Tampilkan postingan dengan label GreatMoment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GreatMoment. Tampilkan semua postingan
Jumat, 10 Oktober 2014
Surat untuk Tuhan, (mantan) Pacar dan yang sempat membaca
Aku tidak punya pikiran apa-apa untuk membuat sebuah tulisan malam ini. Belum larut sebernarnya, tapi kuis yang semoga saja tidak menjelang esok pagi membuatku sedikit sibuk. Harusnya aku belajar. Tapi aku mencuri waktu karena ide tak akan datang dua kali. Kalau kalian pikir ini surat cinta buat seorang mantan pacar kalian mungkin benar. Atau bisa jadi salah. Entahlah. Aku juga bingung dengan apa yang akan kutuliskan sebentar lagi. Kalian mungkin akan lebih tidak menyangka darimana ide ini berasal.
Entah ada angin apa ini surat buat (mantan) pacar yang sedang berjuang demi mimpinya. Semoga sukses ya kamuu. Sebelumnya terimakasih untuk tidak mempertahankan kita lebih lama dan menyebabkan luka yang sama-sama tidak kita inginkan. Hingga aku tidak perlu bersusah payah untuk diam diri di malam hari tanpa melakukan apapun selain berbaring di atas tempat tidur. Berpikir tentang apa yang sudah terjadi dan akan terjadi. Then overthinking as always. Terimakasih untuk tidak membiarkan aku merasakan hal itu. Aku sendiri sadar betapa akan banyak waktu dan energi yang terbuang sia-sia hanya untuk masalah sepele yang seandainya saja terjadi jika kita masih berlanjut.
Terimakasih untuk tidak saling menjadi beban dan berani untuk mengejar kepentingan sendiri lebih dulu. Aku dan kamu sama-sama tahu bahwa banyak hal yang lebih penting untuk diperjuangkan. Kamu dengan robotmu dan aku bersama tulisan-tulisanku. Semoga kamu sukses dengan apa yang kamu perjuangkan kemarin hingga hari ini. Ketidakberadaanku sama sekali tak pengaruh buatmu. Sudah jadi cerita lama.
Terimakasih karena sudah jadi pemacu secara tidak langsung. Bagaimanapun aku tak mau kalah darimu. Menghilangkan kita bukan hal yang sia-sia ternyata. Aku dan kamu mampu jadi lebih baik.
Syukur untuk Tuhan. Terimakasih karena Engkau memisahkan kami pada waktu yang tepat sebelum kami membuang lebih banyak waktu untuk hal yang sia-sia. Terimakasih karena menjadikan banyak pelajaran atas sebuah perpisahan dan menjadi lebih berani untuk mengejar mimpi setelahnya. Terimakasih untuk tidak membiarkan luka untuk tumbuh dalam ladang waktu yang kami sendiri tidak tahu batasnya. Terimakasih untuk setiap amanah besar yang diberikan biar kami mengerjar cita-cita serta menjadi lebih baik. Alhamdulillah.
Label:
GreatMoment,
just for you,
Me Say
Minggu, 29 Juni 2014
Today's Lecture
Life
is so unfair, it's always said when people don't get what they want. Truly life
is just fair. Layaknya tuhan dengan gagah mengaturnya. Keadaan sudah berbalik
rupanya. Hanya saja aku masih gagal mengerti bagaimana anugerah sejak lahir
mengalahkan kerja keras. Tertawakan saja. Dengan keras jika perlu. Aku belajar
untuk baik-baik saja. Seperti biasanya. Hanya saja aku akan belajar jujur pada
diriku sendiri kali ini. Bahwa aku tak baik-baik saja. Dengan keadaan. Dengan
kenyataan. Dengan kehidupan yang kujalani hari ini.
Life
is so unfair. Alasan dibalik itu semua adalah karena manusia dengan naifnya
membandingkan backstage hidup sendiri dengan mainstage orang lain.
Membandingkan setiap kekurangan yang dimiliki dirinya sendiri dengan kelebihan
yang sudah susah payah dibangun orang lain manusia hanya terlalu naif. Terlalu
polos buat menyadari seberapa banyak kehidupan mengajarinya tentang keadilan.
Terlalu berlgak untuk sadar betapa hidup sudah membangunkannya selama ini.
Begitulah manusia.
Label:
belajar nulis,
GreatMoment,
just for you
Kamis, 19 Juni 2014
Today's Lecture
Minggunya perkuliahan sudah habis memang. Waktunya melepaskan diri dari jeratan data dan pemrograman semester ini. Serta panas sesaknya ibukota provinsi. Pulang sejenak menyelesaikan urusan. Didesak kepentingan yang terabaikan. Tetap saja tak mau kembali meski sudah diminta. Maaf saja, ada berkas yang harus diselesaikan disini.
Katakan saja ini terlalu malam untuk dapat perkuliahan. Anggap saja mendadak jadi anak kelautan yang punya jadwal jam delapan malam. Bukan data yang dibahas malam ini. Tapi hidup yang terus bergulir dan tak berhenti sampai disini.
Mulanya dikatakan terlalu muda untuk kehilangan. Tapi, siapa yang selalu siap buat kehilangan ? Sedewasa apapun ia, setua apapun usianya. Aku ingat jelas betapa kalimat itu terlontar santai bahwa hidupku masih lebih menyenangkan, ditinggalkan di usia yang tidak terlalu muda. Empat belas tahun. Bagiku sama saja, kehilangan itu tak menyenangkan. Sama sekali. Sedewasa apapun aku. Setua apapun usiaku. Tak pernah ada persiapan matang buat kata kehilangan. Lagipula, bukannya lebih enak untuk tak merasa kehilangan ?
Tapi tenang saja, malaikat Tuhan sudah siap siaga di segala penjuru menahan sebuah kejatuhan. Memberikan bahu serta memanjangkan tangan Tuhan yang siap sedia untuk membantu. Jadi yaa, lalui saja. Jalani apa adanya. Sembari terus menunduk dan menengadah meminta sebuah keberkahan dari suatu kehilangan. Menjadikanmu pengharapan serta memikul beban tanggung jawab yang lebih dan lebih biar kamu mampu dan jadi seperti yang Ia inginkan. Memperkuat hati serta niatmu dengan caranya sendiri. Mengambil apa yang sudah Ia titipkan sebelumnya kepadamu.
Jangan lelah meski ini berat untuk dijalani. Jangan pernah lupa dengan malaikat segala penjuru itu. Jangan berhenti menunduk dan menengadah. Selesaikan mimpimu. Sambut bahagia kedua orang tuamu meski tinggal satu yang disisimu. Jangan lelah dan patah dulu. Jalan dihadapanmu masih terlalu panjang untuk dikeluhkan. Jangan lelah buat percaya keajaiban. Jangan lupa untuk membuat keajaiban.
Tanpa disadari hidup yang kau gerutui hari ini adalah hidup yang menginspirasi orang lain. Hidup yang sedang kau keluhkan hari ini adalah hidup yang jadi kebanggaan orang lain, yang banyak dielu-elukan dengan alasan, yang jadi pengharapan orang lain buat lebih dari apa yang kau punyai hari ini. Jangan keburu lelah untuk berlari. Jalan masih panjang untuk menyerah di sebuah awal. Bahkan kau belum mencapai separuh perjalananmu. Masih bisa diperbaiki. Masih bersedia diperjuangkan dan dilakukan. Jangan lelah dulu. Jangan menyerah dulu. Setidaknya kau tahu benar apa yang akan terjadi. Kemungkinan terburuk selalu ada. Tapi kau juga paham bagaimana Tuhan menggantinya dengan cerita yang lain, yang lebih membahagiakanmu di hari lain. Kau bahkan percaya apa yang sudah direncanakan Tuhan jauh lebih baik ketimbang jadwal yang kau susun sedemikian rupa. Kau bahkan tahu bagaimana cara meminta dan berterimakasih dengan benar kepada Tuhanmu itu, lalu kenapa tak kau lakukan ? Dengan polos dan sepenuh hati seperti yang sudah-sudah.
Kehilanganmu sudah jadi penguat sekaligus bumerang yang mampu menjatuhkanmu kapan saja. Senjata yang ampuh buatmu untuk sesekali menyalahkan keadaan ketika sesakmu sudah membuncah. Kehilanganmu hari ini sudah menjadikanmu lebih kuat dan menjadikanmu pelari yang hebat. Perempuan yang mau memikirkan banyak hal dalam sekejap. Manusia yang masih mau mendengar meski sudah jengah dengan keadaan. Jadi seseorang yang masih mau bersabar dengan tekanan yang semakin lama semakin tak sabaran menghabiskan permukaan. Seseorang yang secara tak sadar punya tanggung jawab yang lebih besar serta kedewasaan yang kadang tak wajar. Meski kadang kekanak-kanakan muncul secara tak sadar pula.
Kehilanganmu sudah menjadikanmu siapa kamu hari ini. Tinggal melanjutkannya saja. Menghabiskan segelas kopi pahit yang nampaknya tak kau sukai. Habiskan saja. Kali ini. Biar nanti tinggal menikmati segelas tehmanis hangat di penghujung senja. Biar tak kehabisan cerita pengantar tidur setiap malamnya. Biar tetap kuat sampai akhir cerita.
Kehilanganmu hari ini banyak mendatangkan malaikat segala penjuru buat menyelesaikan tugas mereka.
Selesaikan pelarian konyolmu ini. Jadikan pelarian yang tak sia-sia. Bahagiakan mereka yang menantimu dengan sabar di rumah. Biar tak percuma kau lari jauh dari rumah. Selesaikan kewajibanmu. Untuk kali ini saja, jangan lelah berlari dan selesaikan pelarianmu. Jangan kecewakan malaikat di segala penjuru ! Lelahmu tak punya waktu.
Thanks to :
Mama yang masih sabar nungguin aku dirumah, yang ngga pernah bete meskipun aku betein.
Tante yang selalu siap sedia dengan pendanaannya serta cemilan yang selalu ada.
Mbak yang udah mau repot-repot dengerin cerita ngga pentingku.
Ibuk yang mau-maunya bikinin aku kalung padahal nggapernah aku pake, sekalinya pengen malah talinya putus.
Ayah yang udah nemenin ibuk.
Om yang udah nyiapin banyak dan ngga sengaja gila-gilaan soal kuliahku.
Ibu guru yang udah mau ngasih gratisan les dan masih mau dikunjungi sampe hari ini dan tadi ngingetin buat terus jadi kebanggaan, maafin bu belum bisa setinggi itu, doakan saya terus haphap !
Pak tentor tersayang yang suka curhat dan dicurhatin, makasi udah mau cuap-cuap panjang sama aku. Undang saya ke nikahan pak, plisplisplis~
Mbah uti yang udah nemenin bobo selama dirumah mbak.
Ibu mantan wali kelas yang sudah mengantarkan saya ke jurusan Statistika, makasi bu. Saya kira Statistika cuma ada mean,modus median, ternyata ngga ya bu, saya salah. Tapi #akurapopo bu nanti saya perjuangkan bu.
Anak tentacle yang sudah sukses menjadikan SMA saya menyenangkan dan membahagiakan, apalagi kamuu iya kamuuu *tunjuk gitaris kebanggaan* *LOL*
Anak CN yang sudah menemani dua tahun terakhir di SMA, kenapa kalian ngangenin sih ?
Temen sebangku dan temen sekomplotan belajar (re:masmer, hapip, khilda) kalian baik-baik yaa reks, makasi sudah banyak bantu belajarku sini cium duluuu :*
Buat temen segeng yang masih main sampe sekarang(re : monik, mami dian, rye, ajeng) reek aku di jember, ajakin kentjaan napah. Makasi banyak udah berbagi lembar kehidupan sampe hari ini, missyouallsooo
Buat temen seperjuangan sejak ingusan (re:intan + eria) buruan pulang, aku kesepian :” thanks a lot for being the best besties, kecuppps :*
buat besties yang paling baru, kecil, ngelamak serta nyebelin tapi ternyata sama sekali ngga polos (re: nada) kancani aku sampek lulus nad, awas kon aneh-aneh. Terimakasih sudah mengajarkan pelajaran hidup yang lain serta pelajaran yang tidak saya mengerti sebelumnya. Saya sudah lebih mengerti. haha
Para penumpang kereta Sritanjung dan Logawa yang seringkali ngajakin ngobrol dan mengingatkan saya bahwa pelarian konyol ini bukan tanpa tujuan tapi harus diperjuangkan. Sepertinya ini yang membuat saya bertahan sampai saat ini, karena berkali-kali diingatkan. Terimakasih, kalian malaikat segala penjuru
Temen seperjuangan dijurusan, bantuin aku menyelesaikan ini reeek.
Dan malaikat segala penjuru yang lain yang tidak bisa disebut satu per satu, kalian kiriman Tuhan yang terbaik.
Ah yaa buat my strongest superman ever one and only, terimakasih untuk mengajarkan semuanya secara implisit dan lebih mudah dimengerti. Kita memang tak banyak bicara, tapi bahasa dan frekuensi kepala kita sama *halah*. Terimakasih sudah merencanakan semuanya dengan baik. Terimakasih karena sudah pergi dan menjadikan saya lebih kuat dan tidak banyak bergantung. Terimakasih karena sudah mengajarkan banyak sekali hal baik dan menghadapi dunia dengan amat sangat sabar. Terimakasih banyak sudah ambil bagian untuk menjadikan saya seperti apa adanya saya hari ini. Thanks a lot pa, you're jjang !
Label:
GreatMoment,
just for you
Kamis, 05 Juni 2014
June, 4th 2014
Selamat
malam kesayangan
Ini
malam yang cukup melelahkan untuk menceritakan sebuah cerita sebenarnya. Tapi
tak apa aku merasa aku sudah tak mampu mencerna materi ujian esok pagi. Aku
merasa memulai ceita ini akan lebih menyenangkan dan menjadi pengantar tidur
terbaik malam ini. Bagaimana harimu ? Sudah selayaknya kamu lelah dan
mengadukannya kepadaku malam ini. Seperti sebuah kebiasaan baru yang bisa
dimulai hari ini. Meski sebenarnya sejak lama kita sudah banyak bertukar
cerita.
Aku
tak sengaja membaca kepingan sajak tak layak yang kukirimkan padamu beberpa
waktu yang lalu. Sudah lama memang. Awal tahun ini ketika kita tak sengaja
diletakkan dalam ruang dan waktu yang sama oleh Tuhan. Katakan saja begitu.
Terlibat dalam kesibukan yang menurutku menyenangkan. Menyenangkan karena
bertemu banyak orang baru. Punya cerita seru yang tak semua orang bisa
mengalami. Serta menyenangkan karena bisa terlibat lagi denganmu.
Ada
kisah dalam jangka waktu yang tak akan kubahas. Aku sudah mengatakannya
kepadamu aku sudah menutupnya. Mengakhirinya pula. Memutuskan untuk berdiri
disampingmu. Sama-sama menantikan cerita baru sesuai perjanjian tak tertulis
yang kita lakukan. Jadi cerita apa yang akan kita tuliskan bersama wahai cerita
sepayung berduaku ?
Ini
hari pertama aku menjadi kesayanganmu dan begitupun sebaliknya.
Kepingan
sajak tak layak itu benar-benar menyulut perasaan rupanya. Membawa kita
menyadari seberapa dekat jarak yang menghubungkan kita sekaligus seberapa jauh
yang harus kita tempuh buat niatan baik yang kita sepakati bersama. Dan ahh
cerita ini entah mengaoa jadi tak begitu puitis seperti yang sudah-sudah.
Kenyataannya aku benar-benar realistis jika mneyangkut cerita tentangmu. Tak
banyak khayalan yang muncul. Apalagi rekaan cerita yang menampilakan aku dan
kamu sebagai tokoh utamanya. Mungkin itu pula sebabnya tak banyak cerita yang
kutuliskan tentangmu.
Jangan
khawatir, aku tetap akan menyimpan cerita kita di jalinan-jalinan syaraf yang
terhubung di otakku. Menjadikannya ingatan jangka panjang biar aku tak mudah
melupakannya seperti yang sudah-sudah.
Jadi
aku cukup terkesan dengan setiap pembicaraan kita lewat pesan singkat yang
berhasil kuabadikan dengan sempurna. Dan lanjutan pembicaraan semalam yang
sukses membuatku tak tahu harus berkata apa. Bahkan untuk menceritakannnya saja
aku tak mampu. Menurutku belum ada kalimat yang tepat untuk menggambarkan
bagaimana jalan cerita semalam. Ini saja aku belum berhasil menceritakan apa
yang sudah kita bicarakan. Aku hanya berputar-putar tak jelas membahas hal-hal
yang sudah terjadi di permukaan.
Semoga
suatu saat kamu membaca ini dan mengingat sajak tak layak yang kuberikan padamu
awal tahun ini. Daah selamat malam ! Ah yaa jangan lupa puasa !
Label:
belajar nulis,
GreatMoment,
just for you
Jumat, 30 Mei 2014
Perempuan itu #2
Hari ini sudah selayaknya jadi hari yang baru bagi perempuan itu. Ceritanya yang lalu sudah ia tutup sempurna. Perempuan itu mulai siap dengan cerita lainnya. Masa lalu yang sudah datang dihadapannya untuk menagih cerita lama. Mungkin juga melanjutkan apa yang belum sempat dimulainya. Perempuan itu bilang ini cerita sepayung berduanya. Cerita yang kelihatan klise tapi benar terjadi padanya. Dan hari ini laki-laki yang waktu itu berdiri dibawah payung yang sama dengannya hanya berjarak beberapa belas meter darinya. Sibuk mengerjakan laporan praktikum. Sedang perempuan itu sendiri mempelajari materi kuis esok pagi. Sesekali memperhatikan layar handphonenya. Menunggu-nunggu kalau-kalau laki-laki itu mengirimkan balasan pesan singkat kepadanya. Atau menanyakan apa yang ia inginkan.
Perempuan itu mengingat-ingat lagi apa saja yang sudah ia bicarakan dengan laki-laki itu. Perempuan itu sadar bahwa banyak hal sudah ia bicarakan. Dan bukan hal yang sepele menurutnya. Perempuan itu kadang heran dengan pertanyaan yang diajukan laki-laki itu. Ia masih tak habis pikir. Kenapa tak membicarakannya secara langsung ? Apa jeda waktu yang sudah dihabiskan masing-masing menjadi salah satu alasan ? Menurutnya begitu.
Hanya saja waktu yang sudah dihabiskan masing-masing bukan jadi penghalang buat melontarkan pertanyaan-pertanyaan tak main-main itu. Dan semoga sajaa pertanyaan itu bukan sekedar pertanyaan apalagi bualan permainan. Banyak hal yang ia pertanyakan sampai hari ini. Tapi ia tahu banyak jawaban yang ia temukan meski ia belum bertanya. Sudahlah, jalani saja. Kataku pada perempuan itu. Perempuan itu hanya tersenyum dan berlalu setelah menceritakan ini semua kepadaku. Jika ada waktu ia akan menceritakan hal yang lain lagi.
Label:
belajar nulis,
GreatMoment
Rabu, 28 Mei 2014
To : Dhea's Strongest Superman Ever
Dear the strongest superman I’ve ever had.
It may be the letter I wrote to you for the many times I’ve had. You may
read it when I just write it or when I just think of it. Then you may know how
do I do here. Yeah, I’m not doing really well here. I just found some hard times
for being independent here. I don’t really need to tell you how much I miss you
and how I miss those times we spent together. No, I’m not going to cry tonight.
I want to tell you something. Since I have no courage to say something to you.
I do really know how you keep it all and just spit something good to me. I
don’t really remember how many times we could talk just by ourselves. But
you’ll always know that I do really loves you. To the moon and back. Since I’m
here till I back.
The girl you raise together with the second woman you loves is growing.
Being mature from the second to the hours. I’m not mad when you called her the
second woman you loves cause the first is your mother. And I wish that I’m the
third. Soon I’ll be a woman. I’m just nineteen years old today. But you always pray
for the long live. And a nineteen years old girl is thinking much and much each
day. For her better life. For those things she wants to do in the future. For
those thing she wants to give for people around her. For those things she wants
to do a lot. For the one she loves may be ..
Ah it’s getting hard to say these things to you. I want to throw it out but
I just writing the prologue more and more. Want you to understand how much I
miss you. It will be that long if I keep telling you how much I miss you. I
just believe in you that you love me no matter what. Even you haven't telling
me that. Sometimes it's better left unsaid and you just show me how much you love
me by raising me this well.
Two months before may be the best time I've ever had by staying beside a
boy. It's already end by the way. No matter what it's just happening and I'm
letting it go. With no regret cause I know someone telling me best answer. And
God just giving more, making a good plan and blow it like a happening magic. He
just treats me well. All I need to say is thanks for those happy and good time he and I spent together. And sorry for those hard times I gave. I would not ask him for the promise you had to me. It's just
okay. Sometimes people forget about what they have said. Me too. Isn't it ?
These day another one keep asking me of what kind of relationship I would
have by now. I do surprise of the things he asked me about. I don't really
think about it before. But because someone has asking me than I think of it. Ah I said, yeah what kind of relationship I do want by now ? I haven't telling him
but I am done writing it. I don't know whether I post it or not. He is getting
serious more and more without any reason. I just realize how much he change
back then. I just know how good he is now. As life goes on he had those hard times.
I am being the reason of one of it. He just telling me the good things. Asking
some serious question in the middle of the night than fall asleep. Leaving me
with those question hanging up there. Well, does he really into his question
dad ? Is he the right one ?
I have my time to think of it. Because I know how precious a man like he
is. Just like how precious you are to me right now. He keeps telling me to pray
every morning since I met him. I just started to call him in the middle of
talking to the God. I started to positive that he can be the one as he positive
too. He just asking some question dad. Than, would you answer it for me ? Than
tell me is he the right one ? Can I stay beside him ?
I have my time to think that I would crying on him as the time before.
Cause he deserves this. Just like you. I won't loose him like the time I had
before. He is that precious that I started to believe than he can bring me
better and better. We're just going to wait how the story is going. I hope that
he'll be the one cause I'm not playing around with him. Yes daddy, this little
girl is going to have a serious one. I just see that he's trying hard to going
well with God. Than everything will be okay later. Don't you thinks so ? I just
think that way hehee.
I am going to have some sleeps because it's just late to take some nap. I
have some classes and a test on the day. Could you please tell the God to make
me staying beside him ? But you could do it when you agree of what I think
daddy. Just take your time to think of it. Cause I'm in the middle of time enjoying
these stories. So, bye ! Love you to the moon and back :*
a little girl named dhea :)
Label:
belajar nulis,
GreatMoment,
Me Say
Minggu, 25 Mei 2014
ciyeeee #Interval2014 ciyeee
Meheeheee
meheeeheee bentar ahh meringis ngga jelas dulu mengingat apa yang sudah terjadi
hari ini dan merasakan kaki yang sudah mulai sakit begini. Ceritanya malem ini
baru pulang dari jadi korlap INTERVAL 2014. Harusnya sih istirahat karena udah
capek dan ngingetin buat istirahat *halah* tapi ya laper padahal
tadi udah makan sebelum berangkat ke taman alumni. Tapi karena porsi makan yang
berbanding lurus dengan banyaknya kegiatan, malem ini belum mau tidur karena
lapaaaaar. Jadinya aku mau ngetawain kegilaanku hari ini dulu baru tidur.
Jadi sie acaranya INTERVAL 2014 itu lelah. Apalagi pas
mikirin acaranya ntar bakalan kaya gimana. Apalagi pas ngadepin BEM nya. Apalagi
pas rapatnya dibatalin sejam sebelumnya padahal udah janjian dan ngumpulin
banyak orang. Apalagi pas rundown nya dirubah seenak jidat. Apalagi pas acaranya
diulur-ulur seenak bunyi kentut. Tapi nya yaaa gapapalah. Kan udah ketemu koor
acara yang namanya Ipul. Kan udah dibantuin Wildan motongin karton. Kan uda
ketemu Adit yang ngajarin flashmob. Kan udah ketemu Adit yang mirip Teddy
Davonar. Kan udah ketemu Dani yang sangar. Kan udah ketemu Leli yang cantiks. Kan
udah ketemu Ica. Kan udah ketemu Anin. Kan udah main sama Fandi. Kan udah
dianter jemputin Wanda. Kan udah gila-gilaan sama Alif. Kan udah ngeribetin Kevin.
Kan udah kenal Bom. Kan udah ketemu Oby. Kan udah kenalan sama Dan. Kan udah
jadiin Indri MC. Kan udah diphpin Vira. Kan udah udah rapat bareng Mba Mody. Kan
kan kaaaan banyak banget kaan yang nyenengin kaan. Bersyukur seeeek, Alhamdulillah
ya Allah, terimakasih banyak ..
Ceritanya Adheala galau-galau unyu gitu
belakangan. Capek ngurusin acaranya. Bingung mikirin ini itu. daaaan mikirin
surat yang sudah-sudah, eheee kudu nangis meen. Tapi tibakno yo gak iso nangis.
Sudahlah aku tertawa sajaa dengan bahagia bersama mereka dan Mas Dodit
tertjintaaah. Tadi udah dengerin mas mba ITS Jazz yang gawwl abis ituh. Kan berasa
keren gitu yaa malem mingguannya sama ITS Jazz terus nge holy fest kayak di India
gituhh. Jadinya Adheala tadi galau ga jelas. Ditinggalin berduaan sama yang
dulu-dulu. Ngga pernah disapa sama yang dulu-dulu. Adheala mah ngga sedih tapi
ngerasa marah sampe pengen nangis tapi air matanya ngga keluar. Kan nyebelin
yaaaa. Terus ya udah ada temennya Adheala yang nonton. Kan jadi asiik
sibuk-sibuk ditemenin gitu. Ehe ehe ehe diajakin foto juga tadi eheeee. Kan biar
gawl gitu yaa foto di depannya logo INTERVAL 2014 biar ada kesannya. Biar ada
yang dikenang gituuuh. Tadi juga ngambil fotonya banyak banget nget ngeet. Tadi
pas pelukin Facrunisaah yang juga lagi galau Adheala udah mau nangis tapi ngga
bisa. Haha haha haha. Kapoook ngga bisa nangis. Terus nyesek. Terus kembali ke
realita bahwa harus bertugas jadi korlap sama Nada sama Wanda.
Adheala gapapa cuma laper aja sekarang. Gituh. Terus
terus teruuus ada Dodit tadi. Iya Dodit.. Dodit SUCI4 yang lagi hits itu loooh
yang barusan close mic ituuuu. Muncul di depan mataku. Foto bersamakuuuu. Aaa tidak
kusangka galauku hilang begitu sajaa. Terus Adheala pindah ke spot yang
menyenangkan untuk menonton mas Dodit gituu. Bukan di samping panggung tapiiih.
Bukan di depannya jugaa. Tapi disebelahnya mas Dodit langsung, eh engga juga
sih *duh efek laper*
Horeee Adheala ngga galaaau tapi lapeeer.
Terus terus terus perang tepung sama
ketawa-ketawa gila sama panitia INTERVAL 2014. Terserah deh mau kenal mau
engga. Mau tau namanya mau engga. Pokok kalo uda ketemu dan pegang tepung ya diserang
aja gituh sampe tingkat kecerahan wajah naik tujuh tingkat. Terus ketawa
bareng. Terus tambah cantik tambah ganteng gitu warna-warni. Kereeeen kaaaan. Tapi
laper. Gapapa deeh gajadi flashmob kayak yang diajarin Adit. Padahal kereen
tapi ternyata Aditnya tadi aja ngga dateng, Adit sakit. Fikri jugaa. Elfira
jugaa. Kasian mereka ngga bisa ikut seru-seruan kayak tadi, padahal kan ngga
keulang dua kali. Gapapaa alhamdulillah ajaa. Udah curhat-curhatan juga sama
Adit pas H-1 acara. Padahal baru kenal. Terus main curhat gitu ajaa. Tapi asik
sih, s-e-r-u !
Terakhir, makasih kalian yang namanya
ngga bisa disebut satu-satu, yang udah gila-gilaan dan temenan sama aku juga. Yang
asik sama seru-seruu gituu. Yaang unyu juga, yang tadi diajakin foto rame-rame
juga. Yang malem ini minta foto yang tadi juga. Hehe hehe hehe. Terimakasih! Kalian
luar biasa dan sayaaaa .. lapar. Sekian. Wassalam. Tidur yang nyenyak mas Dodit
*eh salah.
Label:
GreatMoment,
Mabok
Langganan:
Postingan (Atom)