Sabtu, 25 Juni 2022

Open up again..

Barangkali ini bukan pembuka yang baik setelah vakum menulis di sini hampir 3 tahun. Jelas banyak yang terjadi dalam 3 tahun terakhir. Bisa jadi tulisan ini bukan yang paling rapi atau paling manis seperti yang sudah-sudah. Bukan yang pakai banyak kata kiasan atau diputar-putar supaya yang baca pusing. Supaya yang baca punya tafsir berbeda dari penulisnya. 

Nunggu duit longgar buat servis laptop dan mulai nulis rasa-rasanya ngga longgar-longgar. Sepertinya banyak pengeluaran mendadak dan tidak terduga. Sama seperti kejadian dalam hidup yang seringkali bikin kaget. Meski kadang ngga sekaget itu tapi suka pura-pura kaget. Kadang ngga ngerasa kaget tapi jadi bengong sendirian sebelum tidur. Pikiran jadi muter-muter lalu susah tidur. 

Belajar jujur pada diri sendiri itu ngga mudah. Menerima kejadian yang ada juga ngga mudah. Memahami keputusan orang lain itu ngga mudah. Regulasi emosi sendiri juga bukan hal mudah. Ternyata, meski sudah hidup selama 27 tahun banyak hal yang tidak mudah dilalui..

Belakangan, saking banyaknya kejadian yang belum bisa diterima jadi bengong dan pusing sendiri. Banyak pertanyaan yang muncul tapi jawabannya ngga ketemu! Barangkali baru ketemu setelah berhasil dilalui. 
Salah satu anak kantor memutuskan untuk resign dan ikut suaminya. Ikut happy? Oh jelas, dengan load pekerjaan yang kadang ngga masuk akal. Jam kerja yang nambah-nambah tapi minim kesejahteraan, lingkungan yang bisa dibilang kurang sehat. Jelas keadaan ini bikin ikut happy karena si temen ini berhasil lulus. Well, kerjaan akan tetap berjalan meski kamu ngga ada. Kantor ngga akan bangkrut hanya karena satu pegawainya resign. Semua akan tetap berjalan, bestie~
Kemudian, muncul perasaan dan pikiran macam-macam setelah 'resign' ini. Apa kabar nih pekerjaan yang ditinggalkan si teman? Siapa yang akan menanggung beban? Siapa yang tanggung jawab dan melanjutkan? Belum ada hilal siapa replacement si teman ini. 
Egoisnya, apa aku yang akan menanggung ini? Apa yaa aku kuat? Kok belom-belom udah kerasa ngga waras sih wkwk 
Egoisnya lagi, kenapa bukan aku yaa yang resign? Kenapa aku tidak bisa memutuskan semudah itu? Kenapa aku harus jadi tulang punggung yaa? Kenapa aku ngga bisa seenaknya resign tanpa pertimbangan ini itu? Kenapa ini kerasa beratnyaa? Kenapa.. 
Bagian ini, bagian penerimaan ini masih berat tapi hidup harus terus berjalan, cicilan ngga bisa ditunda bestie~
 
A's Journal Blogger Template by Ipietoon Blogger Template