Minggu, 05 Januari 2014

Cerita (hujan) sore ini ..


          Aku menemui gadisku yang baru selesai kelas Teknik Sampling di depan kelasnya. Gadisku tersenyum begitu manisnya mendapati aku ada di depan kelasnya. Siang ini aku memang berencana mengajaknya pergi makan siang. Aku juga akan memintanya membaca paper yang sejak kemarin kukerjakan. Ah yaa, dimana perempuan yang mengalihkan pikiranku kemarin ya ? Aku belum melihatnya
hari ini. Biasanya tak sulit menemukannya karena memang dia masih menjalani tahun pertama dan otomatis banyak menghabiskan waktu di kampus untuk mengerjakan tugas. Aku menatap lagi gadisku, bisa-bisanya aku memikirkan perempuan itu ketika gadisku ada disini.
          Akhirnya aku ada diatas bus umum dalam perjalanan ke salah satu restoran fast food dekat kampus. Kali ini aku sengaja tak membawa motorku untuk mengajak gadisku ini pergi makan siang. Ada ide yang tak biasa untuk mengajaknya pergi ke tempat makan seperti hari ini. Gadisku nampak santai-santai saja. Cuaca hari ini cukup bersahabat dan tak terlalu panas buat ukuran Kota Surabaya cenderung sejuk malah. Gadisku tersenyum lagi menanggapi ideku yang tak biasa kali ini. Gadisku ini merasa terlindungi denganku yang menutupi tubuhnya dari laki-laki berbadan tambun disampingku. Ahh aku membaca pikiran gadisku.
          Tak berapa lama aku dan gadisku ini sampai di restoran fast food dekat kampus. Aku membukakan pintu untuk gadisku, yah kebiasaan baru, sebelumnya buat gadisku yang sebelumnya aku tak seperti ini. Aku dan gadisku sibuk memilih tempat dan memutuskan untuk ke makan di lantai dua saja. Sayang kursi di lantai dua sudah penuh dengan pengunjung. Akhirnya aku memutuskan untuk mengambil tempat duduk yang sedikit menjorok ke dalam. Aku meletakkan tas yang kubawa dan menyadari sesuatu, perempuan itu, perempuan yang kemarin mengalihkan perhatianku juga ada disini. Perempuan itu duduk di seberangku tepat berhadapan denganku. Temannya yang lebih dulu meyadari keberadaanku. Melihatku duduk agak jauh dihadapannya perempuan itu tersenyum seolah ia akan melompat dari tempat duduknya. Hey, memangnya apa arti kehadiranku disini buatnya ? Aku bersama gadisku, aku bahkan tak mengenalnya. Tapi entah kenapa alam lagi-lagi berkonspirasi membuat kejadian dimana aku dan perempuan itu bersama. Aku beranjak untuk memesan makanan, lagi-lagi aku membaca pikirannya, yang ada dikepalanya abstrak. Nampaknya perempuan itu sedang tak bisa berpikir apa-apa karena kehadiranku. Cute silly~
          Aku kembali ke tempat dudukku dengan sebuah nampan berisi pesanan buatku dan gadisku. Perempuan itu sedang sibuk mengerjakan tugasnya, teman laki-lakinya yang sepertinya satu kelas dengannya ikut bergabung mengerjakan tugas dengannya. Aku menikmati makanan yang kubawa sambil sesekali mengobrol dengan gadisku yang duduk tepat dihadapanku. Sesekali aku membaca pikiran perempuan itu.
‘ahh kakak ini terlalu sederhana buat dilewatkan.pengen liat tapi ngga berani liat matanya. Tapi kalo ngga liat aku penasaran. Duhh, selamat ya kak aku jadi ngga konsen nugas disini’ katanya. Oh damn, perempuan itu lucu sekali. Perempuan itu bahkan merasa aku mengganggu konsentrasinya. Padahal aku tak melakukan hal apapun yang dianggap atraktif didepannya. Perempuan itu bahkan tak tahu siapa namaku. Aku melihatnya berkali-kali menarik napas panjang untuk melepas gugup yang tiba-tiba menyerangnya. Sekali lagi perempuan itu memergokiku melihat kearahnya. Baiklah aku tak sengaja melihat kearahnya.
          Entah berapa kali perempuan itu membicarakan kehadiranku dan gadisku ini disini. Aku tak lagi memperhatikannya saat aku mengerjakan paper-ku bersama gadisku. Aku juga mengubah posisi tempat dudukku menjadi tepat disamping gadisku. Kali ini perempuan itu tak boleh terlalu banyak mengalihkan perhatianku. Membaca pikirannya entah kenapa jadi menyenangkan sekaligus membuatku tak menyangka apa yang perempuan itu pikirkan dalam waktu seperti ini.
          Acara makan siang dan kencan dengan gadisku selesai sudah. Aku melihat perempuan itu akan segera beranjak tapi ia masih sibuk mengutarakan perasaannya yang campur aduk ke teman yang sejak tadi mengerjakan tugas bersamanya. Teman laki-lakinya tadi entah kapan perginya. Aku sudah tak melihat teman laki-lakinya. Aku nyaris tersenyum melihat tingkahnya yang tak tentu sejak kehadiranku disini. Ah yaa perempuan itu berusaha terlihat tetap konsen dengna tugas dihadapannya. Aku melihatnya sekilas ketika aku akan pulang. Perempuan itu juga akan pulang sepertinya, mejanya sudah bersih.
          Di pintu keluar aku masih sempat mendengar pembicaraannya dengan temannya.
“itu loh.. “
“iya tapi sudah sama pacarnya, ngga apa-apa deh, mbaknya baik kok”
“tapi keliatannya enggak”
“mbaknya baik kok beneran, kalem lagi ngga kaya aku gini.mbaknya kakak kelasku pas SMA”
“oh gitu, yadeh, pukpuk yaa”
Jadi aku hanya akan membaca pikira perempuan itu sampai sini saja ? Ahh harusnya tidak begitu. Aku sempat kembali untuk mengambil barangku yang ketinggalan di dalam. Aku berbalik dan melihatnya berlalu begitu saja dengan temannya. Sepertinya perempuan itu cukup kecewa dengan statusku. Aku melihatnya tersenyum getir tadi. 
 
A's Journal Blogger Template by Ipietoon Blogger Template