Kepadamu
yang menjadikanku peka atas semua hal tentangmu
Aku semakin mendekati pusaran itu. Menatapnya lebih seksama. Melihat apa yang ada disekitarnya, menyimpannya
dalam ingatan. Menjadikannya pasokan jika nanti aku kehabisan bekal. Menyerap
sebanyak-banyaknya sebelum aku tak mampu lalu menumpahkannya sia-sia. Aku ada
selangkah lebih dekat.
Selangkah lebih dekatku bernama
senyumanmu. Selangkah lebih dekatku berkata ucapanmu. Selangkah lebih dekatku
bernama bersamamu. Konspirasi alam kali ini membawaku selangkah dihadapanmu.
Aku menyimpan senyumanmu yang kuyakini sebagai obat gangguan rindu. Aku
menyimpan tawamu sebagai penjaga tidurku. Aku menyimpan setiap kalimatmu
sebagai pengantar tidurku. Aku menyimpan hari ini sebagai bagian dari hidupku.
Aku masih ada di pusaran yang sama.
dalam nyanyian angin yang seksama. Diantara gemericik air yang tak jauh
berbeda. Dalam pusaran itu, kamu.
Aku
yang menyimpan senyumanmu