Aku
melihat dari sudut mataku ada yang tersenyum. Ah yaa, perempuan yang ku temui
di masjid agung beberapa waktu yang lalu. Ternyata alam masih
berkonspirasi buatku
ada dalam satu kejadian yang sama dengan perempuan itu. Aku melihtanya tersenyum
simpul. Tak salah, dia menyukai sesuatu di sekitar sini. Ahaha aku tidak terlalu
pecaya diri bahwa dia tersenyum simpul karena kehadiranku disini. Tapi sepertinya
memang begitu. Harusnya kalian tahu bahwa aku sedikit banyak bisa membaca
pikiran. Termasuk perempuan yang tak sengaja duduk disampingku. Baiklah mungkin
ini terdengar sedikit menyakitkan, gadisku juga ada di tempat yang sama
bersamaku dan perempuan ini sekarang. Tapi aku sibuk mengalihkan perhatianku
dari perempuan ini. Aku bersyukur gadisku tak menyadari bahwa perhatianku
sedikit banyak teralihkan dari layar yang menampilkan paper yang sedang
kukerjakan menjadi kehadiran perempuan itu.
Perempuan
itu terlihat ringan dan amat senang ada disini. Entah kenapa tapi sepertinya
itu juga karena kehadiranku. Baiklah aku tak sengaja membaca pikirannya lagi.
Ahh, harusnya aku tidak menyakiti gadisku. Entah gadisku ini tahu atau tidak.
Sebaiknyaaku kembali pada paper yang sedang kukerjakan. Aku mulai tak
memperhatikan kehadiran perempuan itu dan sesekali terlibat obrolan dengan gadisku
serta sahabat-sahabatnya.
"ah
yaa ini suasana tahun baru" kataku. Sahabat-sahabatnya sibuk mengomentari tahun
baru ini, mereka bilang harusnya aku punya seseorang yang baru. Hey mereka
bercanda apa ketika gadisku ada disini. Tapi gadisku sepertinya baik-baik saja,
ia benar-benar menikmati cara sahabat-sahabatnya bercanda. Sepertinya juga
gadisku tak perlu tahu jika mungkin suatu hari aku berpikir tentang hal itu
tapi aku tau aku tidak akan melakukannya saat ini. Aku ingat aku membutuhkan
sesuatu yang ada dalam tasku. Aku mengambil yang kubutuhkan dan tak sengaja
melirik perempuan iut. Perempuan itu sedang sibuk mengobrol dengan temannya,
dia sama sekali tak menyadari bahwa aku mengamatinya. Dia sesekali tersenyum
menanggapi perkataan temannya. Tiba-tiba perempuan itu melihat kearahku,
refleks aku mengalihkan tatapanku dari perempuan itu. Aku lagi-lagi tak sengaja
membaca pikirannya. Tak salah, dia menangkap basah apa yang sudah kulakukan, aku pura-pura larut dalam paper yang sedang
kukerjakan. Ahh bisa-bisanya perempuan ini mengalihkan perhatianku. Aku
melihatnya lagi lewat sudut mataku. Dia tersenyum lalu beranjak, dan yaa sepertinya
perasaannya harus kandas sampai disini. Firasatnya benar jika aku sudah tak
sendiri.