Minggu, 15 Desember 2013

...


Aku mencintaimu dengan caraku sendiri. Aku terpaut satu kata saja untuk tetap menyimpannya dan menyembunyikannya darimu. Entah
kau akan menganggapnya sebagai apa. Buatku selama belum ada sebuah kejelasan, sebisa mungkin aku tak menunjukkannya kepadamu. Aku tahu benar apa yang harus aku lakukan terhadap perasaanku sendiri dan sudah pasti jawabannya adalah tidak memberitahumu. Entah ini akan jadi sebuah dimensi yang akan memperpanjang jarak kita atau bahkan memperpendeknya. Bagiku sebuah pengakuan bukanlah sebuah jalan untuk mengantarkan perasaanku kepadamu. Bagaimanapun aku hanya seorang perempuan muda yang belum mampu menggenggam perasaannya sendiri. Dan kau buatku masih jadi seseorang yang asing sekalipun sebuah perasaan menjadikanmu seseorang yang sudah selayaknya ku kenal dengan baik.
Aku tak peduli siapa namamu dan bagaimana orang lain memanggilmu. Aku juga tak peduli mereka menyebutmu apa. Buatku ada satu sebutan istimewa yang sudah kusiapkan buatmu, imamku. Yah sedikit atau banyak Tuhan sudah mendengar bagaimana aku berceloteh tentangmu selama ini. Entah Tuhan bosan atau tidak mendengarku menyebutkan namamu diwaktu aku menunaikan rakaat-rakaat yang dimintanya.
Perasaanku objektif bukan karena siapa dirimu dan bagaimana orang tuamu. Perasaanku hanyalah apa yang aku pikirkan terhadapmu. Aku bahkan takmau menginginkan sesuatu hanya karena kau menginginkannya.aku menginginkannya atas kemauanku termasuk berperasaan kepadamu. Tuhan tak memaksaku buat melakukan ini.hanya saja hatiku terlanjur memutuskan buat jatuh ditempatmu.
Aku tak mau tahu seberapa banyak perempuan diluar sana menginginkanmu buat jadi milik mereka. Karena jujur saja akupun tak ada bedanya. Hanya saja banyak hal yang mampu mereka lakukan ketika aku sendiri tidak. Mereka yang dengan senang hati membuatkanmu banyak hal yang dapat membuatmu tersenyum. Tapi aku tidak. Aku bahkan tak mampu menatapmu tepat di manik mata yang diberikan dalam warna sepekat kulit pohon. Mereka yang dengan gembira membawakanmu sekotak penuh kata manis dan aku yang hanya duduk menatapmu dari jauh.
Aku mencintaimu dengan caraku sendiri. Tanpa kata dan tanpa rasa yang meluap hingga menganak sungai ke samudera. Seberapapun aku bilang aku mencintaimu aku tetap saja tak selalu memikirkanmu disaat dimana aku bisa melakukannya. Aku mencintaimu dengan segala kekurangan yang ku miliki. Tanpa kata yang mampu menjelaskan setiap jengkal perasaan. Tanpa rima yang mampu menarikan sajak kekaguman. Tanpa nada yang melagukan setiap senyum keindahan. Tanpa bujuk rayu serta pengakuan buat mendapatkan.
Aku mencintaimu dengan setiap kekuranganku. Menyimpannya rapi di dalam sebuah kotak rahasia tanpa nama dan tak memperbolehkanmmu tahu hingga tiba masanya.
Ya, aku mencintaimu dengan segala kekuranganku.

 
A's Journal Blogger Template by Ipietoon Blogger Template