Selamat
malam kesayangan
Ini
malam yang cukup melelahkan untuk menceritakan sebuah cerita sebenarnya. Tapi
tak apa aku merasa aku sudah tak mampu mencerna materi ujian esok pagi. Aku
merasa memulai ceita ini akan lebih menyenangkan dan menjadi pengantar tidur
terbaik malam ini. Bagaimana harimu ? Sudah selayaknya kamu lelah dan
mengadukannya kepadaku malam ini. Seperti sebuah kebiasaan baru yang bisa
dimulai hari ini. Meski sebenarnya sejak lama kita sudah banyak bertukar
cerita.
Aku
tak sengaja membaca kepingan sajak tak layak yang kukirimkan padamu beberpa
waktu yang lalu. Sudah lama memang. Awal tahun ini ketika kita tak sengaja
diletakkan dalam ruang dan waktu yang sama oleh Tuhan. Katakan saja begitu.
Terlibat dalam kesibukan yang menurutku menyenangkan. Menyenangkan karena
bertemu banyak orang baru. Punya cerita seru yang tak semua orang bisa
mengalami. Serta menyenangkan karena bisa terlibat lagi denganmu.
Ada
kisah dalam jangka waktu yang tak akan kubahas. Aku sudah mengatakannya
kepadamu aku sudah menutupnya. Mengakhirinya pula. Memutuskan untuk berdiri
disampingmu. Sama-sama menantikan cerita baru sesuai perjanjian tak tertulis
yang kita lakukan. Jadi cerita apa yang akan kita tuliskan bersama wahai cerita
sepayung berduaku ?
Ini
hari pertama aku menjadi kesayanganmu dan begitupun sebaliknya.
Kepingan
sajak tak layak itu benar-benar menyulut perasaan rupanya. Membawa kita
menyadari seberapa dekat jarak yang menghubungkan kita sekaligus seberapa jauh
yang harus kita tempuh buat niatan baik yang kita sepakati bersama. Dan ahh
cerita ini entah mengaoa jadi tak begitu puitis seperti yang sudah-sudah.
Kenyataannya aku benar-benar realistis jika mneyangkut cerita tentangmu. Tak
banyak khayalan yang muncul. Apalagi rekaan cerita yang menampilakan aku dan
kamu sebagai tokoh utamanya. Mungkin itu pula sebabnya tak banyak cerita yang
kutuliskan tentangmu.
Jangan
khawatir, aku tetap akan menyimpan cerita kita di jalinan-jalinan syaraf yang
terhubung di otakku. Menjadikannya ingatan jangka panjang biar aku tak mudah
melupakannya seperti yang sudah-sudah.
Jadi
aku cukup terkesan dengan setiap pembicaraan kita lewat pesan singkat yang
berhasil kuabadikan dengan sempurna. Dan lanjutan pembicaraan semalam yang
sukses membuatku tak tahu harus berkata apa. Bahkan untuk menceritakannnya saja
aku tak mampu. Menurutku belum ada kalimat yang tepat untuk menggambarkan
bagaimana jalan cerita semalam. Ini saja aku belum berhasil menceritakan apa
yang sudah kita bicarakan. Aku hanya berputar-putar tak jelas membahas hal-hal
yang sudah terjadi di permukaan.
Semoga
suatu saat kamu membaca ini dan mengingat sajak tak layak yang kuberikan padamu
awal tahun ini. Daah selamat malam ! Ah yaa jangan lupa puasa !