Sabtu, 24 Mei 2014

Bicara kepada dunia


Selamat malam dunia ! Tidak, aku tidak sedang menyapa dunia yang seringkali kusebut-sebut dalam ceritaku yang sudah-sudah. Aku sedang menyapa dunia yang sebenarnya. Tempat yang sampai saat ini menurutku paling luas diantara tempat yang lainnya. Sepertinya pikiranku sedang kacau sekali malam ini. Aku tahu apa alasannya,tapi aku akan tetap mengatakan aku tak tahu dan aku baik-baik saja meski kenyataannya aku sedang tidak baik-baik saja.
Baiklah, kedengarannya memang aku sedang sangat lemah dan melebih-lebihkan sesuatu yang sedang terjadi. Tak apa dunia, kau boleh mengejekku begitu saja. Aku akan menerimanya. Aku tak akan menggerutu atau marah kepadamu seperti biasanya. Aku sudah kehabisan tenaga untuk melakukannnya. Aku bahkan mulai mengkhawatirkan bagian diriku yang menanggapi banyak hal tanpa ekspresi apapun. Bukan aku yang dengan seenaknya cemberut ketika ada hal yang tak sesuai rencanaku. Aku lebih banyak menerimannya dan mengalah. Aku yang biasanya cengeng untuk sebuah drama dan cerita sekarang sudah tidak melakukannya. Biasa saja. Ini sangat bukan aku. Tapi tak apa, emosiku lebih bisa dikendalikan belakangan ini.
Baiklah dunia kau boleh menertawakanku dengan keadaanku hari ini. Aku patah hati. Tertawalah sekencang-kencangnya dunia. Aku yang biasanya nampak kuat akhirnya tumbang juga. Hanya karena seseorang yang mulai dipertanyakan keberadaannya dan hatinya belakangan ini. Sudahlah dunia, kau tahu pasti orangnya. Aku tak perlu menyebutkan sebuah nama dihadapanmu. Kau mengenalnya dan bersahabat dengan segala rahasia serta cerita yang disimpannya sendiri.
Aku heran dunia, aku bahkan tak menangis buat hati yang patah seperti ini. Semoga saja hati yang patah masih bisa diperbaiki. Biar aku bisa tertawa lepas lagi dan mengabaikan kenangan yang sudah dilewati. Aku bahkan bingung bagaimana menceritakannya. Tapi aku berhasil menumpahkannya malam ini. Diantara langit malam yang berbalik jadi terang menyambut hari yang sudah berganti. Detik jam digital yang berdenting perlahan menunjukkan pukul sebelas lewat tiga puluh menit lebih. Ceritanya baru saja dimulai. Mencapai klimaks lalu dibubarkan waktu untuk pulang. Ditemani sebotol soda yang diminum tiga orang bersamaan. Dengan ekspresi wajah yang berubah-ubah serta tawa yang menyertai cerita. Rasa ingin tahu yang bisa menjadikan obrolan pertama bukanlah alasan untuk saling menukar cerita hati. Dan begitulah dunia, cerita lama yang dibiarkan begitu saja menyita perhatian dengan amat sangat menyiksa. Biarlah saja. Selesaikan jika bisa. Tutup saja jika memang tidak ada lagi yang perlu dikatakan. Begitukah dunia ? Sayangnya aku belum ikhlas sepenuhnya. Tertawakan aku yang sok tegar kali ini dunia. Aku terjatuh juga. Akhirnya.
Tampaknya ada tempat yang salah kutempati. Harusnya aku tidak disini. Sebaiknya aku lekas pergi. Begitukah dunia ? Ah sudahlah.
Selamat malam dunia, semoga harimu menyenangkan. Jangan lelah dulu sampai aku memulai cerita yang lain. Tunggu aku sampai aku mampu mencapaimu ! Doakan aku dunia, aku akan baik-baik saja. Pasti !

 
A's Journal Blogger Template by Ipietoon Blogger Template