gadis yang
berdiri dihadapannya menahan tawa melihat wajah cemberutnya yang lucu.
laki-laki dihadapan gadis itu berdiri mematung dengan
perasaan dongkol berharap gadis didepannya mampu melenyapkan perasaan dongkolnya. gadis dihadapannya menepuk pipi laki-laki itu pelan. laki-laki itu terkejut. gadis didepannya menatap ia dengan sorot mata lurus tapi lembut.
perasaan dongkol berharap gadis didepannya mampu melenyapkan perasaan dongkolnya. gadis dihadapannya menepuk pipi laki-laki itu pelan. laki-laki itu terkejut. gadis didepannya menatap ia dengan sorot mata lurus tapi lembut.
Detak jantungnya berhenti. Dadanya berdesir. Ia menolak keras
imajinasinya tentang apa yang akan dilakukan gadis dihadapnnya ini. Gadis ini
selalu diluar kebiasaan. Ia bahkan tak pernah tahu apa yang akan gadis ini
lakukan atasnya sekarang.
“jangan mikir aku bakalan ngelakuin
apa yang kamu pikirin ya. Aku tau kamu lagi sumpek tapi bukan itu jawaban buat
ngilangin sumpekmu yas”
“oke maaf, imajinasiku terlalu
tinggi saat ini” kata laki-laki itu sembari menggenggam tangan gadis
dihadapannya. Gadis dihadapannya tersenyum kecil.
“harusnya kamu ngga lepas tangan
kaya gitu. Kamu harusnya tetep koordinasi. Ego kamu yas”
“aku mengesampingkan egoku kalo aku
lagi sama kamu. Karena aku tahu egoku bakalan bawa kamu menjauh kalo aku tetap
mempertahankannya”
“seenggaknya kurangin yas, salah
satu dari kalian harus ngalah biar ngga kacau balau kaya gini”
“aku udah capek sejak awal, kamu
ngga ngerti aku banget sih”
“aku malah pengen bikin kamu ngerti
yas, ngga selamanya kamu bisa mempertahankan egomu itu” laki-laki dihadapannya
mengambil nafas panjang dan mengalihkan pandangannya. Gadis itu lagi-lagi menyentuh
pipinya. Mempertemukan tatapan mereka pada satu titik yang sama.
“kamu emang selalu bikin aku
berubah”
“aku pengen kamu jadi lebih baik
yas” kata gadis itu tanpa melepas tatapan lembut pada laki-laki yang berdiri
tegak dihadapannya.
@dheakuu
07
november 2013
|PART|