Jumat, 30 Mei 2014

Perempuan itu #2


Hari ini sudah selayaknya jadi hari yang baru bagi perempuan itu. Ceritanya yang lalu sudah ia tutup sempurna. Perempuan itu mulai siap dengan cerita lainnya. Masa lalu yang sudah datang dihadapannya untuk menagih cerita lama. Mungkin juga melanjutkan apa yang belum sempat dimulainya. Perempuan itu bilang ini cerita sepayung berduanya. Cerita yang kelihatan klise tapi benar terjadi padanya. Dan hari ini laki-laki yang waktu itu berdiri dibawah payung yang sama dengannya hanya berjarak beberapa belas meter darinya. Sibuk mengerjakan laporan praktikum. Sedang perempuan itu sendiri mempelajari materi kuis esok pagi. Sesekali memperhatikan layar handphonenya. Menunggu-nunggu kalau-kalau laki-laki itu mengirimkan balasan pesan singkat kepadanya. Atau menanyakan apa yang ia inginkan.
Perempuan itu mengingat-ingat lagi apa saja yang sudah ia bicarakan dengan laki-laki itu. Perempuan itu sadar bahwa banyak hal sudah ia bicarakan. Dan bukan hal yang sepele menurutnya. Perempuan itu kadang heran dengan pertanyaan yang diajukan laki-laki itu. Ia masih tak habis pikir. Kenapa tak membicarakannya secara langsung ? Apa jeda waktu yang sudah dihabiskan masing-masing menjadi salah satu alasan ? Menurutnya begitu.
Hanya saja waktu yang sudah dihabiskan masing-masing bukan jadi penghalang buat melontarkan pertanyaan-pertanyaan tak main-main itu. Dan semoga sajaa pertanyaan itu bukan sekedar pertanyaan apalagi bualan permainan. Banyak hal yang ia pertanyakan sampai hari ini. Tapi ia tahu banyak jawaban yang ia temukan meski ia belum bertanya. Sudahlah, jalani saja. Kataku pada perempuan itu. Perempuan itu hanya tersenyum dan berlalu setelah menceritakan ini semua kepadaku. Jika ada waktu ia akan menceritakan hal yang lain lagi.
 
A's Journal Blogger Template by Ipietoon Blogger Template