Jumat, 10 Oktober 2014
Surat untuk Tuhan, (mantan) Pacar dan yang sempat membaca
Aku tidak punya pikiran apa-apa untuk membuat sebuah tulisan malam ini. Belum larut sebernarnya, tapi kuis yang semoga saja tidak menjelang esok pagi membuatku sedikit sibuk. Harusnya aku belajar. Tapi aku mencuri waktu karena ide tak akan datang dua kali. Kalau kalian pikir ini surat cinta buat seorang mantan pacar kalian mungkin benar. Atau bisa jadi salah. Entahlah. Aku juga bingung dengan apa yang akan kutuliskan sebentar lagi. Kalian mungkin akan lebih tidak menyangka darimana ide ini berasal.
Entah ada angin apa ini surat buat (mantan) pacar yang sedang berjuang demi mimpinya. Semoga sukses ya kamuu. Sebelumnya terimakasih untuk tidak mempertahankan kita lebih lama dan menyebabkan luka yang sama-sama tidak kita inginkan. Hingga aku tidak perlu bersusah payah untuk diam diri di malam hari tanpa melakukan apapun selain berbaring di atas tempat tidur. Berpikir tentang apa yang sudah terjadi dan akan terjadi. Then overthinking as always. Terimakasih untuk tidak membiarkan aku merasakan hal itu. Aku sendiri sadar betapa akan banyak waktu dan energi yang terbuang sia-sia hanya untuk masalah sepele yang seandainya saja terjadi jika kita masih berlanjut.
Terimakasih untuk tidak saling menjadi beban dan berani untuk mengejar kepentingan sendiri lebih dulu. Aku dan kamu sama-sama tahu bahwa banyak hal yang lebih penting untuk diperjuangkan. Kamu dengan robotmu dan aku bersama tulisan-tulisanku. Semoga kamu sukses dengan apa yang kamu perjuangkan kemarin hingga hari ini. Ketidakberadaanku sama sekali tak pengaruh buatmu. Sudah jadi cerita lama.
Terimakasih karena sudah jadi pemacu secara tidak langsung. Bagaimanapun aku tak mau kalah darimu. Menghilangkan kita bukan hal yang sia-sia ternyata. Aku dan kamu mampu jadi lebih baik.
Syukur untuk Tuhan. Terimakasih karena Engkau memisahkan kami pada waktu yang tepat sebelum kami membuang lebih banyak waktu untuk hal yang sia-sia. Terimakasih karena menjadikan banyak pelajaran atas sebuah perpisahan dan menjadi lebih berani untuk mengejar mimpi setelahnya. Terimakasih untuk tidak membiarkan luka untuk tumbuh dalam ladang waktu yang kami sendiri tidak tahu batasnya. Terimakasih untuk setiap amanah besar yang diberikan biar kami mengerjar cita-cita serta menjadi lebih baik. Alhamdulillah.
Label:
GreatMoment,
just for you,
Me Say