Aku
menemui gadisku yang baru selesai kelas Teknik Sampling di depan kelasnya.
Gadisku tersenyum begitu manisnya mendapati aku ada di depan kelasnya. Siang
ini aku memang berencana mengajaknya pergi makan siang. Aku juga akan memintanya
membaca paper yang sejak kemarin kukerjakan. Ah yaa, dimana perempuan yang
mengalihkan pikiranku kemarin ya ? Aku belum melihatnya
hari ini. Biasanya tak
sulit menemukannya karena memang dia masih menjalani tahun pertama dan otomatis
banyak menghabiskan waktu di kampus untuk mengerjakan tugas. Aku menatap lagi
gadisku, bisa-bisanya aku memikirkan perempuan itu ketika gadisku ada disini.
Akhirnya
aku ada diatas bus umum dalam perjalanan ke salah satu restoran fast food dekat
kampus. Kali ini aku sengaja tak membawa motorku untuk mengajak gadisku ini
pergi makan siang. Ada ide yang tak biasa untuk mengajaknya pergi ke tempat
makan seperti hari ini. Gadisku nampak santai-santai saja. Cuaca hari ini cukup
bersahabat dan tak terlalu panas buat ukuran Kota Surabaya cenderung sejuk
malah. Gadisku tersenyum lagi menanggapi ideku yang tak biasa kali ini. Gadisku
ini merasa terlindungi denganku yang menutupi tubuhnya dari laki-laki berbadan
tambun disampingku. Ahh aku membaca pikiran gadisku.
Tak
berapa lama aku dan gadisku ini sampai di restoran fast food dekat kampus. Aku
membukakan pintu untuk gadisku, yah kebiasaan baru, sebelumnya buat gadisku
yang sebelumnya aku tak seperti ini. Aku dan gadisku sibuk memilih tempat dan
memutuskan untuk ke makan di lantai dua saja. Sayang kursi di lantai dua sudah
penuh dengan pengunjung. Akhirnya aku memutuskan untuk mengambil tempat duduk
yang sedikit menjorok ke dalam. Aku meletakkan tas yang kubawa dan menyadari
sesuatu, perempuan itu, perempuan yang kemarin mengalihkan perhatianku juga ada
disini. Perempuan itu duduk di seberangku tepat berhadapan denganku. Temannya
yang lebih dulu meyadari keberadaanku. Melihatku duduk agak jauh dihadapannya
perempuan itu tersenyum seolah ia akan melompat dari tempat duduknya. Hey,
memangnya apa arti kehadiranku disini buatnya ? Aku bersama gadisku, aku bahkan
tak mengenalnya. Tapi entah kenapa alam lagi-lagi berkonspirasi membuat
kejadian dimana aku dan perempuan itu bersama. Aku beranjak untuk memesan
makanan, lagi-lagi aku membaca pikirannya, yang ada dikepalanya abstrak.
Nampaknya perempuan itu sedang tak bisa berpikir apa-apa karena kehadiranku.
Cute silly~
Aku
kembali ke tempat dudukku dengan sebuah nampan berisi pesanan buatku dan
gadisku. Perempuan itu sedang sibuk mengerjakan tugasnya, teman laki-lakinya
yang sepertinya satu kelas dengannya ikut bergabung mengerjakan tugas
dengannya. Aku menikmati makanan yang kubawa sambil sesekali mengobrol dengan
gadisku yang duduk tepat dihadapanku. Sesekali aku membaca pikiran perempuan
itu.
‘ahh
kakak ini terlalu sederhana buat dilewatkan.pengen liat tapi ngga berani liat
matanya. Tapi kalo ngga liat aku penasaran. Duhh, selamat ya kak aku jadi ngga
konsen nugas disini’ katanya. Oh damn,
perempuan itu lucu sekali. Perempuan itu bahkan merasa aku mengganggu
konsentrasinya. Padahal aku tak melakukan hal apapun yang dianggap atraktif
didepannya. Perempuan itu bahkan tak tahu siapa namaku. Aku melihatnya
berkali-kali menarik napas panjang untuk melepas gugup yang tiba-tiba
menyerangnya. Sekali lagi perempuan itu memergokiku melihat kearahnya. Baiklah
aku tak sengaja melihat kearahnya.
Entah
berapa kali perempuan itu membicarakan kehadiranku dan gadisku ini disini. Aku
tak lagi memperhatikannya saat aku mengerjakan paper-ku bersama gadisku. Aku
juga mengubah posisi tempat dudukku menjadi tepat disamping gadisku. Kali ini
perempuan itu tak boleh terlalu banyak mengalihkan perhatianku. Membaca
pikirannya entah kenapa jadi menyenangkan sekaligus membuatku tak menyangka apa
yang perempuan itu pikirkan dalam waktu seperti ini.
Acara
makan siang dan kencan dengan gadisku selesai sudah. Aku melihat perempuan itu
akan segera beranjak tapi ia masih sibuk mengutarakan perasaannya yang campur
aduk ke teman yang sejak tadi mengerjakan tugas bersamanya. Teman laki-lakinya
tadi entah kapan perginya. Aku sudah tak melihat teman laki-lakinya. Aku nyaris
tersenyum melihat tingkahnya yang tak tentu sejak kehadiranku disini. Ah yaa
perempuan itu berusaha terlihat tetap konsen dengna tugas dihadapannya. Aku
melihatnya sekilas ketika aku akan pulang. Perempuan itu juga akan pulang
sepertinya, mejanya sudah bersih.
Di
pintu keluar aku masih sempat mendengar pembicaraannya dengan temannya.
“itu
loh.. “
“iya
tapi sudah sama pacarnya, ngga apa-apa deh, mbaknya baik kok”
“tapi
keliatannya enggak”
“mbaknya
baik kok beneran, kalem lagi ngga kaya aku gini.mbaknya kakak kelasku pas SMA”
“oh
gitu, yadeh, pukpuk yaa”
Jadi aku hanya akan membaca pikira
perempuan itu sampai sini saja ? Ahh harusnya tidak begitu. Aku sempat kembali
untuk mengambil barangku yang ketinggalan di dalam. Aku berbalik dan melihatnya
berlalu begitu saja dengan temannya. Sepertinya perempuan itu cukup kecewa
dengan statusku. Aku melihatnya tersenyum getir tadi.