Kepadamu
yang menarik hatiku sejak hari itu
Aku tak pernah menyangka akan menjalani hari-hari
yang seperti ini. Terjebak dalam satu pusaran perasaan yang aku sendiri tak
tahu apa namanya. Aku sama sekali tak menamakannya sebuah permainan. Tapi ini
menyenangkan. Aku juga tak menyebutnya sebagai kebohongan, hanya saja kadang
aku merasa sakit. Tak rasional, hal yang membuatku bahagia dan sakit adalah hal
yang sama. Satu subjek yang kusebut namanya dalam setiap doa, kamu.
Entah kapan tepatnya aku jatuh dan terbawa arus. Aku
hanya tahu bahwa semakin hari aku semakin jauh dari tepi. Aku melihat sebuah
pusaran besar kemudian. Aku tak melihat pusara itu sebagai pusaran yang
berbahaya, aku menjemputnya. Tanpa ragu mendekati pusara itu. berputar-putar,
tak menjauh tapi juga tak mendekat.
Aku yang menatapmu dari jauh