Jumat, 06 Juni 2014

How's life going


Hi world ! How have you been ? Have you been doing great all these time ? Guess so. Need to talk to you sometimes. Like I have been doing when I don't know who should I talk to. Or talking about random things. Something I realized lately. And I want to talk to you this time.
Everybody has their own life problems. Begitupun aku. Sesempurna apapun mereka memandang hidupku sesempurna itu pula aku memandang hidup mereka.
Tiap manusia pasti punya sesuatu untuk dikeluhkan atau sekedar dipikirkan berulang-ulang. Bukan tentang seberapa berat masalah itu untuk dikeluhkan lalu dibanding-bandingkan dengan masalah orang lain. Hidup orang lain memang terlihat jauh lebih menyenangkan ketimbang hidup yang kamu jalani. Memang seperti itulah hidup yang sedang kamu lalui. Tapi yaa sadari saja bahwa kamu hanya memandang sisi baik yang mereka punya. Sisi menyenangkan yang mereka lalui atau hal apa yang mereka punyai tapi tidak kamu punya.
Coba sesekali jujur pada dirimu sendiri bahwa yang kamu inginkan hanyalah sisi menyenangkan tanpa mempertimbangkan sisi buruk yang mereka punya. Waktu-waktu sulit yang sudah mereka lalui. Atau bahkan perjuangan mereka untuk mendapatkan apa yang mereka genggam hari ini. Begitu pula mereka. Kepadamu. Memandang sisi baik nan menyenangkan yang kamu punya. Tanpa mempertimbangkan apa yang sudah kamu lalui atau masalah apa yang sedang kamu cari jalan keluarnya. Katakan saja, begitulah hidup berjalan.
Buat masa pendewasaan seorang manusia masalah diberikan dan diciptakan. Direncanakan Tuhan untuk terjadi sekaligus menguji. Seberapa kuat dan seberapa tangguh kamu berdiri. Tidak mudah tumbang apalagi menyerah. Tidak begitu saja memutuskan untuk berhenti atau berbaring lemah. Masalah diberikan Tuhan biar kamu jadi cerdas untuk menyelesaikan setiap halnya. Pepatah banyak jalan menuju Roma ada benarnya. Begitu pula solusi buat masalah yang kamu alami.
Jujur saja, mengatakannya memang jauh lebih mudah ketimbang menjalaninya sendirian tanpa berbagi dengan orang lain. Tapi aku sudah cukup sadar dan menumpahkannya sedikit demi sedikit disini. Aku mulai paham bagaimana hadiah Tuhan yang tak pernah disangka-sangka datang bak kiriman paket tak terduga. Belajarlah tulus dan polos menjalaninya. Biar tetap melakukan yang terbaik dan tak mengharapkan imbalan selain menyadari banyak pelajaran di belakang. Biar hadiah yang dterima bisa jadi hikmah dan limpahan syukur yang bisa dinikmati disetiap sudutnya.
Jadi yang harus dilakukan sekarang adalah mengembalikan hati dan pikiran ke tempat yang polos biar bisa melakukan yang terbaik dan terus ikhlas dan tulus tanpa mengharapkan imbalan. Tetap mempertahankan pola pikir dan kemampuan mempertimbangkan sebuah jalan biar bisa memilih yang terbaik. Syukuri saja masalahmu. Biar Tuhan yang memilih hadiah buatmu.
Selamat malam dunia, terimakasih sudah mendengarku. Aku menyayangimu. Peluk cium dari atas tikar kelabu yang kujadikan alas serta segelas air putih yang jadi teman mengembalikan jalannya syaraf kepala yang mulai tak benar.

 
A's Journal Blogger Template by Ipietoon Blogger Template