May, 14th
2018
“If like this I cannot lah miss” rajuk Sean
dengan pipi menggelembung.
Pertanda
bahwa keinginan belajarnya mulai tipis ketika menemui materi yang menurutnya
sulit. Sean dan miss Rara-nya tengah menghadapi PR Matematika berisi soal
pengurangan bersusun. Rara menatap Sean dengan senyumannya. Gemas sendiri
dengan tingkah bocah lima tahun yang tengah mengetukkan pensil ke meja.
Wajahnya ditekuk masam.
“You can Sean” ucap Rara menyemangati. Rara
sendiri sadar, Matematika bukan hal yang sulit buat bocah lima tahun ini.
“If wrong how then?” kata Sean lagi. Semangatnya
masih redup rupanya.
“That’s okay if you’re wrong, we can make it
work” balas Rara menenangkan.
Sean akhirnya
berkutat dengan PR Matematikanya. Rara memberinya kesempatan mengerjakan PR-nya
secara acak. Terserah Sean mau mengerjakan soal yang mana terlebih dahulu asal
semuanya selesai. Belum sampai selesai PR-nya, Sean bercerita,
“Miss later I swim in Aston” mulainya. Rara
tahu cerita seperti ini tidak begitu istimewa tapi bocah di depannya ini suka
sekali menceritakannya pada Rara.
“Really? With mommy, daddy and Candice?”
tanya Rara.
“Candice no, she’s in grandma’s house”
jawabnya. Rara mengangguk paham.
“By the way you already swim in Aston last
Wednesday right?” tanya Rara ketika ingat jadwal Sean. Sean mengangguk
antusias mengingat kegiatan sekolahnya itu.
“I swim again after I selesai les” katanya senang.
“Wah that will be fun Sean” kata Rara
turut senang.
“Miss can swim? I can swim in kolam besar”
ceritanya. Mendefiniskan kemampuan berenangnya di kolam dewasa yang ia sebut
kolam besar.
“Miss cannot swim. Miss Rara doesn’t like
doing sport” jujur Rara.
“But you have baju for kolam renang right?”
tanya Sean.
“I have it at home” jawab Rara.
“Then you can swim in kolam kecil”
katanya senang. Seakan membesarkan hati miss Rara-nya yang tidak bisa berenang.
“Yaa, I can swim in kolam kecil later” balas Rara yang ditingkahi
senyuman senang Sean.
“Miss I can teach you if you want to swim in kolam
besar. You already this big so it’s okay
you will not tenggelam. If Sean still
segini but Sean can swim in kolam
besar so Sean will not tenggelam too” ocehnya. Jarinya sibuk menggambarkan ukuran kolam
besar dan tinggi badan Rara serta tinggi badannya sendiri.
“Thank you Sean. I will learn how to swim
later” ucap Rara yang ditanggapi Sean dengan anggukan antusias.
“Miss if Sean can than miss can too”
balasnya membuat Rara terpaku. Sean kembali menekuri soal Matematika di
hadapannya. Absen memperhatikan miss Rara-nya yang masih terpaku. Sibuk meyakinkan
diri sendiri bahwa apa yang bisa dilakukan orang lain bukan hal yang mustahil
buatnya.