Selasa, 07 Januari 2014

Aku (kadang tidak) baik-baik saja, (kadang tidak) semua akan baik-baik saja


Ini aku yang selalu menyebutnya baik-baik saja. Aku bahkan hampir tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Aku bahkan menyebut ini akan baik-baik saja meski aku tahu aku sama sekali tidak baik-baik saja. Entah ini hanya untuk membuat orang lain tak khawatir atau memang hanya sekedar menenangkan kekhawatiranku atas keadaanku sendiri. Aku tak pernah berkata aku sakit sekalipun aku sakit. Mereka pun tak pernah tahu jika aku mengatakan aku sakit sejauh apa sakit yang menderaku. Jika saja mereka tahu susah payah aku menyembunyikannya. Tentu saja kadang aku menangis sendirian ketika benteng pertahananku kolaps dan kertas-kertasku penuh dengan setiap kata yang tak pernah muncul dari mulutku.

                Hari ini uas hari kedua dan akumasih belum merasa maksimal, besok apalagi. Aku berangkat hanya dengan separuh nyawa dan pulang dengan nyawa yang sudah berkurang. Besok entah seberapa banyak nyawa yang bisa kubawa menghadapi ujian. Akhirnya aku bertanya kenapa aku bisa berada disini ? Flashback terjadi lagi. Tiap tujuan yang jadi alasan muncul ke permukaan.
                Aku ada disini buat jadi yang lebih baik, buat menjadikan apa yang tadinya tak kumiliki jadi milikku. Aku ada disini meski bukan sepenuhnya mauku tetapi buat aku juga nantinya.  Aku tak benar-benar menginginkannya tetapi aku memintanya setiap malam. Aku hanya merasa tak mampu ketika aku benar-benar berdiri disini. Tentu saja sebelumnya aku tak berpikir bakal sesulit ini berada di posisiku sekarang. Dan ya aku berpikir untuk menyerah saja. Kemudian setiap tapi yang tak berujung muncul ke permukaan dan menghentikan niatku buat berhenti.
                Jika aku berhenti dari sini apa aku akan mendapatkan tempat yang lebih baik ? Atau tempat ini justru terbaik dan perasaan ini hanya karena masa adaptasi yang belum usai saja ?
                Jika aku berhenti dari sini, kecewa sebesar apa yang akan mereka tanggung karena pintaku buat berhenti ?
                Jika aku berhenti dari sini siapa lagi yang akan memperjuangkan apa yang belum jadi milikku untuk jadi milikku esok ?
                Jika aku berhenti dari sini akan jadi apa dinasti yang harusnya kubangun ?
                Jika aku berhenti dari sini apa yang akan kulakukan?
                Jika aku berhenti dari sini apa mimpi yang kupunya akan tetap sama ?
                Jika aku berhenti dari sini apa kebanggaan itu tetap sama ?
                Jika aku berhenti dari sini ..
                Jika yang tak ada habisnya membuatku berhenti berpikir sejenak. Ah ya, ini tetap saja mimpiku meski aku hanya separuh hati menjalaninya hari ini. Ini tetap saja mimpiku karena bukan orang lain yang mendapatkannya melainkan aku. Hambatan hari ini hanya akan membuatku berat. Tapi tak apa aku akan tetap melewatinya. Entah bagaimana hasil yang paling kutakutkan akan keluar nantinya. Aku percaya tuhan akan tetap membantuku bagaimanapun keadannya. Aku tetap memintanya. Tuhan tak akan menolak juga. Aku berpasrah sejak awal bagaimana hasilnya akan keluar. Bagaimanapun ini tetap mimpiku dan banyak orang menginginkan posisiku hari ini. Aku tak membayangkan bagaimana mereka akan kecewa jika aku berhenti beberapa meter dari garis start. Ini hanya awal yang berat dan memang apapun yang dimulai sejak awal selalu terasa berat.
                Terakhir aku berkata pada diriku sendiri, aku  baik-baik saja dan semuanya akan tetap baik-baik saja.
 
A's Journal Blogger Template by Ipietoon Blogger Template