Tampilkan postingan dengan label just for you. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label just for you. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Agustus 2015

Over a coffee

Pukul sepuluh malam lewat. Apa yang sedang kau lakukan? Kau, tentu saja kau. Tunggu, di mana pun kau berada berhentilah sejenak dan dengarkan setiap ucapanku kali ini. Ini akan panjang dan memakan waktu.

Minggu, 21 Desember 2014

SMG-SBY

Kalimat menatapmu saja sudah cukup sama sekali tak benar. Kau tahu bahwa manusia tak pernah puas dengan satu hal dan tak banyak manusia yang bisa bersabar dengan kenyataan. Kau juga tahu bahwa akan ada banyak keinginan setelah aku mampu menatapmu berlama-lama seperti ini. Kau juga tahu bahwa selangkah lebih dekat denganmu akan berakhir dengan permintaan atau permohonan yang terkait hati. Kau juga tahu benar bahwa hati yang sudah meminta sulit sekali dilawan. Kalau aku memintamu menjadikan aku yang satu apa kau bisa mewujudkannya ? Kalau aku mau cuma aku yang ada di setiap harimu bagaimana ? Lalu kalau aku mau jadi yang terakhir buatmu kau bisa apa ?

-Adheala Nathasya
Sepasang mata di balik kaca, menatap jalanan Tuban entah memikirkan apa (re: I wish bisa frontal sebut nama)
20 Desember 2014, jalanan Tuban

Jumat, 10 Oktober 2014

Surat untuk Tuhan, (mantan) Pacar dan yang sempat membaca



Aku tidak punya pikiran apa-apa untuk membuat sebuah tulisan malam ini. Belum larut sebernarnya, tapi kuis yang semoga saja tidak menjelang esok pagi membuatku sedikit sibuk. Harusnya aku belajar. Tapi aku mencuri waktu karena ide tak akan datang dua kali. Kalau kalian pikir ini surat cinta buat seorang mantan pacar kalian mungkin benar. Atau bisa jadi salah. Entahlah. Aku juga bingung dengan apa yang akan kutuliskan sebentar lagi. Kalian mungkin akan lebih tidak menyangka darimana ide ini berasal.
Entah ada angin apa ini surat buat (mantan) pacar yang sedang berjuang demi mimpinya. Semoga sukses ya kamuu. Sebelumnya terimakasih untuk tidak mempertahankan kita lebih lama dan menyebabkan luka yang sama-sama tidak kita inginkan. Hingga aku tidak perlu bersusah payah untuk diam diri di malam hari tanpa melakukan apapun selain berbaring di atas tempat tidur. Berpikir tentang apa yang sudah terjadi dan akan terjadi. Then overthinking as always. Terimakasih untuk tidak membiarkan aku merasakan hal itu. Aku sendiri sadar betapa akan banyak waktu dan energi yang terbuang sia-sia hanya untuk masalah sepele yang seandainya saja terjadi jika kita masih berlanjut.
Terimakasih untuk tidak saling menjadi beban dan berani untuk mengejar kepentingan sendiri lebih dulu. Aku dan kamu sama-sama tahu bahwa banyak hal yang lebih penting untuk diperjuangkan. Kamu dengan robotmu dan aku bersama tulisan-tulisanku. Semoga kamu sukses dengan apa yang kamu perjuangkan kemarin hingga hari ini. Ketidakberadaanku sama sekali tak pengaruh buatmu. Sudah jadi cerita lama.
Terimakasih karena sudah jadi pemacu secara tidak langsung. Bagaimanapun aku tak mau kalah darimu. Menghilangkan kita bukan hal yang sia-sia ternyata. Aku dan kamu mampu jadi lebih baik.
Syukur untuk Tuhan. Terimakasih karena Engkau memisahkan kami pada waktu yang tepat sebelum kami membuang lebih banyak waktu untuk hal yang sia-sia. Terimakasih karena menjadikan banyak pelajaran atas sebuah perpisahan dan menjadi lebih berani untuk mengejar mimpi setelahnya. Terimakasih untuk tidak membiarkan luka untuk tumbuh dalam ladang waktu yang kami sendiri tidak tahu batasnya. Terimakasih untuk setiap amanah besar yang diberikan biar kami mengerjar cita-cita serta menjadi lebih baik. Alhamdulillah.




Minggu, 29 Juni 2014

Today's Lecture


Life is so unfair, it's always said when people don't get what they want. Truly life is just fair. Layaknya tuhan dengan gagah mengaturnya. Keadaan sudah berbalik rupanya. Hanya saja aku masih gagal mengerti bagaimana anugerah sejak lahir mengalahkan kerja keras. Tertawakan saja. Dengan keras jika perlu. Aku belajar untuk baik-baik saja. Seperti biasanya. Hanya saja aku akan belajar jujur pada diriku sendiri kali ini. Bahwa aku tak baik-baik saja. Dengan keadaan. Dengan kenyataan. Dengan kehidupan yang kujalani hari ini.
Life is so unfair. Alasan dibalik itu semua adalah karena manusia dengan naifnya membandingkan backstage hidup sendiri dengan mainstage orang lain. Membandingkan setiap kekurangan yang dimiliki dirinya sendiri dengan kelebihan yang sudah susah payah dibangun orang lain manusia hanya terlalu naif. Terlalu polos buat menyadari seberapa banyak kehidupan mengajarinya tentang keadilan. Terlalu berlgak untuk sadar betapa hidup sudah membangunkannya selama ini. Begitulah manusia.

Kamis, 19 Juni 2014

Today's Lecture


Minggunya perkuliahan sudah habis memang. Waktunya melepaskan diri dari jeratan data dan pemrograman semester ini. Serta panas sesaknya ibukota provinsi. Pulang sejenak menyelesaikan urusan. Didesak kepentingan yang terabaikan. Tetap saja tak mau kembali meski sudah diminta. Maaf saja, ada berkas yang harus diselesaikan disini.
Katakan saja ini terlalu malam untuk dapat perkuliahan. Anggap saja mendadak jadi anak kelautan yang punya jadwal jam delapan malam. Bukan data yang dibahas malam ini. Tapi hidup yang terus bergulir dan tak berhenti sampai disini.
Mulanya dikatakan terlalu muda untuk kehilangan. Tapi, siapa yang selalu siap buat kehilangan ? Sedewasa apapun ia, setua apapun usianya. Aku ingat jelas betapa kalimat itu terlontar santai bahwa hidupku masih lebih menyenangkan, ditinggalkan di usia yang tidak terlalu muda. Empat belas tahun. Bagiku sama saja, kehilangan itu tak menyenangkan. Sama sekali. Sedewasa apapun aku. Setua apapun usiaku. Tak pernah ada persiapan matang buat kata kehilangan. Lagipula, bukannya lebih enak untuk tak merasa kehilangan ?
Tapi tenang saja, malaikat Tuhan sudah siap siaga di segala penjuru menahan sebuah kejatuhan. Memberikan bahu serta memanjangkan tangan Tuhan yang siap sedia untuk membantu. Jadi yaa, lalui saja. Jalani apa adanya. Sembari terus menunduk dan menengadah meminta sebuah keberkahan dari suatu kehilangan. Menjadikanmu pengharapan serta memikul beban tanggung jawab yang lebih dan lebih biar kamu mampu dan jadi seperti yang Ia inginkan. Memperkuat hati serta niatmu dengan caranya sendiri. Mengambil apa yang sudah Ia titipkan sebelumnya kepadamu.
Jangan lelah meski ini berat untuk dijalani. Jangan pernah lupa dengan malaikat segala penjuru itu. Jangan berhenti menunduk dan menengadah. Selesaikan mimpimu. Sambut bahagia kedua orang tuamu meski tinggal satu yang disisimu. Jangan lelah dan patah dulu. Jalan dihadapanmu masih terlalu panjang untuk dikeluhkan. Jangan lelah buat percaya keajaiban. Jangan lupa untuk membuat keajaiban.
Tanpa disadari hidup yang kau gerutui hari ini adalah hidup yang menginspirasi orang lain. Hidup yang sedang kau keluhkan hari ini adalah hidup yang jadi kebanggaan orang lain, yang banyak dielu-elukan dengan alasan, yang jadi pengharapan orang lain buat lebih dari apa yang kau punyai hari ini. Jangan keburu lelah untuk berlari. Jalan masih panjang untuk menyerah di sebuah awal. Bahkan kau belum mencapai separuh perjalananmu. Masih bisa diperbaiki. Masih bersedia diperjuangkan dan dilakukan. Jangan lelah dulu. Jangan menyerah dulu. Setidaknya kau tahu benar apa yang akan terjadi. Kemungkinan terburuk selalu ada. Tapi kau juga paham bagaimana Tuhan menggantinya dengan cerita yang lain, yang lebih membahagiakanmu di hari lain. Kau bahkan percaya apa yang sudah direncanakan Tuhan jauh lebih baik ketimbang jadwal yang kau susun sedemikian rupa. Kau bahkan tahu bagaimana cara meminta dan berterimakasih dengan benar kepada Tuhanmu itu, lalu kenapa tak kau lakukan ? Dengan polos dan sepenuh hati seperti yang sudah-sudah.
Kehilanganmu sudah jadi penguat sekaligus bumerang yang mampu menjatuhkanmu kapan saja. Senjata yang ampuh buatmu untuk sesekali menyalahkan keadaan ketika sesakmu sudah membuncah.  Kehilanganmu hari ini sudah menjadikanmu lebih kuat dan menjadikanmu pelari yang hebat. Perempuan yang mau memikirkan banyak hal dalam sekejap. Manusia yang masih mau mendengar meski sudah jengah dengan keadaan. Jadi seseorang yang masih mau bersabar dengan tekanan yang semakin lama semakin tak sabaran menghabiskan permukaan. Seseorang yang secara tak sadar punya tanggung jawab yang lebih besar serta kedewasaan yang kadang tak wajar. Meski kadang kekanak-kanakan muncul secara tak sadar pula.
Kehilanganmu sudah menjadikanmu siapa kamu hari ini. Tinggal melanjutkannya saja. Menghabiskan segelas kopi pahit yang nampaknya tak kau sukai. Habiskan saja. Kali ini. Biar nanti tinggal menikmati segelas tehmanis hangat di penghujung senja. Biar tak kehabisan cerita pengantar tidur setiap malamnya. Biar tetap kuat sampai akhir cerita.
Kehilanganmu hari ini banyak mendatangkan malaikat segala penjuru buat menyelesaikan tugas mereka.
Selesaikan pelarian konyolmu ini. Jadikan pelarian yang tak sia-sia. Bahagiakan mereka yang menantimu dengan sabar di rumah. Biar tak percuma kau lari jauh dari rumah. Selesaikan kewajibanmu. Untuk kali ini saja, jangan lelah berlari dan selesaikan pelarianmu. Jangan kecewakan malaikat di segala penjuru ! Lelahmu tak punya waktu.

Thanks to :
Mama yang masih sabar nungguin aku dirumah, yang ngga pernah bete meskipun aku betein.
Tante yang selalu siap sedia dengan pendanaannya serta cemilan yang selalu ada.
Mbak yang udah mau repot-repot dengerin cerita ngga pentingku.
Ibuk yang mau-maunya bikinin aku kalung padahal nggapernah aku pake, sekalinya pengen malah talinya putus.
Ayah yang udah nemenin ibuk.
Om yang udah nyiapin banyak dan ngga sengaja gila-gilaan soal kuliahku.
Ibu guru yang udah mau ngasih gratisan les dan masih mau dikunjungi sampe hari ini dan tadi ngingetin buat terus jadi kebanggaan, maafin bu belum bisa setinggi itu, doakan saya terus haphap !
Pak tentor tersayang yang suka curhat dan dicurhatin, makasi udah mau cuap-cuap panjang sama aku. Undang saya ke nikahan pak, plisplisplis~
Mbah uti yang udah nemenin bobo selama dirumah mbak.
Ibu mantan wali kelas yang sudah mengantarkan saya ke jurusan Statistika, makasi bu. Saya kira Statistika cuma ada mean,modus median, ternyata ngga ya bu, saya salah. Tapi #akurapopo bu nanti saya perjuangkan bu.
Anak tentacle yang sudah sukses menjadikan SMA saya menyenangkan dan membahagiakan, apalagi kamuu iya kamuuu *tunjuk gitaris kebanggaan* *LOL*
Anak CN yang sudah menemani dua tahun terakhir di SMA, kenapa kalian ngangenin sih ?
Temen sebangku dan temen sekomplotan belajar (re:masmer, hapip, khilda) kalian baik-baik yaa reks, makasi sudah banyak bantu belajarku sini cium duluuu :*
Buat temen segeng yang masih main sampe sekarang(re : monik, mami dian, rye, ajeng) reek aku di jember, ajakin kentjaan napah. Makasi banyak udah berbagi lembar kehidupan sampe hari ini, missyouallsooo
Buat temen seperjuangan sejak ingusan (re:intan + eria) buruan pulang, aku kesepian :” thanks a lot for being the best besties, kecuppps :*
buat besties yang paling baru, kecil, ngelamak serta nyebelin tapi ternyata sama sekali ngga polos (re: nada) kancani aku sampek lulus nad, awas kon aneh-aneh. Terimakasih sudah mengajarkan pelajaran hidup yang lain serta pelajaran yang tidak saya mengerti sebelumnya. Saya sudah lebih mengerti. haha
Para penumpang kereta Sritanjung dan Logawa yang seringkali ngajakin ngobrol dan mengingatkan saya bahwa pelarian konyol ini bukan tanpa tujuan tapi harus diperjuangkan. Sepertinya ini yang membuat saya bertahan sampai saat ini, karena berkali-kali diingatkan. Terimakasih, kalian malaikat segala penjuru
Temen seperjuangan dijurusan, bantuin aku menyelesaikan ini reeek.
Dan malaikat segala penjuru yang lain yang tidak bisa disebut satu per satu, kalian kiriman Tuhan yang terbaik.
Ah yaa buat my strongest superman ever one and only, terimakasih untuk mengajarkan semuanya secara implisit dan lebih mudah dimengerti. Kita memang tak banyak bicara, tapi bahasa dan frekuensi kepala kita sama *halah*. Terimakasih sudah merencanakan semuanya dengan baik. Terimakasih karena sudah pergi dan menjadikan saya lebih kuat dan tidak banyak bergantung. Terimakasih karena sudah mengajarkan banyak sekali hal baik dan menghadapi dunia dengan amat sangat sabar. Terimakasih banyak sudah ambil bagian untuk menjadikan saya seperti apa adanya saya hari ini. Thanks a lot pa, you're jjang !

Sabtu, 07 Juni 2014

How's life going (2)


Hello world ! How's your day ? Is it good ? Or it's just as usual ? Is there something special ?
I have been telling you that everyone has their own life as their pass through some problems too. There's always a reason behind. Some of it is better left unsaid but how can you find those reason ? How can you find the cause of those happening problems ?
Mereka bilang membicarakan banyak hal dengan saling bertatap muka adalah hal yang paling mudah dilakukan. Paling efektif untuk menemukan kebenaran dan kejujuran. Paling mudah digunakan untuk menemukan alasan tersembunyi. Mereka juga bilang mata tak pernah berbohong. Semudah mulut yang bisa saja bicara seenaknya. Hati tak begitu. Dan mata menceritakannya dengan baik. Lalu bagaimana dengan mereka yang tak mampu membaca mata lawan bicaranya ? Atau tak mampu menatap mata lawan bicaranya hanya karena mengatakan apa yang ingin ia jelaskan sudah sangat sulit buatnya.
Amarah mungkin berhasil mengeluarkan setiap alasan dibalik semuanya. Air mata juga bisa jadi hal paling ampuh ketika seseorang tak menemukanderetan paragraf yang tepat untuk menceritakan ceritanya. Tawa yang diumbar diluar sana jadi pengusir setiap penat dan sesak yang bergumul di kepala karena tak ada waktu yang paling pas untuk menceritakannya. Apa saja. Asal semua perasaan terekspresikan dengan baik. Tak apa. Itu saja.
Lalu bagaimana dengan mereka yang susah payah menyimpan semuanya. Sedikit membaginya. Dan tak mampu mengekspresikan tiap ceritanya lewat rangkaian emosi yang seorang manusia punya ? Sama sekali tak merasa bahwa dikepalanya sudah bergumul awan-awan gelap yang siap berubah jadi hujan. Hebatnya lagi masih bertahan dan tak tumbang meski sadar bahwa sudah menempuh jalan dengan langkah yang terseok-seok. Harus apa mereka ? Sudah sekuat apa mereka melewatinya ?
Pasti ada jalan untuk menemukan tiap alasan dan tiap sebab atas sebuah masalah. Semudah mengatakannya. Sesulit menemukannya. Sesulit mengakuinya dan terbuka buat tiap penyebab dan alasannya. Sesusah melapangkan hati dan melebarkan telinga mendengar kalimat-kalimat yang menggambarkan penyebabnya. Sudahlah. Semuanya memang tak mudah tapi pasti ada jalan. Seperti semut yang selalu menemukan makanannya. Seperti mempelajari materi matriks ruang vektor hari ini. Semangatlah. Berpikirlah positif. Tuhan tak pernah memberi sesuatu yang tak bisa kamu tangani. Itu saja. Sederhana kan ? Terimalah. Kamu bisa.
Selamat malam dunia. Jangan lelah dulu sebelum aku benar-benar dewasa.

Jumat, 06 Juni 2014

How's life going


Hi world ! How have you been ? Have you been doing great all these time ? Guess so. Need to talk to you sometimes. Like I have been doing when I don't know who should I talk to. Or talking about random things. Something I realized lately. And I want to talk to you this time.
Everybody has their own life problems. Begitupun aku. Sesempurna apapun mereka memandang hidupku sesempurna itu pula aku memandang hidup mereka.
Tiap manusia pasti punya sesuatu untuk dikeluhkan atau sekedar dipikirkan berulang-ulang. Bukan tentang seberapa berat masalah itu untuk dikeluhkan lalu dibanding-bandingkan dengan masalah orang lain. Hidup orang lain memang terlihat jauh lebih menyenangkan ketimbang hidup yang kamu jalani. Memang seperti itulah hidup yang sedang kamu lalui. Tapi yaa sadari saja bahwa kamu hanya memandang sisi baik yang mereka punya. Sisi menyenangkan yang mereka lalui atau hal apa yang mereka punyai tapi tidak kamu punya.
Coba sesekali jujur pada dirimu sendiri bahwa yang kamu inginkan hanyalah sisi menyenangkan tanpa mempertimbangkan sisi buruk yang mereka punya. Waktu-waktu sulit yang sudah mereka lalui. Atau bahkan perjuangan mereka untuk mendapatkan apa yang mereka genggam hari ini. Begitu pula mereka. Kepadamu. Memandang sisi baik nan menyenangkan yang kamu punya. Tanpa mempertimbangkan apa yang sudah kamu lalui atau masalah apa yang sedang kamu cari jalan keluarnya. Katakan saja, begitulah hidup berjalan.
Buat masa pendewasaan seorang manusia masalah diberikan dan diciptakan. Direncanakan Tuhan untuk terjadi sekaligus menguji. Seberapa kuat dan seberapa tangguh kamu berdiri. Tidak mudah tumbang apalagi menyerah. Tidak begitu saja memutuskan untuk berhenti atau berbaring lemah. Masalah diberikan Tuhan biar kamu jadi cerdas untuk menyelesaikan setiap halnya. Pepatah banyak jalan menuju Roma ada benarnya. Begitu pula solusi buat masalah yang kamu alami.
Jujur saja, mengatakannya memang jauh lebih mudah ketimbang menjalaninya sendirian tanpa berbagi dengan orang lain. Tapi aku sudah cukup sadar dan menumpahkannya sedikit demi sedikit disini. Aku mulai paham bagaimana hadiah Tuhan yang tak pernah disangka-sangka datang bak kiriman paket tak terduga. Belajarlah tulus dan polos menjalaninya. Biar tetap melakukan yang terbaik dan tak mengharapkan imbalan selain menyadari banyak pelajaran di belakang. Biar hadiah yang dterima bisa jadi hikmah dan limpahan syukur yang bisa dinikmati disetiap sudutnya.
Jadi yang harus dilakukan sekarang adalah mengembalikan hati dan pikiran ke tempat yang polos biar bisa melakukan yang terbaik dan terus ikhlas dan tulus tanpa mengharapkan imbalan. Tetap mempertahankan pola pikir dan kemampuan mempertimbangkan sebuah jalan biar bisa memilih yang terbaik. Syukuri saja masalahmu. Biar Tuhan yang memilih hadiah buatmu.
Selamat malam dunia, terimakasih sudah mendengarku. Aku menyayangimu. Peluk cium dari atas tikar kelabu yang kujadikan alas serta segelas air putih yang jadi teman mengembalikan jalannya syaraf kepala yang mulai tak benar.

Kamis, 05 Juni 2014

June, 4th 2014


Selamat malam kesayangan
Ini malam yang cukup melelahkan untuk menceritakan sebuah cerita sebenarnya. Tapi tak apa aku merasa aku sudah tak mampu mencerna materi ujian esok pagi. Aku merasa memulai ceita ini akan lebih menyenangkan dan menjadi pengantar tidur terbaik malam ini. Bagaimana harimu ? Sudah selayaknya kamu lelah dan mengadukannya kepadaku malam ini. Seperti sebuah kebiasaan baru yang bisa dimulai hari ini. Meski sebenarnya sejak lama kita sudah banyak bertukar cerita.
Aku tak sengaja membaca kepingan sajak tak layak yang kukirimkan padamu beberpa waktu yang lalu. Sudah lama memang. Awal tahun ini ketika kita tak sengaja diletakkan dalam ruang dan waktu yang sama oleh Tuhan. Katakan saja begitu. Terlibat dalam kesibukan yang menurutku menyenangkan. Menyenangkan karena bertemu banyak orang baru. Punya cerita seru yang tak semua orang bisa mengalami. Serta menyenangkan karena bisa terlibat lagi denganmu.
Ada kisah dalam jangka waktu yang tak akan kubahas. Aku sudah mengatakannya kepadamu aku sudah menutupnya. Mengakhirinya pula. Memutuskan untuk berdiri disampingmu. Sama-sama menantikan cerita baru sesuai perjanjian tak tertulis yang kita lakukan. Jadi cerita apa yang akan kita tuliskan bersama wahai cerita sepayung berduaku ?
Ini hari pertama aku menjadi kesayanganmu dan begitupun sebaliknya.
Kepingan sajak tak layak itu benar-benar menyulut perasaan rupanya. Membawa kita menyadari seberapa dekat jarak yang menghubungkan kita sekaligus seberapa jauh yang harus kita tempuh buat niatan baik yang kita sepakati bersama. Dan ahh cerita ini entah mengaoa jadi tak begitu puitis seperti yang sudah-sudah. Kenyataannya aku benar-benar realistis jika mneyangkut cerita tentangmu. Tak banyak khayalan yang muncul. Apalagi rekaan cerita yang menampilakan aku dan kamu sebagai tokoh utamanya. Mungkin itu pula sebabnya tak banyak cerita yang kutuliskan tentangmu.
Jangan khawatir, aku tetap akan menyimpan cerita kita di jalinan-jalinan syaraf yang terhubung di otakku. Menjadikannya ingatan jangka panjang biar aku tak mudah melupakannya seperti yang sudah-sudah.
Jadi aku cukup terkesan dengan setiap pembicaraan kita lewat pesan singkat yang berhasil kuabadikan dengan sempurna. Dan lanjutan pembicaraan semalam yang sukses membuatku tak tahu harus berkata apa. Bahkan untuk menceritakannnya saja aku tak mampu. Menurutku belum ada kalimat yang tepat untuk menggambarkan bagaimana jalan cerita semalam. Ini saja aku belum berhasil menceritakan apa yang sudah kita bicarakan. Aku hanya berputar-putar tak jelas membahas hal-hal yang sudah terjadi di permukaan.
Semoga suatu saat kamu membaca ini dan mengingat sajak tak layak yang kuberikan padamu awal tahun ini. Daah selamat malam ! Ah yaa jangan lupa puasa !

Rabu, 04 Juni 2014

May 18th 2014 (late post!)


Q: so, how old are you ?
A: I'm officially 19 years old
Q: are you telling me that you're an adult now ?
A: That's not exactly the point. what I"m gonna tell you is maturation determined based on anyone's thought not about how old they are
Q: I know exactly what you mean. then, how do you think about relationship ? kind of dating maybe .. how will you explain it ? or what kind of relationship do you want as we know that in your ages many people seems to have one
A: aah, seseorang diluar sana mengatakan bahwa orang dewasa punya hubungan spesial yang tak perlu mereka nyatakan diawal. cukup sama-sama tahu bahwa saling punya rasa dan punya tindakan yang sama untuk saling melengkapi setiap kekurangan dan menjawab setiap keadaan. seseorang diluar sana bilang, tindakan yang membuktikan bahwa hubungan itu nyata lebih penting ketimbang suatu pernyataan diawal yang dinamai status. seseorang diluar sana juga bilang, lebih baik bersama tanpa kalimat apa-apa diawal tapi punya sebuah kalimat perpisahan ketimbang punya pernyataan di awal tapi ditinggal tanpa salam perpisahan. sayangnya saya belum sedewasa itu. bagi seorang perempuan yang dikata awam, pernyataan dan perpisahan itu masih perlu diungkapkan. bagaimanapun perempuan butuh kepastian dan seorang laki-laki butuh pengakuan. tidakkah begitu ?
Jadi yang lebih menyenangkan untuk dijalani hari-hari ke depan adalah bagaimana saya tahu benar bagaimana perasaannya, bagaimana saya menjelaskan perasaan saya lewat kalimat-kalimat kecil serta tindakan-tindakan tak penting tapi menyenangkan. Menurut saya banyak hal bisa dilewati bersama tanpa harus selalu terikat setiap saatnya. Masa seperti bukan waktunya saling menyita perhatian secara terus menerus. Tetapi bagaimana melihat dunia luar dan membaginya bersama. Dunia yang akan dilewati tentu akan berbeda. Tak akan selamanya sama. Biar sama-sama menikmati dan punya cerita sendiri di dunia yang berbeda. Lalu mampu membaginya buat saling belajar. Punya waktu khusus yang dilewati berdua dan terasa berharga tiap momennya.
Buat hari-hari ke depan sepertinya akan lebih menyenangkan ketika ada seseorang yang bisa dijadikan tempat bersandar ketika lelah mendera dan menyita tenaga seharian. Seperti sebuah rumah yang bisa menampung segala cerita. Sepertinya akan menyenangkan untuk punya seseorang buat sekedar berbagi tawa atau malah menangis bersama. Punya perdebatan kecil yang menimbulkan gelembung-gelembung rindu nan lucu. Sepertinya akan lebih menyenangkan untuk jadi manja sesekali dan memanjakan sesekali. Sepertinya akan lebih menyenangkan menggabungkan dua dunia berbeda ke dalam satu cerita yang sama. Entah apa jadinya dan bagaimana suka dukanya. Jalani saja. Asal tak sampai keluar batas dan mampu saling menjaga. Biar tetap ingat bagaimana Tuhan mengamati perilaku kita serta menimbang hadiah apa serta hukuman apa yang bisa diberikan kepada kita nantinya.
Q: so that's kind of relationship you want ?
A: yes, it's all I want today. Then isn't it answering somebody's question out there ?
Q: then I guess so. Thanks a lot for sharing this thought to us. Hope it inspire and of course answering the question


Selasa, 06 Mei 2014

kriiiing kriiiing selamat pagi, ada surat mas !


“Selamat pagi mas, ini ada surat untuk mas. Ah ya, ada yang harus saya sampaikan pula. Kata pengirimnya, mungkin surat yang selnajutnya akan datang lebih lama dari biasanya. Saya tidak tahu apa yang terjadi pada pengirimnya, yang jelas surat yang selanjutnya akan datang dalam waktu yang lebih lama. Itu saja mas. Satu lagi, kata pengirimnya jika mas tidak berkenan menerima dan membacanya mas bisa mengembalikannya atau membuangnya mas. Terimakasih, selamat pagi.


May , 5th 2014
Selamat malam
Ini kali pertama aku bingung harus memulai suratku darimana. Sepertinya banyak hal yang sama-sama menyita perhatianku dan kamu belakangan ini. Sedikit banyak mengubah kebiasaan dan arah langkah yang biasanya kita jalani. Jadi beginilah aku dan kamu hari ini. Lupakan saja postingan terakhirku yang sengaja kutujukan buatmu. Dan surat ini, jika kamu tidak berkenan membacanya hentikan saja. Aku tak pernah keberatan dengan hal itu. Surat-surat yang lalu memang menjadi pintaku untuk kamu baca. Terimakasih untuk tidak sengaja memenuhi pintaku dan membacanya.
Aku akan mempermasalahkan salah satu kalimat yang pernah kamu lontarkan kepadaku. Kalimat yang nampaknya jadi bumerang buatku hari ini. Kalimat yang hari itu menurutku cukup mengagumkan. Aku dan kamu bertahan di titik ini. Tak sedekat jemari juga tak sejauh langkah kaki. Aku mengingat apa yang kuinginkan belakangan yang mungkin sudah terbaca sebelum aku mengatakannya. Itu kelebihanmu. Bukan kalimatku yang menyatakannya secara langsung. Aku bahkan belum sempat menanyakannya. Kamu sudah punya pernyataan lain yang cukup membuatku terdiam kala membacanya.
Jika menurutmu ketakutanmu menyakitiku adalah sebuah alasan yang pantas dilontarkan, kenyataan yang ada hanyalah luka kecil yang muncul perlahan. Aku tak apa. Aku mulai paham bagaimana resikonya punya harapan dan jatuh lumayan dalam. Aku sudah memikirkannya saat aku mulai menghabiskan banyak waktuku bersamamu. Menuliskan hal-hal kecil yang tak terkatakan. Mengabadikan kenangan dengan caraku sendiri. Menggambarkan banyak hal dengan catku sendiri. Dan kamu pula yang membuatku memutuskan untuk bermain-main dan mulai serius dengan sebuah perasaan.
Aku belajar menghargai apa yang kamu inginkan. Aku pun begitu, belajar untuk jatuh lebih dalam ke dalam hal lain. Menenggelamkan diri dalam kesibukan. Mencoba mengalihkan perhatian. Bermain-main lagi selayaknya aku sebelumnya. Aku tak apa meski sulit untuk percaya aku baik-baik saja.
Jadi, kebebasan seperti apa yang ingin kamu lakukan? Mungkin akan menyenangkan jika aku ikut mencobanya. Bersenang-senanglah. Masih banyak waktu untuk dihabiskan dengan baik.
Kadang menyenangkan tak perlu mengatakan apa-apa tapi kamu sudah tahu apa yang ingin kukatakan. Tapi kadang kamu perlu mendengarnya sesekali dariku sendiri. Aku perlu menanyakannya padamu. Apa anggapan mereka terhadap aku dan kamu benar adanya? Siapa aku bagimu dan bagaimana aku menurutmu? Tapi sudahlah, jawabanmu bisa jadi tak penting lagi. Katakan saja jika kamu ingin aku mendengarnya. Aku sama sekali tak keberatan.
Aku tahu surat ini akan membawa sebuah perubahan lain diantara aku, kamu dan apa yang sudah terjadi sebelumnya. Aku tak ingin berubah sebenarnya, tapi sudahlah, jika kamu punya kalimat yang sama tentang perubahan itu, anggap saja surat ini tak pernah ada. Tak pernah kutulis buatmu. Hanya bualan imajinasiku atau hanya cerita pengisi malam ketika aku mulai kehilangan rasa kantuk.
Selamat malam. Semoga apa yang kukatakan tak banyak merubah hal. Tetap menjadikan aku dan kamu tak sedekat jemari dan tak sejauh langkah kaki. Tetap saling bercerita dan menatap senja yang sama. Ohya, bisakah kau memberitahuku penjual nasi goreng dua porsi waktu itu? Aku lupa jalan kesana dan aku ingin makan disana kapan-kapan.
Aku

Senin, 05 Mei 2014

Now Playing: Maliq & d'Essentials - Luluh

Oo.. haruskah aku pergi
Salahkah bila ku di sini tak peduli keadaannya

Katakan berapa dalam kau ingin aku masuk di kehidupanmu
Oo.. katakan berapa jauh kau ingin aku ada di hari-harimu
Bagaimana pantasnya.. bagaimana..

Oo.. haruskah aku pergi
Salahkah bila ku di sini tak peduli keadaannya
Oo.. setiap kau tersenyum
Membuatku melupakan dunia nyata, tetap di sini

Tak pernah semudah itu aku mengerti apa yang kita jalani
Meski akhirnya semudah itu hatiku luluh kembali ke pelukanmu
Bagaimana pantasnya.. bagaimana..

Oo.. haruskah aku pergi
Salahkah bila ku di sini tak peduli keadaannya
Oo.. setiap kau tersenyum
Membuatku melupakan dunia nyata, tetap di sini

Apalah yang diharapkan, bila tak ada tujuan
Mungkin hanya kesenangan, yang membuat kita terus bertahan

Oo.. haruskah aku pergi
Salahkah bila ku di sini tak peduli keadaannya
Oo.. setiap kau tersenyum
Membuatku melupakan dunia nyata, tetap di sini

Oo.. haruskah aku pergi
Salahkah bila ku di sini tak peduli keadaannya
Oo.. setiap kau tersenyum
Membuatku melupakan dunia nyata, tetap di sini

Oo.. haruskah aku pergi
Salahkah bila ku di sini tak peduli keadaannya
Oo.. setiap kau tersenyum
Membuatku melupakan dunia nyata, tetap di sini

Oo.. haruskah aku pergi
Salahkah bila ku di sini tak peduli keadaannya
Oo.. setiap kau tersenyum
Membuatku melupakan dunia nyata, tetap di sini

Ps: jika kamu sudah membacanya, bisakah kamu memberitahuku ?
date : May 5th 2014

Selasa, 29 April 2014

(Bukan) Surat Istimewa


April, 28th 2014
Dear you who have not met me (even once) before
     I may say it as a distraction and amazement in a boom. Thanked God I know his story this far. Thanked God I know him in a place where I stand. You may not know me. I don’t know you that well too. It’s juat the same.
     Aku tak pernah menyangka bisa mendengar kisah seperti ini di depan mataku. Meski kadang tak paham tentang bagaimana kamu menempatkan dirimu di hadapan gadis tersayangmu yang tak lain sahabatku. Mereka bilang orang yang paling bahagia ketika mencinta adalah dia yang jatuh cinta paling dalam. Yang berhasil menempatkan diri di posisi paling lemah tanpa kekuasaan atas apapun. Yang bisa jatuh cinta pada orang yang sama setiap harinya. Sampai hari tua jika bisa.
     Menurutku, orang yang mengalami sakit dengan amat sangat ketika mencinta adalah posisimu.  Jatuh terlalu dalam dan bisa saja sulit bangkit jika ditinggalkan. Terima semuanaya karena tak punya kuasa. Mungkin tak lagi bisa jatuh cinta pada yang lainnya karena sudah berkali-kali jatuh cinta padaorang yang sama dalam waktu yang lama. Tapi jika memang kamu bahagia, aku harus komentar apa ?
     Aku tidak membenci kisahmu. Aku malah merenunginya dari tempatku. Aku bertanya-tanya apa yang sudah Tuhan berikan padamu sampai kamu menempatkan dirimu di tempatmu berpijak detik ini. Aku mungkin tak tahu benar bagiamana perasaanmu hari ini. Mungkin aku tak benar-benar tahu. Aku hanya mendengar gadismu bercerita setiap harinya. Ikut bahagia karena gadismu sudah mulai merindumu tanpa alasan yang spesifik. Akuhanya menerka-nerka bagaimana rasanya jatuh cinta pada orang yang sama setiap harinya.
     Ah yaa, gadismu sudah mulai bahagia meski tak seekspresif biassanya. Aku tahu iut. Aku belajar memahami tanpa melihat ekspresi. Apa gadismu sebahagia itu ? aku bertaruh kamu pasti senang dan  terharu membaca rangkaian kalimatku disini. Cepat temui gadismu, buat dia jatuh cinta pada(mu) orang yang sama setiap harinya sama seperti dia membuatmu jatuh cinta pada(nya) orang yang sama setiap harinya bahkan sampai hari tua jika bisa.
     Terimakasih sudah mengirimkan gadismu untuk bertemu denganku dan bercerita banyak hal setiap waktunya. Semoga tetap jatuh cinta pada orang yang sama dan membuat (dia) jatuh cinta oada orang yang sama pula. Jaga dia dan buat dia menjagamu pula. Bangun yang kokoh apa yang sudah kalian pertahankan.
     Sekian.
Ps: Jangan kira aku hanya menuliskannya karena aku kehabisan bahan untuk memenuhi postingan bulan ini di blog. Sebut saja ini hadiah kecil untuk sahabat baru dan pacarnya yang baru saja jadian (lagi). Haha. Have a nice date there gaees. *big hug*
tertanda
Adheala Nathasya 

Selasa, 11 Februari 2014

Cerita (hujan) sore ini – Bagian 2


Liburan semester sudah berakhir sejak seminggu yang lalu. Tapi perkuliahan baru dimulai senin ini. Ini baru hari kedua perkuliahan semester genap. Bertemu dengan gadisku lagi tentunya. Kelasku sudah usai sejak tadi. Aku malas pulang dan memilih untuk menghabiskan waktu di kampus. Entah kenapa kampus yang menyibukkan seperti ini bisa membuatku rindu juga. Aku memutuskan untuk berdiam diri di  gazebo sembari menonton film. Gadisku sedang mengikuti kuliah di ruang kelas tepat di seberang gazebo ini. Aku hanya akan menunggunya. Masih pukul 2 dan gadisku selesai pukul 5.
Belakangan konsentrasiku sering terganggu. Mungkin efek liburan yang agak sepi kali ini hingga aku mudah bosan. Aku melihat ke sekeliling gazebo. Sepi. Langit mendung dan sepertinya hari ini akan benar-benar hujan. Pandanganku kali ini diisi

Senin, 06 Januari 2014

Cerita (mendung) sore ini ..



          UAS semester ini dimulai tepat Senin ini. Gadisku juga akan melaksanakannya. Gadisku dan aku memutuskan untuk saling memberi waktu agar fokus melalui ujian ini. Ini memnag sudah kesepakatanku dengan dia. Gadisku berjanji untuk mentraktirku nonton film setelah ujian ini selesai. Aku hanya mengangguk dan tersenyum kepadanya. Di kepala gadisku tertulis sebuah judul film yang ingin dia tonton bersamaku.

Minggu, 05 Januari 2014

Cerita (hujan) sore ini ..


          Aku menemui gadisku yang baru selesai kelas Teknik Sampling di depan kelasnya. Gadisku tersenyum begitu manisnya mendapati aku ada di depan kelasnya. Siang ini aku memang berencana mengajaknya pergi makan siang. Aku juga akan memintanya membaca paper yang sejak kemarin kukerjakan. Ah yaa, dimana perempuan yang mengalihkan pikiranku kemarin ya ? Aku belum melihatnya

Kamis, 02 Januari 2014

Cerita Sore Ini




Aku melihat dari sudut mataku ada yang tersenyum. Ah yaa, perempuan yang ku temui di masjid agung beberapa waktu yang lalu. Ternyata alam masih

Adheala (masih) sayang


I don't know the day we separate but I do remember the day we met for the first time. 

Minggu, 15 Desember 2013

...


Aku mencintaimu dengan caraku sendiri. Aku terpaut satu kata saja untuk tetap menyimpannya dan menyembunyikannya darimu. Entah

Rabu, 11 Desember 2013

Selamat pagi, dunia


Selamat pagi dunia, selamat pagi rinai hujan yang basah

Hai dunia, apa kabar ?

Selasa, 10 Desember 2013

Permainan


Sebenernya aku sendiri ngga yakin bakalan seseru apa permainan yang baru aku mulai. Aku merasakannya sebagai dua hal yang tak asing tapi terus kuinginkan.
 
A's Journal Blogger Template by Ipietoon Blogger Template