Senin, 24 Agustus 2015
Over a coffee
Minggu, 21 Desember 2014
SMG-SBY
Kalimat menatapmu saja sudah cukup sama sekali tak benar. Kau tahu bahwa manusia tak pernah puas dengan satu hal dan tak banyak manusia yang bisa bersabar dengan kenyataan. Kau juga tahu bahwa akan ada banyak keinginan setelah aku mampu menatapmu berlama-lama seperti ini. Kau juga tahu bahwa selangkah lebih dekat denganmu akan berakhir dengan permintaan atau permohonan yang terkait hati. Kau juga tahu benar bahwa hati yang sudah meminta sulit sekali dilawan. Kalau aku memintamu menjadikan aku yang satu apa kau bisa mewujudkannya ? Kalau aku mau cuma aku yang ada di setiap harimu bagaimana ? Lalu kalau aku mau jadi yang terakhir buatmu kau bisa apa ?
-Adheala Nathasya
Sepasang mata di balik kaca, menatap jalanan Tuban entah memikirkan apa (re: I wish bisa frontal sebut nama)
20 Desember 2014, jalanan Tuban
Jumat, 10 Oktober 2014
Surat untuk Tuhan, (mantan) Pacar dan yang sempat membaca
Aku tidak punya pikiran apa-apa untuk membuat sebuah tulisan malam ini. Belum larut sebernarnya, tapi kuis yang semoga saja tidak menjelang esok pagi membuatku sedikit sibuk. Harusnya aku belajar. Tapi aku mencuri waktu karena ide tak akan datang dua kali. Kalau kalian pikir ini surat cinta buat seorang mantan pacar kalian mungkin benar. Atau bisa jadi salah. Entahlah. Aku juga bingung dengan apa yang akan kutuliskan sebentar lagi. Kalian mungkin akan lebih tidak menyangka darimana ide ini berasal.
Entah ada angin apa ini surat buat (mantan) pacar yang sedang berjuang demi mimpinya. Semoga sukses ya kamuu. Sebelumnya terimakasih untuk tidak mempertahankan kita lebih lama dan menyebabkan luka yang sama-sama tidak kita inginkan. Hingga aku tidak perlu bersusah payah untuk diam diri di malam hari tanpa melakukan apapun selain berbaring di atas tempat tidur. Berpikir tentang apa yang sudah terjadi dan akan terjadi. Then overthinking as always. Terimakasih untuk tidak membiarkan aku merasakan hal itu. Aku sendiri sadar betapa akan banyak waktu dan energi yang terbuang sia-sia hanya untuk masalah sepele yang seandainya saja terjadi jika kita masih berlanjut.
Terimakasih untuk tidak saling menjadi beban dan berani untuk mengejar kepentingan sendiri lebih dulu. Aku dan kamu sama-sama tahu bahwa banyak hal yang lebih penting untuk diperjuangkan. Kamu dengan robotmu dan aku bersama tulisan-tulisanku. Semoga kamu sukses dengan apa yang kamu perjuangkan kemarin hingga hari ini. Ketidakberadaanku sama sekali tak pengaruh buatmu. Sudah jadi cerita lama.
Terimakasih karena sudah jadi pemacu secara tidak langsung. Bagaimanapun aku tak mau kalah darimu. Menghilangkan kita bukan hal yang sia-sia ternyata. Aku dan kamu mampu jadi lebih baik.
Syukur untuk Tuhan. Terimakasih karena Engkau memisahkan kami pada waktu yang tepat sebelum kami membuang lebih banyak waktu untuk hal yang sia-sia. Terimakasih karena menjadikan banyak pelajaran atas sebuah perpisahan dan menjadi lebih berani untuk mengejar mimpi setelahnya. Terimakasih untuk tidak membiarkan luka untuk tumbuh dalam ladang waktu yang kami sendiri tidak tahu batasnya. Terimakasih untuk setiap amanah besar yang diberikan biar kami mengerjar cita-cita serta menjadi lebih baik. Alhamdulillah.
Minggu, 29 Juni 2014
Today's Lecture
Kamis, 19 Juni 2014
Today's Lecture
Minggunya perkuliahan sudah habis memang. Waktunya melepaskan diri dari jeratan data dan pemrograman semester ini. Serta panas sesaknya ibukota provinsi. Pulang sejenak menyelesaikan urusan. Didesak kepentingan yang terabaikan. Tetap saja tak mau kembali meski sudah diminta. Maaf saja, ada berkas yang harus diselesaikan disini.
Katakan saja ini terlalu malam untuk dapat perkuliahan. Anggap saja mendadak jadi anak kelautan yang punya jadwal jam delapan malam. Bukan data yang dibahas malam ini. Tapi hidup yang terus bergulir dan tak berhenti sampai disini.
Mulanya dikatakan terlalu muda untuk kehilangan. Tapi, siapa yang selalu siap buat kehilangan ? Sedewasa apapun ia, setua apapun usianya. Aku ingat jelas betapa kalimat itu terlontar santai bahwa hidupku masih lebih menyenangkan, ditinggalkan di usia yang tidak terlalu muda. Empat belas tahun. Bagiku sama saja, kehilangan itu tak menyenangkan. Sama sekali. Sedewasa apapun aku. Setua apapun usiaku. Tak pernah ada persiapan matang buat kata kehilangan. Lagipula, bukannya lebih enak untuk tak merasa kehilangan ?
Tapi tenang saja, malaikat Tuhan sudah siap siaga di segala penjuru menahan sebuah kejatuhan. Memberikan bahu serta memanjangkan tangan Tuhan yang siap sedia untuk membantu. Jadi yaa, lalui saja. Jalani apa adanya. Sembari terus menunduk dan menengadah meminta sebuah keberkahan dari suatu kehilangan. Menjadikanmu pengharapan serta memikul beban tanggung jawab yang lebih dan lebih biar kamu mampu dan jadi seperti yang Ia inginkan. Memperkuat hati serta niatmu dengan caranya sendiri. Mengambil apa yang sudah Ia titipkan sebelumnya kepadamu.
Jangan lelah meski ini berat untuk dijalani. Jangan pernah lupa dengan malaikat segala penjuru itu. Jangan berhenti menunduk dan menengadah. Selesaikan mimpimu. Sambut bahagia kedua orang tuamu meski tinggal satu yang disisimu. Jangan lelah dan patah dulu. Jalan dihadapanmu masih terlalu panjang untuk dikeluhkan. Jangan lelah buat percaya keajaiban. Jangan lupa untuk membuat keajaiban.
Tanpa disadari hidup yang kau gerutui hari ini adalah hidup yang menginspirasi orang lain. Hidup yang sedang kau keluhkan hari ini adalah hidup yang jadi kebanggaan orang lain, yang banyak dielu-elukan dengan alasan, yang jadi pengharapan orang lain buat lebih dari apa yang kau punyai hari ini. Jangan keburu lelah untuk berlari. Jalan masih panjang untuk menyerah di sebuah awal. Bahkan kau belum mencapai separuh perjalananmu. Masih bisa diperbaiki. Masih bersedia diperjuangkan dan dilakukan. Jangan lelah dulu. Jangan menyerah dulu. Setidaknya kau tahu benar apa yang akan terjadi. Kemungkinan terburuk selalu ada. Tapi kau juga paham bagaimana Tuhan menggantinya dengan cerita yang lain, yang lebih membahagiakanmu di hari lain. Kau bahkan percaya apa yang sudah direncanakan Tuhan jauh lebih baik ketimbang jadwal yang kau susun sedemikian rupa. Kau bahkan tahu bagaimana cara meminta dan berterimakasih dengan benar kepada Tuhanmu itu, lalu kenapa tak kau lakukan ? Dengan polos dan sepenuh hati seperti yang sudah-sudah.
Kehilanganmu sudah jadi penguat sekaligus bumerang yang mampu menjatuhkanmu kapan saja. Senjata yang ampuh buatmu untuk sesekali menyalahkan keadaan ketika sesakmu sudah membuncah. Kehilanganmu hari ini sudah menjadikanmu lebih kuat dan menjadikanmu pelari yang hebat. Perempuan yang mau memikirkan banyak hal dalam sekejap. Manusia yang masih mau mendengar meski sudah jengah dengan keadaan. Jadi seseorang yang masih mau bersabar dengan tekanan yang semakin lama semakin tak sabaran menghabiskan permukaan. Seseorang yang secara tak sadar punya tanggung jawab yang lebih besar serta kedewasaan yang kadang tak wajar. Meski kadang kekanak-kanakan muncul secara tak sadar pula.
Kehilanganmu sudah menjadikanmu siapa kamu hari ini. Tinggal melanjutkannya saja. Menghabiskan segelas kopi pahit yang nampaknya tak kau sukai. Habiskan saja. Kali ini. Biar nanti tinggal menikmati segelas tehmanis hangat di penghujung senja. Biar tak kehabisan cerita pengantar tidur setiap malamnya. Biar tetap kuat sampai akhir cerita.
Kehilanganmu hari ini banyak mendatangkan malaikat segala penjuru buat menyelesaikan tugas mereka.
Selesaikan pelarian konyolmu ini. Jadikan pelarian yang tak sia-sia. Bahagiakan mereka yang menantimu dengan sabar di rumah. Biar tak percuma kau lari jauh dari rumah. Selesaikan kewajibanmu. Untuk kali ini saja, jangan lelah berlari dan selesaikan pelarianmu. Jangan kecewakan malaikat di segala penjuru ! Lelahmu tak punya waktu.
Thanks to :
Mama yang masih sabar nungguin aku dirumah, yang ngga pernah bete meskipun aku betein.
Tante yang selalu siap sedia dengan pendanaannya serta cemilan yang selalu ada.
Mbak yang udah mau repot-repot dengerin cerita ngga pentingku.
Ibuk yang mau-maunya bikinin aku kalung padahal nggapernah aku pake, sekalinya pengen malah talinya putus.
Ayah yang udah nemenin ibuk.
Om yang udah nyiapin banyak dan ngga sengaja gila-gilaan soal kuliahku.
Ibu guru yang udah mau ngasih gratisan les dan masih mau dikunjungi sampe hari ini dan tadi ngingetin buat terus jadi kebanggaan, maafin bu belum bisa setinggi itu, doakan saya terus haphap !
Pak tentor tersayang yang suka curhat dan dicurhatin, makasi udah mau cuap-cuap panjang sama aku. Undang saya ke nikahan pak, plisplisplis~
Mbah uti yang udah nemenin bobo selama dirumah mbak.
Ibu mantan wali kelas yang sudah mengantarkan saya ke jurusan Statistika, makasi bu. Saya kira Statistika cuma ada mean,modus median, ternyata ngga ya bu, saya salah. Tapi #akurapopo bu nanti saya perjuangkan bu.
Anak tentacle yang sudah sukses menjadikan SMA saya menyenangkan dan membahagiakan, apalagi kamuu iya kamuuu *tunjuk gitaris kebanggaan* *LOL*
Anak CN yang sudah menemani dua tahun terakhir di SMA, kenapa kalian ngangenin sih ?
Temen sebangku dan temen sekomplotan belajar (re:masmer, hapip, khilda) kalian baik-baik yaa reks, makasi sudah banyak bantu belajarku sini cium duluuu :*
Buat temen segeng yang masih main sampe sekarang(re : monik, mami dian, rye, ajeng) reek aku di jember, ajakin kentjaan napah. Makasi banyak udah berbagi lembar kehidupan sampe hari ini, missyouallsooo
Buat temen seperjuangan sejak ingusan (re:intan + eria) buruan pulang, aku kesepian :” thanks a lot for being the best besties, kecuppps :*
buat besties yang paling baru, kecil, ngelamak serta nyebelin tapi ternyata sama sekali ngga polos (re: nada) kancani aku sampek lulus nad, awas kon aneh-aneh. Terimakasih sudah mengajarkan pelajaran hidup yang lain serta pelajaran yang tidak saya mengerti sebelumnya. Saya sudah lebih mengerti. haha
Para penumpang kereta Sritanjung dan Logawa yang seringkali ngajakin ngobrol dan mengingatkan saya bahwa pelarian konyol ini bukan tanpa tujuan tapi harus diperjuangkan. Sepertinya ini yang membuat saya bertahan sampai saat ini, karena berkali-kali diingatkan. Terimakasih, kalian malaikat segala penjuru
Temen seperjuangan dijurusan, bantuin aku menyelesaikan ini reeek.
Dan malaikat segala penjuru yang lain yang tidak bisa disebut satu per satu, kalian kiriman Tuhan yang terbaik.
Ah yaa buat my strongest superman ever one and only, terimakasih untuk mengajarkan semuanya secara implisit dan lebih mudah dimengerti. Kita memang tak banyak bicara, tapi bahasa dan frekuensi kepala kita sama *halah*. Terimakasih sudah merencanakan semuanya dengan baik. Terimakasih karena sudah pergi dan menjadikan saya lebih kuat dan tidak banyak bergantung. Terimakasih karena sudah mengajarkan banyak sekali hal baik dan menghadapi dunia dengan amat sangat sabar. Terimakasih banyak sudah ambil bagian untuk menjadikan saya seperti apa adanya saya hari ini. Thanks a lot pa, you're jjang !
Sabtu, 07 Juni 2014
How's life going (2)
Jumat, 06 Juni 2014
How's life going
Kamis, 05 Juni 2014
June, 4th 2014
Rabu, 04 Juni 2014
May 18th 2014 (late post!)
Selasa, 06 Mei 2014
kriiiing kriiiing selamat pagi, ada surat mas !
Senin, 05 Mei 2014
Now Playing: Maliq & d'Essentials - Luluh
Katakan berapa dalam kau ingin aku masuk di kehidupanmu
Oo.. katakan berapa jauh kau ingin aku ada di hari-harimu
Bagaimana pantasnya.. bagaimana..
Oo.. haruskah aku pergi
Salahkah bila ku di sini tak peduli keadaannya
Oo.. setiap kau tersenyum
Membuatku melupakan dunia nyata, tetap di sini
Tak pernah semudah itu aku mengerti apa yang kita jalani
Meski akhirnya semudah itu hatiku luluh kembali ke pelukanmu
Bagaimana pantasnya.. bagaimana..
Oo.. haruskah aku pergi
Salahkah bila ku di sini tak peduli keadaannya
Oo.. setiap kau tersenyum
Membuatku melupakan dunia nyata, tetap di sini
Apalah yang diharapkan, bila tak ada tujuan
Mungkin hanya kesenangan, yang membuat kita terus bertahan
Oo.. haruskah aku pergi
Salahkah bila ku di sini tak peduli keadaannya
Oo.. setiap kau tersenyum
Membuatku melupakan dunia nyata, tetap di sini
Oo.. haruskah aku pergi
Salahkah bila ku di sini tak peduli keadaannya
Oo.. setiap kau tersenyum
Membuatku melupakan dunia nyata, tetap di sini
Oo.. haruskah aku pergi
Salahkah bila ku di sini tak peduli keadaannya
Oo.. setiap kau tersenyum
Membuatku melupakan dunia nyata, tetap di sini
Oo.. haruskah aku pergi
Salahkah bila ku di sini tak peduli keadaannya
Oo.. setiap kau tersenyum
Membuatku melupakan dunia nyata, tetap di sini
Selasa, 29 April 2014
(Bukan) Surat Istimewa
Selasa, 11 Februari 2014
Cerita (hujan) sore ini – Bagian 2
Senin, 06 Januari 2014
Cerita (mendung) sore ini ..
Minggu, 05 Januari 2014
Cerita (hujan) sore ini ..
Kamis, 02 Januari 2014
Cerita Sore Ini
Adheala (masih) sayang
I don't know the day we separate but I do remember the day we met for the first time.