Tampilkan postingan dengan label Me Say. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Me Say. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Januari 2015

Tuhan.

Ujian yang dikasih Tuhan itu ngga jauh-jauh sama statistika. Kalo lu nanya kenapa jawaban gue sederhana. Ada banyak data yang Tuhan punya tapi kita engga yang dijadikan dasar atas seberapa susahnya ujian yang dikasih ke elu. Nah lu sendiri bahkan ngga paham kan data seperti apa yang dipunyai Tuhan. Sama gue juga engga paham. yang jelas Tuhan punya hitungan probabilitas sendiri yang menggambarkan keberhasilan lu melewati cobaan yang udah Dia kasih. Elu ngga bisa ngitung probabilitas keberhasilan elu. Kalo pun bisa nih ya, gue yakin ngga bakalan segampang ngitung probabilitas keluar mata dadu tiga dari 50 kali pelemparan yang lu lakuin. Jadi, ketimbang lu pusing nyari rumus buat ngitungnya, bakalan lebih efisien dan ekonomis buat lu untuk sekedar ngejalanin dan ikhlas tentunya  gue paham ini berat dan susah tapi lu tau sendiri kan ngga ada yang namanya probabilitas mutlak atau probabilitas sama dengan satu.

Sebenernya gue nulis ini buat gue sendiri. Buat ngingetin diri gue biar ngga lepas kendali dan terus fokus. Sekaligus belajar mencintai bidang ilmu yang lagi gue pelajari. Kalo ini juga berguna buat li sih gue ikut seneng. Seenggaknya gue ngga ngerasa sendirian karena dikasih cobaan dan seneng karena gue bisa bantu orang. Udah itu aja.

Kamis, 01 Januari 2015

(Short) Reflection

New years reflection !

It's the first time I make these things even I pass some new years before. I guess that I am growing old and getting mature so I think this reflection is not that bad to do. So I'll write some here.

Remember those letter I wrote before ? 2014 just spread some loves and magical things to me. I've never imagine that someone really comes as gift and a bomb at the same time. But yeah it really did this year. Love's just spread all over yet a heartbreak needs a home. I love one and I lose some. But I've learned.
This years too means some sadness and unlucky thing to me. Some troubles just come and go like a waterflow. Oh yeah I am enjoying it now. But still I am grateful to those smile that spreads everywhere. It just a simple matter yet so strong and important. So many friends and experience coming up. I just happy to see my private folder full of story I made.
Eventhough it's hard to let go a dream but I just convince myself that something big, new and cool is coming up so I could let go that dream. God may not believe me so He doesn't give me that dream. Maybe it's me who cannot take the responsibility of having that dream but it's okay. Cause I just planned to see them who ignore me in a wide and sincere smile. It's easier even sometimes it's still feel hard to let go. This just the first time I cry over  dream I couldn't have.

So I hope this coming up year gives me so many good things to do and have. Happy new year. Gonna write more tomorrow and the next day !

Cheers
Adheala Nathasya
January, 1 2015

Minggu, 21 Desember 2014

SMG-SBY

Kalimat menatapmu saja sudah cukup sama sekali tak benar. Kau tahu bahwa manusia tak pernah puas dengan satu hal dan tak banyak manusia yang bisa bersabar dengan kenyataan. Kau juga tahu bahwa akan ada banyak keinginan setelah aku mampu menatapmu berlama-lama seperti ini. Kau juga tahu bahwa selangkah lebih dekat denganmu akan berakhir dengan permintaan atau permohonan yang terkait hati. Kau juga tahu benar bahwa hati yang sudah meminta sulit sekali dilawan. Kalau aku memintamu menjadikan aku yang satu apa kau bisa mewujudkannya ? Kalau aku mau cuma aku yang ada di setiap harimu bagaimana ? Lalu kalau aku mau jadi yang terakhir buatmu kau bisa apa ?

-Adheala Nathasya
Sepasang mata di balik kaca, menatap jalanan Tuban entah memikirkan apa (re: I wish bisa frontal sebut nama)
20 Desember 2014, jalanan Tuban

Rabu, 17 Desember 2014

it's not like their stealing your dream to be them. but it's you the one who losing yours. life is fair. the word unfair just belongs to ungrateful people who can't accept the truth. you really think that you're okay. but you're definitely not. cause the losing matters is always hard to let go. you need to calm down and shout out loud that you're gonna be alright. and everythings gonna be okay. and you ? you'll be better soon and find the better warmy comfy suitable place for you tomorrow.

Senin, 17 November 2014

ruang rindu

katakan saja aku merindukanmu. amat singkat dan jelas. ketimbang aku harus memutar kepala memilih kata untuk menyampaikannya kepadamu. kau tahu bahwa aku sendiri belum menemuimu. jadi..
iya, katakan pada seluruh dunia kalau aku merindukanmu. sampai pagi ini. sejak hari lalu ketika kamu begitu saja datang dalam mimpiku. entah bagaimana menjadikan kenangan berputar bak film di bioskop dan sebuah senyuman tanpa alasan yang mengembang setelah aku terbangun dari tidurku.

lekas putuskan, sesegera mungkin kamu harus menemuiku. sebelum rinduku membuncah dan menelanku bulat-bulat lalu aku menghilang begitu saja.

Sabtu, 15 November 2014

random

people really looks perfect outside but once you know their flaws they no longer perfect. rather than blaming them for what they've done it's wiser to learn what they've done before. so you've get better without experiencing what they've experienced. moreover you have no bussiness to their lives.
you may don't get what they want but you know people sometimes ungrateful to things they've had. cause human natural characteristics is wanting more and more. you know it's good to achieve something better than before, but it's worse to knock on problem just because you want more.
things that really matter is how you do good to be good, being sincere and always grateful. right ?

-adheala nathasya
November, 15 2014

Senin, 10 November 2014

surat buat Tuhan

Tuhan, ini surat yang isinya tak jauh-jauh dari permintaan. aku belajar paham bahwa tempatku hari ini adalah yang terbaik darimu dan sesuai dengan keinginanku. Tuhan, aku belajar untuk tahu bahwa semua yang kukerjakan tidak ada yang berakhir dengan kata percuma. Tapi Tuhan, ada hal yang meski sudah kupikirkan belum bisa kulakukan dengan benar. Belajarku Tuhan, bantu aku untuk belajar dengan sungguh-sungguh di tempat ini biar aku mampu membuat bangga kedua orang tuaku. Itu saja Tuhan. aku sudah lelah dengan berbagai macam pinta yang memenuhi kepalaku. Tuhan, tolong kabulkan permintaanku kali ini Tuhan. Ini amat penting bagiku. Amiin ya Rabb~~

Jumat, 10 Oktober 2014

Surat untuk Tuhan, (mantan) Pacar dan yang sempat membaca



Aku tidak punya pikiran apa-apa untuk membuat sebuah tulisan malam ini. Belum larut sebernarnya, tapi kuis yang semoga saja tidak menjelang esok pagi membuatku sedikit sibuk. Harusnya aku belajar. Tapi aku mencuri waktu karena ide tak akan datang dua kali. Kalau kalian pikir ini surat cinta buat seorang mantan pacar kalian mungkin benar. Atau bisa jadi salah. Entahlah. Aku juga bingung dengan apa yang akan kutuliskan sebentar lagi. Kalian mungkin akan lebih tidak menyangka darimana ide ini berasal.
Entah ada angin apa ini surat buat (mantan) pacar yang sedang berjuang demi mimpinya. Semoga sukses ya kamuu. Sebelumnya terimakasih untuk tidak mempertahankan kita lebih lama dan menyebabkan luka yang sama-sama tidak kita inginkan. Hingga aku tidak perlu bersusah payah untuk diam diri di malam hari tanpa melakukan apapun selain berbaring di atas tempat tidur. Berpikir tentang apa yang sudah terjadi dan akan terjadi. Then overthinking as always. Terimakasih untuk tidak membiarkan aku merasakan hal itu. Aku sendiri sadar betapa akan banyak waktu dan energi yang terbuang sia-sia hanya untuk masalah sepele yang seandainya saja terjadi jika kita masih berlanjut.
Terimakasih untuk tidak saling menjadi beban dan berani untuk mengejar kepentingan sendiri lebih dulu. Aku dan kamu sama-sama tahu bahwa banyak hal yang lebih penting untuk diperjuangkan. Kamu dengan robotmu dan aku bersama tulisan-tulisanku. Semoga kamu sukses dengan apa yang kamu perjuangkan kemarin hingga hari ini. Ketidakberadaanku sama sekali tak pengaruh buatmu. Sudah jadi cerita lama.
Terimakasih karena sudah jadi pemacu secara tidak langsung. Bagaimanapun aku tak mau kalah darimu. Menghilangkan kita bukan hal yang sia-sia ternyata. Aku dan kamu mampu jadi lebih baik.
Syukur untuk Tuhan. Terimakasih karena Engkau memisahkan kami pada waktu yang tepat sebelum kami membuang lebih banyak waktu untuk hal yang sia-sia. Terimakasih karena menjadikan banyak pelajaran atas sebuah perpisahan dan menjadi lebih berani untuk mengejar mimpi setelahnya. Terimakasih untuk tidak membiarkan luka untuk tumbuh dalam ladang waktu yang kami sendiri tidak tahu batasnya. Terimakasih untuk setiap amanah besar yang diberikan biar kami mengerjar cita-cita serta menjadi lebih baik. Alhamdulillah.




Sabtu, 07 Juni 2014

How's life going (2)


Hello world ! How's your day ? Is it good ? Or it's just as usual ? Is there something special ?
I have been telling you that everyone has their own life as their pass through some problems too. There's always a reason behind. Some of it is better left unsaid but how can you find those reason ? How can you find the cause of those happening problems ?
Mereka bilang membicarakan banyak hal dengan saling bertatap muka adalah hal yang paling mudah dilakukan. Paling efektif untuk menemukan kebenaran dan kejujuran. Paling mudah digunakan untuk menemukan alasan tersembunyi. Mereka juga bilang mata tak pernah berbohong. Semudah mulut yang bisa saja bicara seenaknya. Hati tak begitu. Dan mata menceritakannya dengan baik. Lalu bagaimana dengan mereka yang tak mampu membaca mata lawan bicaranya ? Atau tak mampu menatap mata lawan bicaranya hanya karena mengatakan apa yang ingin ia jelaskan sudah sangat sulit buatnya.
Amarah mungkin berhasil mengeluarkan setiap alasan dibalik semuanya. Air mata juga bisa jadi hal paling ampuh ketika seseorang tak menemukanderetan paragraf yang tepat untuk menceritakan ceritanya. Tawa yang diumbar diluar sana jadi pengusir setiap penat dan sesak yang bergumul di kepala karena tak ada waktu yang paling pas untuk menceritakannya. Apa saja. Asal semua perasaan terekspresikan dengan baik. Tak apa. Itu saja.
Lalu bagaimana dengan mereka yang susah payah menyimpan semuanya. Sedikit membaginya. Dan tak mampu mengekspresikan tiap ceritanya lewat rangkaian emosi yang seorang manusia punya ? Sama sekali tak merasa bahwa dikepalanya sudah bergumul awan-awan gelap yang siap berubah jadi hujan. Hebatnya lagi masih bertahan dan tak tumbang meski sadar bahwa sudah menempuh jalan dengan langkah yang terseok-seok. Harus apa mereka ? Sudah sekuat apa mereka melewatinya ?
Pasti ada jalan untuk menemukan tiap alasan dan tiap sebab atas sebuah masalah. Semudah mengatakannya. Sesulit menemukannya. Sesulit mengakuinya dan terbuka buat tiap penyebab dan alasannya. Sesusah melapangkan hati dan melebarkan telinga mendengar kalimat-kalimat yang menggambarkan penyebabnya. Sudahlah. Semuanya memang tak mudah tapi pasti ada jalan. Seperti semut yang selalu menemukan makanannya. Seperti mempelajari materi matriks ruang vektor hari ini. Semangatlah. Berpikirlah positif. Tuhan tak pernah memberi sesuatu yang tak bisa kamu tangani. Itu saja. Sederhana kan ? Terimalah. Kamu bisa.
Selamat malam dunia. Jangan lelah dulu sebelum aku benar-benar dewasa.

Jumat, 06 Juni 2014

How's life going


Hi world ! How have you been ? Have you been doing great all these time ? Guess so. Need to talk to you sometimes. Like I have been doing when I don't know who should I talk to. Or talking about random things. Something I realized lately. And I want to talk to you this time.
Everybody has their own life problems. Begitupun aku. Sesempurna apapun mereka memandang hidupku sesempurna itu pula aku memandang hidup mereka.
Tiap manusia pasti punya sesuatu untuk dikeluhkan atau sekedar dipikirkan berulang-ulang. Bukan tentang seberapa berat masalah itu untuk dikeluhkan lalu dibanding-bandingkan dengan masalah orang lain. Hidup orang lain memang terlihat jauh lebih menyenangkan ketimbang hidup yang kamu jalani. Memang seperti itulah hidup yang sedang kamu lalui. Tapi yaa sadari saja bahwa kamu hanya memandang sisi baik yang mereka punya. Sisi menyenangkan yang mereka lalui atau hal apa yang mereka punyai tapi tidak kamu punya.
Coba sesekali jujur pada dirimu sendiri bahwa yang kamu inginkan hanyalah sisi menyenangkan tanpa mempertimbangkan sisi buruk yang mereka punya. Waktu-waktu sulit yang sudah mereka lalui. Atau bahkan perjuangan mereka untuk mendapatkan apa yang mereka genggam hari ini. Begitu pula mereka. Kepadamu. Memandang sisi baik nan menyenangkan yang kamu punya. Tanpa mempertimbangkan apa yang sudah kamu lalui atau masalah apa yang sedang kamu cari jalan keluarnya. Katakan saja, begitulah hidup berjalan.
Buat masa pendewasaan seorang manusia masalah diberikan dan diciptakan. Direncanakan Tuhan untuk terjadi sekaligus menguji. Seberapa kuat dan seberapa tangguh kamu berdiri. Tidak mudah tumbang apalagi menyerah. Tidak begitu saja memutuskan untuk berhenti atau berbaring lemah. Masalah diberikan Tuhan biar kamu jadi cerdas untuk menyelesaikan setiap halnya. Pepatah banyak jalan menuju Roma ada benarnya. Begitu pula solusi buat masalah yang kamu alami.
Jujur saja, mengatakannya memang jauh lebih mudah ketimbang menjalaninya sendirian tanpa berbagi dengan orang lain. Tapi aku sudah cukup sadar dan menumpahkannya sedikit demi sedikit disini. Aku mulai paham bagaimana hadiah Tuhan yang tak pernah disangka-sangka datang bak kiriman paket tak terduga. Belajarlah tulus dan polos menjalaninya. Biar tetap melakukan yang terbaik dan tak mengharapkan imbalan selain menyadari banyak pelajaran di belakang. Biar hadiah yang dterima bisa jadi hikmah dan limpahan syukur yang bisa dinikmati disetiap sudutnya.
Jadi yang harus dilakukan sekarang adalah mengembalikan hati dan pikiran ke tempat yang polos biar bisa melakukan yang terbaik dan terus ikhlas dan tulus tanpa mengharapkan imbalan. Tetap mempertahankan pola pikir dan kemampuan mempertimbangkan sebuah jalan biar bisa memilih yang terbaik. Syukuri saja masalahmu. Biar Tuhan yang memilih hadiah buatmu.
Selamat malam dunia, terimakasih sudah mendengarku. Aku menyayangimu. Peluk cium dari atas tikar kelabu yang kujadikan alas serta segelas air putih yang jadi teman mengembalikan jalannya syaraf kepala yang mulai tak benar.

Rabu, 28 Mei 2014

To : Dhea's Strongest Superman Ever


Dear the strongest superman I’ve ever had.

It may be the letter I wrote to you for the many times I’ve had. You may read it when I just write it or when I just think of it. Then you may know how do I do here. Yeah, I’m not doing really well here. I just found some hard times for being independent here. I don’t really need to tell you how much I miss you and how I miss those times we spent together. No, I’m not going to cry tonight. I want to tell you something. Since I have no courage to say something to you. I do really know how you keep it all and just spit something good to me. I don’t really remember how many times we could talk just by ourselves. But you’ll always know that I do really loves you. To the moon and back. Since I’m here till I back.

The girl you raise together with the second woman you loves is growing. Being mature from the second to the hours. I’m not mad when you called her the second woman you loves cause the first is your mother. And I wish that I’m the third. Soon I’ll be a woman. I’m just nineteen years old today. But you always pray for the long live. And a nineteen years old girl is thinking much and much each day. For her better life. For those things she wants to do in the future. For those thing she wants to give for people around her. For those things she wants to do a lot. For the one she loves may be ..

Ah it’s getting hard to say these things to you. I want to throw it out but I just writing the prologue more and more. Want you to understand how much I miss you. It will be that long if I keep telling you how much I miss you. I just believe in you that you love me no matter what. Even you haven't telling me that. Sometimes it's better left unsaid and you just show me how much you love me by raising me this well.

Two months before may be the best time I've ever had by staying beside a boy. It's already end by the way. No matter what it's just happening and I'm letting it go. With no regret cause I know someone telling me best answer. And God just giving more, making a good plan and blow it like a happening magic. He just treats me well. All I need to say is thanks for those happy and good time he and I spent together. And sorry for those hard times I gave. I would not ask him for the promise you had to me. It's just okay. Sometimes people forget about what they have said. Me too. Isn't it ?

These day another one keep asking me of what kind of relationship I would have by now. I do surprise of the things he asked me about. I don't really think about it before. But because someone has asking me than I think of it. Ah I said, yeah what kind of relationship I do want by now ? I haven't telling him but I am done writing it. I don't know whether I post it or not. He is getting serious more and more without any reason. I just realize how much he change back then. I just know how good he is now. As life goes on he had those hard times. I am being the reason of one of it. He just telling me the good things. Asking some serious question in the middle of the night than fall asleep. Leaving me with those question hanging up there. Well, does he really into his question dad ? Is he the right one ?

I have my time to think of it. Because I know how precious a man like he is. Just like how precious you are to me right now. He keeps telling me to pray every morning since I met him. I just started to call him in the middle of talking to the God. I started to positive that he can be the one as he positive too. He just asking some question dad. Than, would you answer it for me ? Than tell me is he the right one ? Can I stay beside him ?

I have my time to think that I would crying on him as the time before. Cause he deserves this. Just like you. I won't loose him like the time I had before. He is that precious that I started to believe than he can bring me better and better. We're just going to wait how the story is going. I hope that he'll be the one cause I'm not playing around with him. Yes daddy, this little girl is going to have a serious one. I just see that he's trying hard to going well with God. Than everything will be okay later. Don't you thinks so ? I just think that way hehee.

I am going to have some sleeps because it's just late to take some nap. I have some classes and a test on the day. Could you please tell the God to make me staying beside him ? But you could do it when you agree of what I think daddy. Just take your time to think of it. Cause I'm in the middle of time enjoying these stories. So, bye ! Love you to the moon and back :*
a little girl named dhea :)



Sabtu, 24 Mei 2014

Bicara kepada dunia


Selamat malam dunia ! Tidak, aku tidak sedang menyapa dunia yang seringkali kusebut-sebut dalam ceritaku yang sudah-sudah. Aku sedang menyapa dunia yang sebenarnya. Tempat yang sampai saat ini menurutku paling luas diantara tempat yang lainnya. Sepertinya pikiranku sedang kacau sekali malam ini. Aku tahu apa alasannya,tapi aku akan tetap mengatakan aku tak tahu dan aku baik-baik saja meski kenyataannya aku sedang tidak baik-baik saja.
Baiklah, kedengarannya memang aku sedang sangat lemah dan melebih-lebihkan sesuatu yang sedang terjadi. Tak apa dunia, kau boleh mengejekku begitu saja. Aku akan menerimanya. Aku tak akan menggerutu atau marah kepadamu seperti biasanya. Aku sudah kehabisan tenaga untuk melakukannnya. Aku bahkan mulai mengkhawatirkan bagian diriku yang menanggapi banyak hal tanpa ekspresi apapun. Bukan aku yang dengan seenaknya cemberut ketika ada hal yang tak sesuai rencanaku. Aku lebih banyak menerimannya dan mengalah. Aku yang biasanya cengeng untuk sebuah drama dan cerita sekarang sudah tidak melakukannya. Biasa saja. Ini sangat bukan aku. Tapi tak apa, emosiku lebih bisa dikendalikan belakangan ini.
Baiklah dunia kau boleh menertawakanku dengan keadaanku hari ini. Aku patah hati. Tertawalah sekencang-kencangnya dunia. Aku yang biasanya nampak kuat akhirnya tumbang juga. Hanya karena seseorang yang mulai dipertanyakan keberadaannya dan hatinya belakangan ini. Sudahlah dunia, kau tahu pasti orangnya. Aku tak perlu menyebutkan sebuah nama dihadapanmu. Kau mengenalnya dan bersahabat dengan segala rahasia serta cerita yang disimpannya sendiri.
Aku heran dunia, aku bahkan tak menangis buat hati yang patah seperti ini. Semoga saja hati yang patah masih bisa diperbaiki. Biar aku bisa tertawa lepas lagi dan mengabaikan kenangan yang sudah dilewati. Aku bahkan bingung bagaimana menceritakannya. Tapi aku berhasil menumpahkannya malam ini. Diantara langit malam yang berbalik jadi terang menyambut hari yang sudah berganti. Detik jam digital yang berdenting perlahan menunjukkan pukul sebelas lewat tiga puluh menit lebih. Ceritanya baru saja dimulai. Mencapai klimaks lalu dibubarkan waktu untuk pulang. Ditemani sebotol soda yang diminum tiga orang bersamaan. Dengan ekspresi wajah yang berubah-ubah serta tawa yang menyertai cerita. Rasa ingin tahu yang bisa menjadikan obrolan pertama bukanlah alasan untuk saling menukar cerita hati. Dan begitulah dunia, cerita lama yang dibiarkan begitu saja menyita perhatian dengan amat sangat menyiksa. Biarlah saja. Selesaikan jika bisa. Tutup saja jika memang tidak ada lagi yang perlu dikatakan. Begitukah dunia ? Sayangnya aku belum ikhlas sepenuhnya. Tertawakan aku yang sok tegar kali ini dunia. Aku terjatuh juga. Akhirnya.
Tampaknya ada tempat yang salah kutempati. Harusnya aku tidak disini. Sebaiknya aku lekas pergi. Begitukah dunia ? Ah sudahlah.
Selamat malam dunia, semoga harimu menyenangkan. Jangan lelah dulu sampai aku memulai cerita yang lain. Tunggu aku sampai aku mampu mencapaimu ! Doakan aku dunia, aku akan baik-baik saja. Pasti !

Minggu, 09 Maret 2014

(Late) Birthday Story


The biggest thanks is going to my mom for giving me birth and taking care of me till this day. The second is for those girls for reminds me the taste of friendship. The third is for him who send me the text. All thanks is going to all of youu guys. The greatest one for Allah for giving such of these day in my life.
You ? ah yes you. One of the twin. Thanks for giving me a packet  of surprise. A packet of birthday party. A tart, gift and some persons living in my heart. Terimakasih sekali sudah menjadikan sebuah hari di bulan Februari menjadi hari yang lebih spesial dari tahun-tahun sebelumnya dengan membawa serta mereka. terimakasih untuk sebuah boneka yang masih rapi tersimpan di dalam kotak dan sebuah boneka yang kubawa kemana-mana. Terimakasih meski aku tidak merasa begitu spesial untuk diberi ini semua. Tapi tetap saja terimakasih :)
Jika mudah bagiku untuk memelukmu aku memilih untuk melakukan hal itu ketimbang susah-susah mencari waktu menuliskan hal ini. Aku bukannya sok sibuk. Hanya saja aku dan kamu sama-sama tahu ada hal lain yang harus dikerjakan dan tidak bisa ditunda.
Cerita setelahnya ? ah yaa apa yang sering mereka tanyakan kepadaku dan kepadamu secara terpisah. Ada apa ? menurutmu ada apa ? memangnya aku bisa menjawab apa ? aku tidak sedang memutar russian roulette untuk mendapatkan angka keberuntunganku lalu  memenangkan hatimu. Perempuan mana yang berani bermain-main dan bermain lotre buat sebuah hati ?
Aku sudah mulai berani berharap dengan apa yang sedang terjadi. Tapi aku tidak berani untuk terbnag terlalu tinggi. Aku dan kamu sama-sama tidak sedang mengejar burung di angkasa. Atau malah hendak memetik bintang yang bentuknya sempurna dari kejauhan saja. Arti kata terserahmu aku tak tahu, tapi terserahku kali ini bernama ya. Hanya saja aku seorang perempuan yang tidak berani mengatakannya hanya karena sebuah benda yang menempel di kepalaku bernama hijab.
Terimakasih buatmu yang sudah repot-repot memesan kue tart buatku di bakery tempat kita membeli tart buat seorang teman malam sebelumnya. Terimakasih buat hal yang tidak bisa kukujelaskan satu-satu. Maaf buat hal-hal yang mungkin membuatmu terkejut dan berpikir akan apa yang sedang terjadi.

 

Sabtu, 08 Maret 2014

Late night story


Late night story ? | mungkin saja
Pernah tidak kamu pertama kali bertemu dan beberapa detik kemudian diajak berkomitmen ? | pernah, hal ini baru saja terjadi kepadaku. Beberapa saat yang lalu. Dikolong langit. Di sebuah tempat yang menurutku terlalu menakutkan untuk didatangi. Tepat di antara angin malam yang berhembus tak terasa. Di bawah langit oranye keunguan lewat sebelas malam kota Surabaya.
Pernah tidak kamu disuguhi cerita paling dalam dari orang yang baru saja kamu kenal ? | sebelumnya memang tidak pernah terpikir olehku. Kenyataannya itu baru saja terjadi. Aku mendengarkannya dengan sungguh-sungguh. Tanpa tatapan mata yang lurus ke arah sang pencerita. Dengan kedua mata yang menatap jauh ke arah lampu-lampu kota yang masih menyala hingga subuh nanti.
Pernah tidak kamu melihat sahabat dekatmu yang biasanya amat sangat cerewet mendadak diam dan nyaris menangis hanya dengan apa yang akan dia lakukan ke depannya ? | sayangnya aku baru saja menyaksikannya sendiri. Dia bahkan tidak bisa berkata apa-apa. Tapi air mata di sudut matanya menceritakan kepadaku bahwa dunianya selama ini lebih terbatas dari duniaku. Senyumnya yang penuh keraguan menyadarkanku bahwa ia sendiri tidak tahu apa yang harus ia pikirkan. Dunia yang tadinya tenang menjadi berbalik arah. Bahkan mungkin lebih parah dari sensasi serangan orbit yang tiba-tiba berkunjung dan mengubah pusat rotasinya.
Jadi, apa ceritamu malam ini ? | sesak yang mendera beberapa hari yang lalu mungkin menemukan jawabannya malam ini. Tuhan sedang berbaik hati dengan membawaku ke kolong langit. Hamparan oranye keunguan serta sepoi-sepoi yang kuabaikan. Melagu, bercerita dan bertemu orang baru. Jebakan korlas aku menamainya.  Tugas yang membawaku ke tempat yang tidak pernah terpikirkan olehku. Tempat yang menurutku menakutkan untuk dikunjungi. Sedetik dua detik urusan kewajiban selesai. Tiga detik empat detik tak bisa langsung pulang. Lima detik enam detik duduk dan berkenalan. Tujuh detik delapan detik tidak tahu harus berkomentar apa. Sembilan detik sepuluh detik sudah lupa niatan untuk pulang. Kolong langit yang nampak sulit dijangkau dengan bawahan hitam model A. Kenyataannya aku naik saja. Lalu tidak menyesal meski tahu akan susah untuk kembali memijak bumi setelah tinggal beberapa saat di kolong langit. Aku pun belajar. Aku pun mendengar. Aku pun bernyanyi. Sesakku hilang ditelan bumi.
                Namanya Mba Iis, asing memang. Tapi perempuan itu pula yang akhirnya membuatku berkomitmen untuk fast track ke Perancis dua setengah tahun lagi. Menambah komitmenku untuk berangkat umroh tahun depan dengan mama menggunkan uangku sendiri. Tidak mungkin ? ah siapa bilang. Menceritakannya akan berbuah lemparan doa dan pengingat bahwa ada yang harus dicapai dalam waktu dekat. Mencambukku dengan catatan-catatan mimpi yang dicoret sekaligus digantinya dengan mimpi yang baru di sebuah agenda merah muda. Mengunjungi sekretariat himpunan memang menyenangkan selama mereka yang menyambutmu benar-benar memikirkan bahwa kamu adalah anggota keluarga baru yang layak diajak bicara dan mendekat.
                Cerita selanjutnya diisi seorang lelaki bernama Catur Budi yang entah kenapa punya kisah yang mirip denganku. Dikalahkan musuh yang terlihat sama sekali tak punya potensi untuk mengalahkan. Bahkan dikatakan mengancam pun tidak. Kecewa ? tentu saja lelaki berkulit cokelat itu kecewa. Dihabiskan dalam sebuah pelajaran oleh Mba Iis. Jangan kecewa. Beri tuhan waktu untuk berpikir apa yang pantas kamu dapatkan setelah apa yang kamu berikan pada orang lain. Sama dengan hukum Newton ketiga, apa yang kamu keluarkan akan kembali kepadamu. Hari ini kamu boleh kalah. Tapi keikhlasanmu untuk menerima kekalahan itu dibalas hadiah yang besar oleh Tuhan esok lusa.
                Sederhana itu yang paling mengancam. Perubahan kecil yang dihargai bisa jadi lebih berarti dari sebuah perubahan besar nan biasa. Tapi tuhan tau jalanmu,mana yang baik dan amna yang buruk bagimu. Tuhan mengarahkanmu. Semangatlah. Berikan kebaikanmu ke orang lain. Keluarlah dari zona nyaman. Bertemulah dengan orang baru. Apa yang kamu rasakan hari ini bisa jadi hal yang baik esok. Sebuah bayaran.
7-8 maret 2014 00.34 WIB
Sekretariat HIMASTA – ITS Lt 3
Mba Iis, Mas Cabud, Mas Dias, Mba Faza, Imam, Nada, Sendy, Aldi, Aul, Mas Irwan, Mas Ian, Mas Gentong, Mas Galon, Mas Fian dan Mas Mba yang namanyya tidak bisa saya ingat dengan baik

Kamis, 06 Februari 2014

Semoga


Semoga, ya semoga saja ini jadi salah satu jalan. Tuhan tahu. Tuhan pasti tahu. Ah tidak, aku tidak sedang membicarakan dia. Ini hanya salah satu kegilaanku sejak lama. Menjadikan selembar kertas putih menjadi kehitaman karena huruf-huruf kecil yang tertata tak beraturan di atasnya.
Semoga, ya semoga saja. Semoga ini tak hanya jadi kebiasaan gila yang selalu kulakukan. Semoga saja ini jadi jalan lain yang bisa jadi sebuah tebusan atas sebuah kesalahan. Semoga saja ini tak hanya harapan. Semoga ini jalan yang diberikan Tuhan. Semoga bukan hanya semoga ..

Selasa, 07 Januari 2014

Aku (kadang tidak) baik-baik saja, (kadang tidak) semua akan baik-baik saja


Ini aku yang selalu menyebutnya baik-baik saja. Aku bahkan hampir tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Aku bahkan menyebut ini akan baik-baik saja meski aku tahu aku sama sekali tidak baik-baik saja. Entah ini hanya untuk membuat orang lain tak khawatir atau memang hanya sekedar menenangkan kekhawatiranku atas keadaanku sendiri. Aku tak pernah berkata aku sakit sekalipun aku sakit. Mereka pun tak pernah tahu jika aku mengatakan aku sakit sejauh apa sakit yang menderaku. Jika saja mereka tahu susah payah aku menyembunyikannya. Tentu saja kadang aku menangis sendirian ketika benteng pertahananku kolaps dan kertas-kertasku penuh dengan setiap kata yang tak pernah muncul dari mulutku.

Kamis, 02 Januari 2014

Adheala (masih) sayang


I don't know the day we separate but I do remember the day we met for the first time. 

Rabu, 25 Desember 2013

Me :

apa yang jadi kebiasaan kemudian

ditinggalkan itu kadang menyakitkan

Me :

buat yang seribu seratus sepuluh hari lebih ini aku belajar buat ikhlas dan ngelepasin semuanya. bakalan baik-baik aja kan ? bakalan ada yang lebih baik kan ?

Selasa, 24 Desember 2013

salam buat dunia

hai dunia, apa kabar ? kau tau aku akan selalu baik-baik saja sebanyak apapun konspirasimu menyudutkanku :)
 
A's Journal Blogger Template by Ipietoon Blogger Template