Maka dari sekian banyak hati yang tak sengaja kau singgahi, kemana tempatmu pulang sayang? Kepadanya yang senantiasa merindu tanpa sebuah lagu atau dia yang selalu ada disampingmu? Aku menunggu jawabanmu sembari menyesap teh bersama senja yang tak pernah memelukku. Duduk tenang di teras rumah berharap kau tak lupa pulang. Kau tahu sayang, selalu tahu bahwa aku selalu punya dua cangkir teh yang menemaniku setiap senja. Kalau yang satu kugenggam, memangnya milik siapa lagi cangkir yang satunya itu kalau bukan milikmu?