“Raa
ada yang cari kamu diluar” kata mamanya sambil lalu melewati Amyra. Amyra yang
tengah menonton tv mengiyakan sembari memperhatikan mamanya yang tengah
menenteng bungkusan biskuit cokelat kacang kesukaan beliau.
“Siapa ma?” tanya Amyra penasaran.
“Siapa lagi sih Ra yang suka bawain mama kamu
biskuit cokelat kacang itu kalau bukan dia” sahut papanya yang juga tengah
menonton tv santai. Amyra ber-ooh ria kemudian bergegas menemui seseorang yang
mencarinya tadi.
“Gih sana ke depan” kata papanya
mengingatkan.
“Iya pa ini juga mau ke depan” kata Amyra.
Ruang
tamu rumahnya kosong. Tidak ada tamu yang menunggunya seperti kata mamanya
tadi. Amyra hanya menangkap beberapa pastry
dari bakery terkenal di kotanya. Bakery kesukaannya dua tahun belakangan
ini. Tanpa sadar ia tersenyum menangkap bayangan berbagai macam pastry kesukaannya di meja dan bayangan
pengirimnya yang tengah menunggu di teras depan rumahnya.
“Hey” sapa Amyra pada si pengirim pastry.
“Hey, you
good?” balas si pengirim pastry dengan senyumannya. Amyra mengangguk
menjawab pertanyaan si pengirim pastry.
“Masuk yuk Vin, kubikinin teh dulu” tawarnya.
“Ngga deh, ngga enak ada mama papa kamu Ra”
tolaknya halus.
“Lah terus?” tanya Amyra heran bercampur geli
karena lelaki dihadapannya yang masih suka tak enak dengan kedua orang tuanya.
“Ngobrol di sini aja, aku ngga lama kok”
katanya yang disambut anggukan Amyra.
“Pastry
di dalem kamu yang bawa?” tanya Amyra memecah keheningan yang tiba-tiba
menyusup diantara mereka.
“Iya, sekalian nganter punya Disa sama Rania”
jawab Vino.
“Ah gitu” kata Amyra. Ada nada kecewa dalam
kalimatnya ketika tahu bahwa Vino tak khusus kemari untuknya.
“Biskuit cokelat kacang mama juga kamu yang
bawa?” tanya Amyra lagi. Kali ini Vino mengangguk.
“Pas aku belanja kemarin kebetulan ada jadi
aku sekalian beli buat mama kamu” jelas Vino malu-malu. Amyra tersenyum
mendapati penjelasan laki-laki dihadapannya ini.
“Aku pamit deh Ra” katanya tiba-tiba setelah
merasa kehabisan kalimat pada gadis di depannya. Selalu seperti ini ketika ia
bertemu dengan Amyra.
“Bener ngga mampir dulu?” tawar Amyra lagi.
“Ngga deh. Udah keburu sore” katanya lagi.
“Aku anter sampe depan mobil kamu deh yuk”
kata Amyra sembari mengiringi langkah Vino.
“Oh ya Ra soal janji aku waktu itu..” mulai
Vino saat mereka sudah sampai di depan mobilnya.
“Ya?”
“Soal janji aku buat nikahin kamu waktu itu
aku belum bisa tepati sekarang” lanjutnya. Ada gurat sedih dalam matanya. Amyra
yang tengah berdiri dihadapannya hanya tersenyum.
“That’s
okay” kata Amyra mantap.
“Aku masih mengejar mimpi aku” jelasnya
singkat meski banyak hal yang ingin ia katakan dalam kepalanya.
“I do understand.
Aku juga masih kuliah ini. Masih pengen main dan jalan-jalan juga” kata Amyra
mengutarakan isi kepalanya.
“Aku bakal balik kesini nanti Ra” janjinya
diantara senja yang mulai redup.
“Aku
tahu” kata Amyra yang dihadiahi kecupan di keningnya.
September, 5th 2017