It feels good to have someone reliable
dependable every day, doesn’t it? It does.it really does..
As the first born, to
have someone to rely and depend on is not something to have every day in
forever. At most of the time I rely and
depend on myself. No I am not going to ask people to understand, I am not
telling as a complain. I am just telling myself how’s it going.
I was born as dad’s
little daughter, mom’s only daughter, almost every oppa’s little sister,
everyone’s sweet little girl so they tend to spoil me. Like a lot. Even so I am
still the first born who tend to grow individually and take almost
responsibility. Sometimes I realize that being the first born is hard. Maybe almost
for all the first born who born as girl.
Waktu terus berjalan, Ibu
dan Bapak menua sedangkan anak pertamanya harus mendewasa. Untuk beberapa anak
pertama di luar sana dipaksa mendewasa. Entah bagaimana caranya. Harus belajar
mendewasa, bertanggung jawab, dan mandiri baik secara emosional dan finansial. Sebenarnya
bukan hanya tiga hal itu yang dipelajari, barangkali semua hal tentang hidup. Tentu
semua orang belajar, tapi anak pertama selalu belajar lebih dulu biar mampu
memberi pengertian pada si anak tengah juga si bungsu.
Untuk si sulung yang kini
hanya punya satu orang tua, sisi emosionalnya dipaksa mendewasa. Bahunya dipaksa
merentang lebar untuk menahan kepala yang kapan saja menangis di bahunya. Mungkin
ibunya, mungkin ayahnya, mungkin juga adiknya. Telinganya ditarik
kencang-kencang untuk mendengar banyak hal. Matanya dipaksa menatap ke depan,
memproyeksikan gambar masa depan yang akan dicapainya. Bibirnya ditarik lebar
menunjukkan senyuman, menyembunyikan segala jenis kesedihan dan pelik pikiran. Otaknya
diperas habis-habisan untuk paham, menghubungkan segala jenis logika yang ada. Memberikan
pemikiran paling logis nan positif untuk kehidupannya yang sekarang. Tangannya di
depan dada untuk mendoa, biar semuanya tetap terasa mudah meski sulit dan tetap
bisa mengucap syukur. Keningnya dicium bumi hanya untuk menyadarkan bahwa si
Sulung tidak sendirian.
Si Sulung yang dipaksa
mendewasa kadang juga lelah. Mentally exhausted, kadangkala tak sadar bahwa
segalanya teredam terpendam dalam kepala dan hatinya. Tidak apa-apa, toh hingga
saat ini si Sulung masih baik-baik saja. Si Sulung paham bahwa Tuhan membuatnya
lebih kuat dari anak-anak di luar sana. Tidak apa-apa lebih cepat dewasa, tidak
apa-apa jadi berbeda.
Barangkali si Sulung yang
perempuan ini belum bisa menemukan that dependable reliable man untuk
bergantung setiap harinya. Mungkin nanti meski sudah bertemu tidak bisa setiap
hari begitu. Si Sulung yang perempuan ini tetap harus jadi biggest and greatest
supporter to her man since she, herself is dependable and reliable. Tapi kadangkala,
si Sulung yang perempuan ini juga lelah. Si Sulung yang perempuan ini juga
manusia.
PS.
Untuk semua Sulung di luar sana,
It’s
okay to be not okay sometimes. It’s okay to be afraid to something. But one
thing you need to realize is you’re born different. You’re stronger and greater
day by day. You’ll be okay. You’ll always be okay.
- April, 2nd 2017
- April, 2nd 2017