Aku
mencintaimu dengan caraku sendiri. Aku terpaut satu kata saja untuk tetap
menyimpannya dan menyembunyikannya darimu. Entah
kau akan menganggapnya sebagai
apa. Buatku selama belum ada sebuah kejelasan, sebisa mungkin aku tak
menunjukkannya kepadamu. Aku tahu benar apa yang harus aku lakukan terhadap
perasaanku sendiri dan sudah pasti jawabannya adalah tidak memberitahumu. Entah
ini akan jadi sebuah dimensi yang akan memperpanjang jarak kita atau bahkan
memperpendeknya. Bagiku sebuah pengakuan bukanlah sebuah jalan untuk
mengantarkan perasaanku kepadamu. Bagaimanapun aku hanya seorang perempuan muda
yang belum mampu menggenggam perasaannya sendiri. Dan kau buatku masih jadi seseorang
yang asing sekalipun sebuah perasaan menjadikanmu seseorang yang sudah
selayaknya ku kenal dengan baik.
Aku
tak peduli siapa namamu dan bagaimana orang lain memanggilmu. Aku juga tak
peduli mereka menyebutmu apa. Buatku ada satu sebutan istimewa yang sudah
kusiapkan buatmu, imamku. Yah sedikit atau banyak Tuhan sudah mendengar
bagaimana aku berceloteh tentangmu selama ini. Entah Tuhan bosan atau tidak
mendengarku menyebutkan namamu diwaktu aku menunaikan rakaat-rakaat yang
dimintanya.
Perasaanku
objektif bukan karena siapa dirimu dan bagaimana orang tuamu. Perasaanku hanyalah
apa yang aku pikirkan terhadapmu. Aku bahkan takmau menginginkan sesuatu hanya
karena kau menginginkannya.aku menginginkannya atas kemauanku termasuk
berperasaan kepadamu. Tuhan tak memaksaku buat melakukan ini.hanya saja hatiku
terlanjur memutuskan buat jatuh ditempatmu.
Aku
tak mau tahu seberapa banyak perempuan diluar sana menginginkanmu buat jadi
milik mereka. Karena jujur saja akupun tak ada bedanya. Hanya saja banyak hal
yang mampu mereka lakukan ketika aku sendiri tidak. Mereka yang dengan senang
hati membuatkanmu banyak hal yang dapat membuatmu tersenyum. Tapi aku tidak. Aku
bahkan tak mampu menatapmu tepat di manik mata yang diberikan dalam warna
sepekat kulit pohon. Mereka yang dengan gembira membawakanmu sekotak penuh kata
manis dan aku yang hanya duduk menatapmu dari jauh.
Aku
mencintaimu dengan caraku sendiri. Tanpa kata dan tanpa rasa yang meluap hingga
menganak sungai ke samudera. Seberapapun aku bilang aku mencintaimu aku tetap
saja tak selalu memikirkanmu disaat dimana aku bisa melakukannya. Aku mencintaimu
dengan segala kekurangan yang ku miliki. Tanpa kata yang mampu menjelaskan
setiap jengkal perasaan. Tanpa rima yang mampu menarikan sajak kekaguman. Tanpa
nada yang melagukan setiap senyum keindahan. Tanpa bujuk rayu serta pengakuan
buat mendapatkan.
Aku
mencintaimu dengan setiap kekuranganku. Menyimpannya rapi di dalam sebuah kotak
rahasia tanpa nama dan tak memperbolehkanmmu tahu hingga tiba masanya.
Ya,
aku mencintaimu dengan segala kekuranganku.