handle in a good way.
But then when I think about the break up-relationshit-and-soon will be move
on things another things, I do sad. I change so much that I can’t recognize myself. Apa yang
lebih menyedihkan dibandingkan dengan tidak mengenali dirimu sendiri? Well you’ve
lived with it kan. I recognize myself as orang yang punya toleransi dan
kompromi tinggi dengan sesama, bisa menempatkan diri, bisa melihat masalah
dengan berbagai sudut pandang, dan tidak mengedepankan emosi. But then I recognize
myself as none of that definition. Saya berubah, bukan lagi orang yang sama
dengan apa yang saya jalani selama ini. Bukan lagi orang baik like people said
about, bukan lagi orang yang cukup baik untuk menghadapi kehidupan dan
kenyataan. Things I realize more, ibadah yang sudah dibangun dan dibiasakan
kemudian jadi berantakan juga. Ini lebih menyedihkan barangkali. I blame myself
that I should must need come back to senses and find the old me. Go
back to the old me.
I was reading those old story writing which I made
myself. I found myself laugh and sad at times. I found myself wondering the way
I wrote things down. Sesuatu yang jadi sangat istimewa, tidak membosankan dan
bisa membunuh waktu untuk nyaris 14 tahun hidup saya belakangan ini. Tapi
kemudian saya bertanya-tanya bagaimana caranya menulis, bagaimana melakukan hal
yang saya sukai. It was hard to answer. Kadangkala saya kesulitan memulai
tulisan saya kembali. Satu kalimat. Dua kalimat. Satu paragraph. Jelek. Delete.
Seringkali begitu belakangan ini.
It’s
not only things I lost, but another things yang tidak bisa dibicarakan dengan
blak-blakan di sini juga terjadi. Well, marriage include things called
faithful. And then things change and you just couldn’t believe anymore. I don’t
thing I might handle things like that ketika saya sendiri yang dihadapkan pada
perkataan yang berubah-ubah sudah merasa gagal percaya. Well, who knows what
will happen in your life right?
Good
and bad things happen right? Selayaknya dua mata koin yang tidak terpisahkan. Atau
dua mata pedang yang sama tajamnya. The good things is, saya sadar bahwa saya
berubah menjadi versi yang tidak lebih baik dari saya sebelumnya meski bukan
cara yang mudah untuk kembali ke versi yang sebelumnya atau upgrade jadi versi
yang jauh lebih baik. Then masih ada good companion yang mendukung saya, mama,
gendut, caca, teman saya dan lainnya. Another good things adalah kenangan yang
saya tolak untuk dibicarakan di sini karena diindikasikan menggagalkan usaha
saya untuk tidak berpikir lebih jauh. There’s always something to be thankful
and learnt kan.
This
year, banyak harapan baik yang ingin diwujudkan. Well don’t set a high
expectation please. Semoga hingga bulan enam nanti diberi kelancaran dalam bimbingan,
menyusun Tugas Akhir, seminar proposal, seminar hasil, siding, lulus TOEFL dengan
skor yang lebih baik dari placement test kemarin, jadi bisa wisuda September ini.
Ngga muluk-muluk minta pendamping wisuda lah asal keluarga sama temen-temen dateng
aja sih. Semoga dikasih rejeki lebih buat dateng ke wisuda Intan Maret nanti,
semoga jadwal wisuda-seminar proposal-nikahan mba ngga nabrak biar bisa didatengin
semua. Semoga dikurangin pikiran jelek, sifat jelek yang tiba-tiba muncul,
egoisnya, malesnya, dan yang jelek-jelek lainnya. Semoga cepet dikasih kerjaan
yang enak setelah wisuda jadi bisa kasih rejeki buat yang di rumah. Semoga bisa
lekas beli rubicon, condominium, sama motor ganteng. Doa jodohnya nanti dulu
aja biar hatinya sembuh dulu. Semoga dikasih rejeki berlebih tahun ini. Semoga
tahun ini bisa benerin ibadahnya, kalo udah bener dinaikin level ibadahnya. Semoga
jadi versi yang lebih baik dari dheala yang sebelumnya. Semoga dibukakan
pikirannya biar bisa lebih baik. Semoga masalah yang terjadi ditahun sebelumnya
bisa selesai tahun ini. Semoga masalahnya selesai dengan cara yang baik. Semoga
hidupnya berkah.
Rather
than asking for my life and myself to be okay, I’ll ask for my life to be
grateful whatever happen to me, and I’ll ask for myself to be stronger and
wiser. things I need to remember this year are: don't set any expectation, think twice or three times, leave it when it become toxic, put your defences up, stronger, and I am a good person