Kamis, 02 Januari 2014

Cerita Sore Ini




Aku melihat dari sudut mataku ada yang tersenyum. Ah yaa, perempuan yang ku temui di masjid agung beberapa waktu yang lalu. Ternyata alam masih
berkonspirasi buatku ada dalam satu kejadian yang sama dengan perempuan itu. Aku melihtanya tersenyum simpul. Tak salah, dia menyukai sesuatu di sekitar sini. Ahaha aku tidak terlalu pecaya diri bahwa dia tersenyum simpul karena kehadiranku disini. Tapi sepertinya memang begitu. Harusnya kalian tahu bahwa aku sedikit banyak bisa membaca pikiran. Termasuk perempuan yang tak sengaja duduk disampingku. Baiklah mungkin ini terdengar sedikit menyakitkan, gadisku juga ada di tempat yang sama bersamaku dan perempuan ini sekarang. Tapi aku sibuk mengalihkan perhatianku dari perempuan ini. Aku bersyukur gadisku tak menyadari bahwa perhatianku sedikit banyak teralihkan dari layar yang menampilkan paper yang sedang kukerjakan menjadi kehadiran perempuan itu.

Perempuan itu terlihat ringan dan amat senang ada disini. Entah kenapa tapi sepertinya itu juga karena kehadiranku. Baiklah aku tak sengaja membaca pikirannya lagi. Ahh, harusnya aku tidak menyakiti gadisku. Entah gadisku ini tahu atau tidak. Sebaiknyaaku kembali pada paper yang sedang kukerjakan. Aku mulai tak memperhatikan kehadiran perempuan itu dan sesekali terlibat obrolan dengan gadisku serta sahabat-sahabatnya.
"ah yaa ini suasana tahun baru" kataku. Sahabat-sahabatnya sibuk mengomentari tahun baru ini, mereka bilang harusnya aku punya seseorang yang baru. Hey mereka bercanda apa ketika gadisku ada disini. Tapi gadisku sepertinya baik-baik saja, ia benar-benar menikmati cara sahabat-sahabatnya bercanda. Sepertinya juga gadisku tak perlu tahu jika mungkin suatu hari aku berpikir tentang hal itu tapi aku tau aku tidak akan melakukannya saat ini. Aku ingat aku membutuhkan sesuatu yang ada dalam tasku. Aku mengambil yang kubutuhkan dan tak sengaja melirik perempuan iut. Perempuan itu sedang sibuk mengobrol dengan temannya, dia sama sekali tak menyadari bahwa aku mengamatinya. Dia sesekali tersenyum menanggapi perkataan temannya. Tiba-tiba perempuan itu melihat kearahku, refleks aku mengalihkan tatapanku dari perempuan itu. Aku lagi-lagi tak sengaja membaca pikirannya. Tak salah, dia menangkap basah apa yang sudah kulakukan, aku  pura-pura larut dalam paper yang sedang kukerjakan. Ahh bisa-bisanya perempuan ini mengalihkan perhatianku. Aku melihatnya lagi lewat sudut mataku. Dia tersenyum lalu beranjak, dan yaa sepertinya perasaannya harus kandas sampai disini. Firasatnya benar jika aku sudah tak sendiri.
 
A's Journal Blogger Template by Ipietoon Blogger Template