UAS
semester ini dimulai tepat Senin ini. Gadisku juga akan melaksanakannya. Gadisku
dan aku memutuskan untuk saling memberi waktu agar fokus melalui ujian ini. Ini
memnag sudah kesepakatanku dengan dia. Gadisku berjanji untuk mentraktirku
nonton film setelah ujian ini selesai. Aku hanya mengangguk dan tersenyum
kepadanya. Di kepala gadisku tertulis sebuah judul film yang ingin dia tonton
bersamaku.
Gadisku ini memang kadang sangat menginginkan sesuatu, tapi entah
bagaimana dia menjadikan sesuatu yang sangat ia inginkan itu sebagai hadiah
buat dirinya sendri setelah melalui suatu hal yang agak berat buatnya. Dan ah
yaa, perempuan itu juga akan menjalani UAS mulai minggu ini.
Aku
bangun tanpa perasaan khawatir akan soal yang nantinya diberikan dosen
kepadaku. Aku berusaha banyak belajar semalam, meski tanpa gadisku. Aku bergegas
dan berangkat ke kampus yang jaraknya hanya beberapa meter dari rumah kos yang
kutinggali. Sesampainya di kampus aku bergabung dengan teman-temanku menyiapkan
keperluan ujian nanti. Gadisku entah ujian di ruang sebelah mana. Perempuan itu
? ah yaa, dia hari ini masih mnegikuti ujian mata kuliah bersama. Hey,
bagaimana aku bisa tahu ?
Ujian
hari pertama selesai. Aku mengeksekusi setiap soalnya dengan cukup baik
menurutku. Hanya satu point yang kujawab dengan perasaan ragu. Eh bukannya itu
teman-teman sekelas perempuan itu ? ahh pasti sedang sibuk mengumpulkan tugas
prasyarat ujian. Hey kenapa tiba-tiba aku ingin tahu dimana perempuan itu
berada ?
Pada
akhirnya aku berjalan pelan-pelan melewati segeromnolan teman-temannya. Perempuan
itu terlihat sibuk dengan berlembar-lembar grafik dan scatterplot di tangannya. Sejenak kemudian dia bergegas buat pulang
dengan mendung yang menggantung di kepalanya. Tak ada kata-kata apapun disana. Ahh,
dia pasti bingung bagaimana menjelaskan mendung yang menyerangnya tiba-tiba. Perasaannya
pasti begitu campur aduk memikirkan banyak hal. Perempuan itu butuh pelangi
atau setidaknya matahari diatas kepalanya. Eh, kenapa sama sekali tidak ada
namaku disana ?