Kepadamu
yang membuatku menahan nafas ketika mendengar sebuah nama
Aku masih berputar di pusaran itu. Tak
menjauh juga tak mendekat. Entah sampai
kapan pusaran itu menahanku dan bukannya menarikku untuk masuk ke dalamnya. Aku
tak pernah tahu apa yang ada dalam pusaran itu. Aku hanya berputar-putar di
sekitarnya. Gemericik air bahkan tak mampu membawaku masuk ke dalam pusaran
itu. Tiupan angin juga tak bergeming dengan kehadiranku.
Aku menatap sebuah nama. Nama yang
sama sejak hari itu. Aku menatap satu subjek yang sama sejak hari itu. Aku berputar
mengelilingi hal yang sama sejak hari itu. Aku tak menjauh juga tak mendekat.
Aku hanya menatapnya dari jauh. Aku menahan nafas mendengar namnya disebut. Aku
hanya berdiri jauh dari tempatnya. Sayangnya dia bukan hal yang bisa
kutinggalkan begitu saja. Aku hanya berputar disekelilingnya. Tak mampu menjauh
atau mendekat. Tak tahu harus apa dan bagaimana mengubah kedudukan.
Pusaran itu. Nama itu. Subjek itu,
kamu.
Aku
yang sejak lama melihatmu