Hi world ! How have you been ? Have you been doing
great all these time ? Guess so. Need to talk to you sometimes. Like I have
been doing when I don't know who should I talk to. Or talking about random
things. Something I realized lately. And I want to talk to you this time.
Everybody has their own life problems. Begitupun aku. Sesempurna apapun
mereka memandang hidupku sesempurna itu pula aku memandang hidup mereka.
Tiap manusia pasti punya sesuatu untuk dikeluhkan atau
sekedar dipikirkan berulang-ulang. Bukan tentang seberapa berat masalah itu
untuk dikeluhkan lalu dibanding-bandingkan dengan masalah orang lain. Hidup
orang lain memang terlihat jauh lebih menyenangkan ketimbang hidup yang kamu
jalani. Memang seperti itulah hidup yang sedang kamu lalui. Tapi yaa sadari
saja bahwa kamu hanya memandang sisi baik yang mereka punya. Sisi menyenangkan
yang mereka lalui atau hal apa yang mereka punyai tapi tidak kamu punya.
Coba sesekali jujur pada dirimu sendiri bahwa yang
kamu inginkan hanyalah sisi menyenangkan tanpa mempertimbangkan sisi buruk yang
mereka punya. Waktu-waktu sulit yang sudah mereka lalui. Atau bahkan perjuangan
mereka untuk mendapatkan apa yang mereka genggam hari ini. Begitu pula mereka.
Kepadamu. Memandang sisi baik nan menyenangkan yang kamu punya. Tanpa
mempertimbangkan apa yang sudah kamu lalui atau masalah apa yang sedang kamu
cari jalan keluarnya. Katakan saja, begitulah hidup berjalan.
Buat masa pendewasaan seorang manusia masalah
diberikan dan diciptakan. Direncanakan Tuhan untuk terjadi sekaligus menguji.
Seberapa kuat dan seberapa tangguh kamu berdiri. Tidak mudah tumbang apalagi
menyerah. Tidak begitu saja memutuskan untuk berhenti atau berbaring lemah.
Masalah diberikan Tuhan biar kamu jadi cerdas untuk menyelesaikan setiap
halnya. Pepatah banyak jalan menuju Roma ada benarnya. Begitu pula solusi buat
masalah yang kamu alami.
Jujur saja, mengatakannya memang jauh lebih mudah
ketimbang menjalaninya sendirian tanpa berbagi dengan orang lain. Tapi aku
sudah cukup sadar dan menumpahkannya sedikit demi sedikit disini. Aku mulai
paham bagaimana hadiah Tuhan yang tak pernah disangka-sangka datang bak kiriman
paket tak terduga. Belajarlah tulus dan polos menjalaninya. Biar tetap
melakukan yang terbaik dan tak mengharapkan imbalan selain menyadari banyak
pelajaran di belakang. Biar hadiah yang dterima bisa jadi hikmah dan limpahan
syukur yang bisa dinikmati disetiap sudutnya.
Jadi yang harus dilakukan sekarang adalah
mengembalikan hati dan pikiran ke tempat yang polos biar bisa melakukan yang
terbaik dan terus ikhlas dan tulus tanpa mengharapkan imbalan. Tetap
mempertahankan pola pikir dan kemampuan mempertimbangkan sebuah jalan biar bisa
memilih yang terbaik. Syukuri saja masalahmu. Biar Tuhan yang memilih hadiah
buatmu.
Selamat malam dunia, terimakasih sudah mendengarku.
Aku menyayangimu. Peluk cium dari atas tikar kelabu yang kujadikan alas serta
segelas air putih yang jadi teman mengembalikan jalannya syaraf kepala yang
mulai tak benar.