Saya (sangat) bahagia ketika kalian hadir. Kemudian Saya sadar bahwa sesuatu yang diawali dengan kata sangat tidak selalu berakhir bahagia. Begitu adanya dunia kan.
Saya bahagia ketika kalian hadir bahkan rasanya sampai ingin meledak sendiri karena terlalu banyak berbahagia. Kemudian Saya sadar, tidak seharusnya Saya punya kalian kalau Saya tidak siap.
Tapi kapan Saya bisa siap kalau Saya tidak memiliki kalian? Bukannya seorang ibu juga tadinya tidak siap akan banyak hal? Ah mungkin hanya Tuhan yang tahu kenapa Saya diberi kesempatan ini.
Sejauh Saya berjalan dan sok menjadi ibu bagi kalian Saya belajar banyak hal. Terimakasih sudah hadir dan memberikan banyak pelajaran. Sejauh Saya berjalan, Saya tahu Saya masih banyak kekurangan dalam mengurus kalian. Entah kebutuhan dan keinginan apa yang belum Saya berikan kepada kalian yang sudah mau jadi anak pura-pura bagi Saya. Buat Saya ini termasuk kelas gratis memahami karakter orang meski Saya masih harus meraba sifat dan karakter kalian satu per satu.
Sejauh Saya mengarungi cerita yang Saya tulis sendiri ini Saya tahu beberapa hal. Bahwa Saya belum merangkul, mendekap, serta memberikan dukungan yang kalian butuhkan. Saya belum menjadi seseorang yang benar-benar memahami kalian. Kadang Saya tidak sadar seberapa banyak pengorbanan yang sudah kalian berikan. Saya juga kadang tidak tahu apa yang kalian tinggalkan untuk menuruti permintaan Saya dan itu sejujurnya jadi kekurangan Saya yang paling memalukan.
Jujur Saya mencoba mengerti dan memahami. Berusaha tidak menunggu kalian selesai dengan kesibukan kalian masing² untuk sekedar mengingatkan kewajiban kalian. Saya khilaf karena sudah menunggu hari di mana kalian sadar apa yang jadi kewajiban kalian. Harusnya Saya tidak lelah mengingatkan. Harusnya Saya mengesampingkan ego untuk terus berasa di belakang kalian. Harusnya Saya mengesampingkan tuntutan tentang pengertian kalian. Harusnya Saya lebih tegas memperlakukan kalian. Menjadikan kalian anak² yang mandiri dan bertanggung jawab. Bukannya memanjakan kalian dengan mengiyakan semua keinginan kalian yang masih liar dan tak terbatas.
Terimakasih sudah mau menjadi anak pura² bagi seorang perempuan sok dewasa yang tiba² berlagak keibuan. Terimakasih sudah menorehkan pelajaran. Karena bahkan kesakitan juga pelajaran. Mungkin kalian juga ujian bagi Saya yang sok idealis mau belajar tentang kepemimpinan. Mungkin kalian hambatan kemajuan yang sukarela Saya terima karena tak mau mengecewakan banyak pihak ke depannya. Mungkin juga Saya hanya kambing yang dikorbankan untuk menyelamatkan kambing lainnya. Mungkin saja Saya adalah ini itu yang ada dalam pikiran kalian anak pura² Saya.
Masih banyak daftar seharusnya yang ingin Saya tuliskan, Saya ungkapkan dan Saya lakukan pada kalian anak pura² Saya. Maafkan kekurangan Saya selama ini. Terlebih kekhilafan Saya menerima tawaran menjadi ibu palsu kalian. Semoga kalian tidak terlalu banyak kecewa. Semoga kalian bisa lebih baik dari Saya. Semoga Saya bisa menepati janji Saya mendampingi dan mendukung kalian sampai akhir. Semoga Saya bukan orang yang pandai bersilat lidah dan berjanji palsu seperti judul lagu² jaman dahulu.
Tertanda,
Ibu palsu kalian
Adheala N. Wisaksono
Ibu palsu kalian
Adheala N. Wisaksono