Dulu banget, aku pernah denger ada seorang temen yang pengen mengakhiri hidup
karena suatu masalah yang dia pikir ngga bisa dia selesaikan. Dulu, aku mikirnya itu konyol banget.
Kenapa kita harus mengakhiri hidup hanya karena satu masalah ?
Padahal dunia masih indah, masih banyak bagian dunia yang belum kita liat.
Masih, masih banyak hal yang belum kita tau dari dunia.
Dulu, aku mikirnya itu pemikiran yang palng sempit. Mati hanya untuk satu masalah.
Iya, konyol dan sia-sia banget. Kenapa harus gitu ?
Kenapa lebih memilih mati daripada menyelesaikan masalah itu ?
Semuanya tau, tiap masalah itu ada penyelesaiannya.
Kalo mati dianggap sebagai sebuah penyelesaian, kenapa harus dipilih ?
Semuanya tau, dalam satu masalah ada banyak penyelesaian, banyak sudut pandang.
Jujur, aku pernah punya pemikiran kayak gitu. Kenapa ?
Ketika banyak hal yang menumpuk. Banyak yang tak mampu diungkapkan begitu saja. Dan saat itu pula banyak hal yang mendesak dan memaksa itu semua untuk disimpa. Untuk dipendam saja. Pada saat yang sama, diantara waktu yang terbatas dan tak ada waktu luang dirasa. Tanpa kawan bertukar rasa. Tanpa kemampuan bercerita. Lalu harus bagaimana ?
Ketika merasa sakit dan tak mampu menemukan obat yang tepat. Ketika ruang dan waktu terasa semakin sempit dan mendesak. Saat sepertinya tak lagi ada kata yang mampu mengungkapa cerita itu. Cerita yang terlalu dalam disimpan. Cerita yang terlalu jauh dipendam. Disaat itu pula rasa lelah mulai menguasai. Tanpa ampun menghabisakan ruang yang ada. Seketika itu keinginan untuk pergi menguat. Kemampuan menyusun rencana menghilang dan tak kembali semakin meraja keberadaannya. Yang terucap, "aku ingin pergi .. "
Yang terdalam mengucap keinginan. Sisi gelap seorang manusia menyeruak. Seketika itu pula sisi terang diuji, diminta memutuskan. Bagaimana seharusnya. Apa yang akan dilakukan selanjutnya. Bagaimana ..
Seorang manusia diberi akal untuk memutuskan banyak hal. Seorang manusia diciptakan lebih sempurna untuk bisa leluasa memilih apa yang akan dia lakukan. Seorang manusia harusnya lebih mampu meraup sisi terangnya. Mengendalikan sisi gelapnya agar tak meraja. Bagaimanapun. Manusia diciptakan agar lebih bijaksana menilai dan memimpin hidup. Agar manusia bisa lebih memaknai apa yang telah tuhan gariskan dalam hidupnya.
*dedicated to :
semua orang yang ngerasa sumpek sama hidupnya, jangan memilih mati untuk menyelesaikan masalah. pikirin orang-orang yang sayang sama kalian. pikirin betapa sedihnya mereka kalo sampe kehilangan orang sebaik dan seberharga kalian. di dunia ini, semua orang sayang sama kalian, termasuk aku meskipun aku ngga kenal kalian :)