Selasa, 05 September 2017

#SembariNyariKerjaan: Nanti

 “Raa ada yang cari kamu diluar” kata mamanya sambil lalu melewati Amyra. Amyra yang tengah menonton tv mengiyakan sembari memperhatikan mamanya yang tengah menenteng bungkusan biskuit cokelat kacang kesukaan beliau.
“Siapa ma?” tanya Amyra penasaran.
“Siapa lagi sih Ra yang suka bawain mama kamu biskuit cokelat kacang itu kalau bukan dia” sahut papanya yang juga tengah menonton tv santai. Amyra ber-ooh ria kemudian bergegas menemui seseorang yang mencarinya tadi.
“Gih sana ke depan” kata papanya mengingatkan.
“Iya pa ini juga mau ke depan” kata Amyra.
            Ruang tamu rumahnya kosong. Tidak ada tamu yang menunggunya seperti kata mamanya tadi. Amyra hanya menangkap beberapa pastry dari bakery terkenal di kotanya. Bakery kesukaannya dua tahun belakangan ini. Tanpa sadar ia tersenyum menangkap bayangan berbagai macam pastry kesukaannya di meja dan bayangan pengirimnya yang tengah menunggu di teras depan rumahnya.
“Hey” sapa Amyra pada si pengirim pastry.
“Hey, you good?” balas si pengirim pastry dengan senyumannya. Amyra mengangguk menjawab pertanyaan si pengirim pastry.
“Masuk yuk Vin, kubikinin teh dulu” tawarnya.
“Ngga deh, ngga enak ada mama papa kamu Ra” tolaknya halus.
“Lah terus?” tanya Amyra heran bercampur geli karena lelaki dihadapannya yang masih suka tak enak dengan kedua orang tuanya.
“Ngobrol di sini aja, aku ngga lama kok” katanya yang disambut anggukan Amyra.
Pastry di dalem kamu yang bawa?” tanya Amyra memecah keheningan yang tiba-tiba menyusup diantara mereka.
“Iya, sekalian nganter punya Disa sama Rania” jawab Vino.
“Ah gitu” kata Amyra. Ada nada kecewa dalam kalimatnya ketika tahu bahwa Vino tak khusus kemari untuknya.
“Biskuit cokelat kacang mama juga kamu yang bawa?” tanya Amyra lagi. Kali ini Vino mengangguk.
“Pas aku belanja kemarin kebetulan ada jadi aku sekalian beli buat mama kamu” jelas Vino malu-malu. Amyra tersenyum mendapati penjelasan laki-laki dihadapannya ini.
“Aku pamit deh Ra” katanya tiba-tiba setelah merasa kehabisan kalimat pada gadis di depannya. Selalu seperti ini ketika ia bertemu dengan Amyra.
“Bener ngga mampir dulu?” tawar Amyra lagi.
“Ngga deh. Udah keburu sore” katanya lagi.
“Aku anter sampe depan mobil kamu deh yuk” kata Amyra sembari mengiringi langkah Vino.
“Oh ya Ra soal janji aku waktu itu..” mulai Vino saat mereka sudah sampai di depan mobilnya.
“Ya?”
“Soal janji aku buat nikahin kamu waktu itu aku belum bisa tepati sekarang” lanjutnya. Ada gurat sedih dalam matanya. Amyra yang tengah berdiri dihadapannya hanya tersenyum.
That’s okay” kata Amyra mantap.
“Aku masih mengejar mimpi aku” jelasnya singkat meski banyak hal yang ingin ia katakan dalam kepalanya.
I do understand. Aku juga masih kuliah ini. Masih pengen main dan jalan-jalan juga” kata Amyra mengutarakan isi kepalanya.
“Aku bakal balik kesini nanti Ra” janjinya diantara senja yang mulai redup.
 “Aku tahu” kata Amyra yang dihadiahi kecupan di keningnya.


September, 5th 2017
 
A's Journal Blogger Template by Ipietoon Blogger Template