Selasa, 26 Desember 2023

Throwback and Self Reflection


By December 2022 memutuskan resign dari kantor lama. Alasan klisenya mempersiapkan study lanjut, alasan aslinya merasa overwhelmed dan ngga mampu menghadapi pressure nya. Did I cry? A lot. Ada ketakutan tidak mampu memenuhi tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga, ada biaya sekolah yang masih harus dibayar, cicilan yang belum selesai, uang UKT yang belum lunas tapi bertahan saat itu bukan jawaban yang tepat. Berusaha ikhlas dan yakin kalau ada pintu rejeki lain buat tulang punggung seperti kami ini. Berusaha menikmati waktu senggang meski banyak takut dan khawatir yang ditelan sendiri. Kenyang? Ngga. Pahit iya. Tapi, antara senggang itu jadi lebih rajin ibadah dan berdoa, banyak ngobrol dan menemani ibunda, update kehidupan teman-teman kantor lama. It was good spending time together with my family, setelah beberapa tahun skip karena pekerjaan yang benar-benar menyita waktu. Did I regret my decision? Gladly no. I was home till February 2023 then got new job I prayed for. Did I happy? I was happy eventually.

Selama perjalanan di kantor baru jadi banyak belajar, ada banyak perbedaan dan hal baru. Heran? Jelas. Bikin salah? Tentu. Lot of things happened, I was once thought dapet atasan yang usianya ngga beda jauh akan lebih asik karena pikirannya pasti beda dengan para tetua. But then I remembered, otak manusia baru berkembang sempurna di usia 25 tahun and maybe he wasn’t at that state yet. Banyak miskomunikasi dan mendem sebelnya. Banyak hal yang jadi kerasa unfair dan subjektif. Maybe I hung my expectation too high. Buat perusahaan yang sebesar ini masih banyak perubahan yang perlu dilakukan, aturan baru yang perlu ditegakkan dan rintisan hal-hal baru lainnya. It was hard, menjadi saksi sebuah perubahan yang harapannya ke arah lebih baik. We never know, maksud baik ini hasilnya akan baik juga atau malah sekedar jadi hikmah aja nantinya. I do realize jadi saksi perubahan perusahaan ini berat tapi pasti bisa dilewati, can I bear this?

By witnessing this change I feel not good enough. Ada banyak kesalahan dan ketidakjelasan di dalam perjalanan kantor baru ini. I am discourage dan lelah. Rasanya ingin berhenti, tapi ada tanggung jawab yang harus dipenuhi. Ingin berpindah tapi belum punya tujuan baru. Kadang ingin mati tapi sadar amal ibadah belum mumpuni. Barangkali ketika sudah terlalu lelah orang bisa berpikiran sependek ini, mati dan berhenti.

Tahun ini merasakan pergantian atasan, maybe ini salah satu rejeki baik dari kantor ini. Berasa punya mentor jadinya, ada tempat untuk bertanya ketika hilang arah. Tapi sadar tetap disuruh berlari. Jadi makin banyak yang harus dicapai dalam satu waktu. Lelah? Barangkali ini salah satu alasan why do I feel not good enough. Sejauh apa ekspektasi yang harus dipenuhi? Bukannya orang berlari juga butuh waktu istirahat sebentar? Setidaknya untuk mengatur nafas. She’s good but maybe it’s one of the reason why I feel not good enough then.

By December 26, 2023 do I feel happy? Maybe not that happy, I don’t feel enough. And I remembered happy wasn’t on my prayer last time. Doanya waktu itu segera punya pekerjaan baru supaya tetap bisa memenuhi tanggung jawab. Barangkali harus berdoa lebih lengkap lain kali. Sampai hari ini ada ibadah dan iman yang berantakan di antara usaha memenuhi tanggung jawab kehidupan. Padahal kehidupan ini juga punya Tuhan.

Kadang, aku berharap rejekiku bisa sekolah tinggi tanpa mikir biaya pendidikan dan kehidupan. Belajar aja, since I can endure the pain of studying and learning. Tapi mungkin rejekiku jadi tulang punggung keluarga saat ini dan menanggung diriku sendiri. But I realized, proses penerimaannya tidak mudah meski sudah 5 tahun bekerja. I wish things were easier, but it wasn't I just getting stronger.

 
A's Journal Blogger Template by Ipietoon Blogger Template