Jumat, 18 Mei 2018

Cia Wei’s Love Shower



May, 18th 2018

“Cia miss tadi kehujanan” curhat Rara pada Claire atau yang biasa dipanggil Cia Wei.
Cia Wei dengan mata membulat mengulurkan tangannya. Menyentuh lengan baju Rara yang sedikit basah. Rambut hitamnya bergoyang seiring dengan kepalanya yang bergantian memperhatikan Rara dan lengan baju Rara.
“Iya basah. Ga bawa jaket?” tanyanya kalem.
“Ngga. Lupa tadi” jawab Rara.
Rara sedikit menyesali keputusannya meninggalkan jaket yang biasa ia pakai bepergian. Langit cerah siang ini jadi ia pikir tak perlu bawa jaket. Kemungkinan hujan juga sepertinya kecil.
“Gapapa nanti di rumah ganti baju” ucapnya tenang. Membuat Rara gemas setengah mati akan ketulusannya barusan.
Kelasnya dengan Ian hari ini ramai dengan ocehan Cia Wei yang tak mau kalah dengan kokonya. Sibuk bercerita tak tentu arah meraih perhatian Rara yang harus mengajarkan beberapa hal pada Ian. Hanya saja memang gerak-gerik gadis kecil ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Rara terlanjur melihat betapa manisnya Cia Wei sejak pertemuan pertama.
Jam empat tepat kelas Rara bersama Ian selesai. Barang-barang bawaan Rara sudah rapi di dalam tas. Cia Wei selesai mandi dan ganti baju. Sebentar lagi ada les dance. Koko Ian tak mau kalah, wangi dan tampan. Hendak ikut maminya mengantar Cia Wei les.
Miss pamit ya Cia. Koo miss pulang dulu” pamit Rara pada keduanya.
“Iya miss, hati-hati. Bye!” balas keduanya riang.
Rara dengan langkah ringan menuruni tangga. Tatapannya menatap gemas pada deretan sepatu anak-anak milik Cia Wei, Ian dan Bryan yang sengaja ditata ditiap anak tangga. Hari ini hari Jumat yang artinya besok hari libur Rara. Bayangannya yang tengah berbaring di atas tempat tidur bersama beberapa jenis tontonan sekaligus membuatnya senang.
Bye miss! I miss you too” teriak Cia Wei dari lantai dua. Rara yang masih menuruni anak tangga setengah terkesiap dengan ucapan gadis kecil keturunan Tionghoa itu.
“Iya Ciaa, byee!” balasnya setengah berteriak. Senyumannya terulas begitu saja.
Bye miss! Byeee! I miss you too” teriak Cia Wei lagi. Kali ini Rara hendak menyeberang. Entah kapan sampainya gadis kecil itu. Tiba-tiba sudah berdiri di belakangnya disusul Ian dan maminya.
Bye Ciaa. I love you Ciaa” kekehnya. Urung menyeberang jalan karena Cia Wei masih menatapnya dengan tatapan super menggemaskan.
Hehehe I love you too” sahutnya malu-malu.
Sampai Rara di seberang jalan dan hendak membayar parkir pun gadis kecil itu masih sibuk melambaikan tangan. Meneriakkan kata bye berkali-kali dengan wajah riang. Senyuman antusiasnya membuat dua mata sipitnya melengkung persis bulan sabit. Rambutnya bergoyang seiring dengan gerakan kepalanya. Maminya turut tersenyum. Melihat si anak gadis yang kelewat semangat hari ini. Menyisakan isi kepala Rara yang berputar-putar. Did you express your feelings well Ra? Did you still feel that you’re emotionless? Did you still think you have no sincerity and love left?
 
A's Journal Blogger Template by Ipietoon Blogger Template