Kamis, 05 Juni 2014

June, 4th 2014


Selamat malam kesayangan
Ini malam yang cukup melelahkan untuk menceritakan sebuah cerita sebenarnya. Tapi tak apa aku merasa aku sudah tak mampu mencerna materi ujian esok pagi. Aku merasa memulai ceita ini akan lebih menyenangkan dan menjadi pengantar tidur terbaik malam ini. Bagaimana harimu ? Sudah selayaknya kamu lelah dan mengadukannya kepadaku malam ini. Seperti sebuah kebiasaan baru yang bisa dimulai hari ini. Meski sebenarnya sejak lama kita sudah banyak bertukar cerita.
Aku tak sengaja membaca kepingan sajak tak layak yang kukirimkan padamu beberpa waktu yang lalu. Sudah lama memang. Awal tahun ini ketika kita tak sengaja diletakkan dalam ruang dan waktu yang sama oleh Tuhan. Katakan saja begitu. Terlibat dalam kesibukan yang menurutku menyenangkan. Menyenangkan karena bertemu banyak orang baru. Punya cerita seru yang tak semua orang bisa mengalami. Serta menyenangkan karena bisa terlibat lagi denganmu.
Ada kisah dalam jangka waktu yang tak akan kubahas. Aku sudah mengatakannya kepadamu aku sudah menutupnya. Mengakhirinya pula. Memutuskan untuk berdiri disampingmu. Sama-sama menantikan cerita baru sesuai perjanjian tak tertulis yang kita lakukan. Jadi cerita apa yang akan kita tuliskan bersama wahai cerita sepayung berduaku ?
Ini hari pertama aku menjadi kesayanganmu dan begitupun sebaliknya.
Kepingan sajak tak layak itu benar-benar menyulut perasaan rupanya. Membawa kita menyadari seberapa dekat jarak yang menghubungkan kita sekaligus seberapa jauh yang harus kita tempuh buat niatan baik yang kita sepakati bersama. Dan ahh cerita ini entah mengaoa jadi tak begitu puitis seperti yang sudah-sudah. Kenyataannya aku benar-benar realistis jika mneyangkut cerita tentangmu. Tak banyak khayalan yang muncul. Apalagi rekaan cerita yang menampilakan aku dan kamu sebagai tokoh utamanya. Mungkin itu pula sebabnya tak banyak cerita yang kutuliskan tentangmu.
Jangan khawatir, aku tetap akan menyimpan cerita kita di jalinan-jalinan syaraf yang terhubung di otakku. Menjadikannya ingatan jangka panjang biar aku tak mudah melupakannya seperti yang sudah-sudah.
Jadi aku cukup terkesan dengan setiap pembicaraan kita lewat pesan singkat yang berhasil kuabadikan dengan sempurna. Dan lanjutan pembicaraan semalam yang sukses membuatku tak tahu harus berkata apa. Bahkan untuk menceritakannnya saja aku tak mampu. Menurutku belum ada kalimat yang tepat untuk menggambarkan bagaimana jalan cerita semalam. Ini saja aku belum berhasil menceritakan apa yang sudah kita bicarakan. Aku hanya berputar-putar tak jelas membahas hal-hal yang sudah terjadi di permukaan.
Semoga suatu saat kamu membaca ini dan mengingat sajak tak layak yang kuberikan padamu awal tahun ini. Daah selamat malam ! Ah yaa jangan lupa puasa !
 
A's Journal Blogger Template by Ipietoon Blogger Template