Senin, 19 Oktober 2015

Adonan roti.

Bahkan adonan roti harus dibanting dulu biar mengembang.
Ngga ada salah nya bikin salah.
Ngga dosa juga kalo ternyata bikin salah.
yang lebih penting dari siapa pelakunya adalah apa penyebabnya. Lalu bagaimana mengatasinya. Bukan sibuk mencari 'kenapa' lalu lupa bagaimana caranya menyelesaikan cerita.

Tapi manusia punya mulut. Punya kuasa bercerita. Punya pikiran yang memandunya. Punya hati yang bisa tiba² saja lelah. Kalau saja adonan roti punya kuasa untuk bicara, sudah keluar semua keluh kesah, penat juga cerita. Kalau saja adonan roti punya teman satu dunia, mungkin sudah bicara apa rasanya dibanting manusia. Kalau saja.

Karena manusia punya mulut untuk bicara. Karena isi kepala nya tak melulu logika. Karena, karena dan karena lainnya. Kadangkala manusia hanya perlu menempatkan dirinya seperti adonan roti. Tetap diam meski dibanting tangan manusia. Tetap bertahan. Itu saja. Seperti adonan roti yang perlu dibanting untuk mengembang.

 
A's Journal Blogger Template by Ipietoon Blogger Template