aku tidak menjadikanmu duniaku
tapi kau perlu tahu
setiap hal yang terjadi dihidupku,bagiku kau duniaku
kau memang sebuah dunia buatku tapi disaat yang sama kau hanya menjadi bagian dari dunia itu
aku tidak menempatkan pada urutan paling atas, buatku kau belum menjadi sebuah prioritas
aku ingin setiap hal yang ku lakukan terjadi atas persetujuanmu, tapi kau masih tetap dirimu
aku tidak menjadikanmu mentari yang menjadi pusat revolusiku
aku hanya ingin mengitarimu setiap hari 24 jam, 30 hari dalam sebulan dan 365 hari dalam setahun
aku tidak menjadikanmu mentari yang harus setiap hari menyinariku
ada mendung yang kadang menyerangku dan aku tau mentari yang samayang jadi penyebabnya
aku tidak menjadikanmu sinar yang membuatku mampu mengidentifikasi setiap benda di dekatku
bagaimanapun gelap mampu melenyapkan lelah yang hampir setiap hari hinggap di jemariku
aku tidak menjadikanmu sebuah kuas yang mampu melukiskan potret indah diatas kanvas
kau tahu benar bahwa kuas tanpa cat minyak bukanlah apa-apa bagi selembar kanvas
aku tidak mengatakan kepadamu bagaimana perasaanku sebenarnya
entah kau akan mempecundangkan aku atau bagaimana
aku tidak mengungkapkannya kepadamu
entah kau akan menyebutku sebagai apa aku sudah siap mendengarnya
aku menyimpannya sendiri bukan karena aku tak mau membaginya
tapi kadang keterdiaman itu justru meneriakkan dengan keras
dan seperti itulah perasaanku kepadamu