Ini aku yang
selalu menyebutnya baik-baik saja. Aku bahkan hampir tidak tahu bagaimana menjelaskannya.
Aku bahkan menyebut ini akan baik-baik saja meski aku tahu aku sama sekali
tidak baik-baik saja. Entah ini hanya untuk membuat orang lain tak khawatir
atau memang hanya sekedar menenangkan kekhawatiranku atas keadaanku sendiri. Aku
tak pernah berkata aku sakit sekalipun aku sakit. Mereka pun tak pernah tahu
jika aku mengatakan aku sakit sejauh apa sakit yang menderaku. Jika saja mereka
tahu susah payah aku menyembunyikannya. Tentu saja kadang aku menangis
sendirian ketika benteng pertahananku kolaps dan kertas-kertasku penuh dengan
setiap kata yang tak pernah muncul dari mulutku.
Hari
ini uas hari kedua dan akumasih belum merasa maksimal, besok apalagi. Aku berangkat
hanya dengan separuh nyawa dan pulang dengan nyawa yang sudah berkurang. Besok entah
seberapa banyak nyawa yang bisa kubawa menghadapi ujian. Akhirnya aku bertanya
kenapa aku bisa berada disini ? Flashback terjadi lagi. Tiap tujuan yang jadi
alasan muncul ke permukaan.
Aku
ada disini buat jadi yang lebih baik, buat menjadikan apa yang tadinya tak
kumiliki jadi milikku. Aku ada disini meski bukan sepenuhnya mauku tetapi buat
aku juga nantinya. Aku tak benar-benar
menginginkannya tetapi aku memintanya setiap malam. Aku hanya merasa tak mampu
ketika aku benar-benar berdiri disini. Tentu saja sebelumnya aku tak berpikir
bakal sesulit ini berada di posisiku sekarang. Dan ya aku berpikir untuk
menyerah saja. Kemudian setiap tapi yang tak berujung muncul ke permukaan dan
menghentikan niatku buat berhenti.
Jika
aku berhenti dari sini apa aku akan mendapatkan tempat yang lebih baik ? Atau
tempat ini justru terbaik dan perasaan ini hanya karena masa adaptasi yang
belum usai saja ?
Jika
aku berhenti dari sini, kecewa sebesar apa yang akan mereka tanggung karena
pintaku buat berhenti ?
Jika
aku berhenti dari sini siapa lagi yang akan memperjuangkan apa yang belum jadi
milikku untuk jadi milikku esok ?
Jika
aku berhenti dari sini akan jadi apa dinasti yang harusnya kubangun ?
Jika
aku berhenti dari sini apa yang akan kulakukan?
Jika
aku berhenti dari sini apa mimpi yang kupunya akan tetap sama ?
Jika
aku berhenti dari sini apa kebanggaan itu tetap sama ?
Jika
aku berhenti dari sini ..
Jika
yang tak ada habisnya membuatku berhenti berpikir sejenak. Ah ya, ini tetap
saja mimpiku meski aku hanya separuh hati menjalaninya hari ini. Ini tetap saja
mimpiku karena bukan orang lain yang mendapatkannya melainkan aku. Hambatan hari
ini hanya akan membuatku berat. Tapi tak apa aku akan tetap melewatinya. Entah bagaimana
hasil yang paling kutakutkan akan keluar nantinya. Aku percaya tuhan akan tetap
membantuku bagaimanapun keadannya. Aku tetap memintanya. Tuhan tak akan menolak
juga. Aku berpasrah sejak awal bagaimana hasilnya akan keluar. Bagaimanapun ini
tetap mimpiku dan banyak orang menginginkan posisiku hari ini. Aku tak
membayangkan bagaimana mereka akan kecewa jika aku berhenti beberapa meter dari
garis start. Ini hanya awal yang berat dan memang apapun yang dimulai sejak
awal selalu terasa berat.
Terakhir
aku berkata pada diriku sendiri, aku baik-baik saja dan semuanya akan tetap
baik-baik saja.