Selasa, 04 Februari 2014

To :


Kepadamu secangkir cokelat panas di hari hujan
            Rintik hujan diluar menghabiskan niatku untuk beranjak. Menyisakan bau tanah basah yang kugemari sejak lama. Menggabungkan wangi rerumputan terinjak katak. Rintik hujan diluar menyisakan dingin yang menggigit. Hujan diluar menyisakan basah di semua permukaan.
            Menatap hujan meresonansikan kenangan yang ada di kepalaku. Secangkir cokelat panas melintas di depan secangkir espresso yang hanya tahu kehangatan. Tanpa mengerti ada sensasi lain yang bisa dikecap sang perasa. Secangkir cokelat panas yang dikelilingi cangkir-cangkir lain. Secangkir cokelat panas yang menarik perhatian espresso yang duduk sendirian. Secangkir cokelat panas yang mampu membuat espresso tak berkedip menatapnya.
            Secangkir espresso itu masih disana sampai secangkir cokelat panas itu beranjak. Secangkir espresso itu masih disana. Terjebak dalam kehangatan secangkir cokelat panas.
Aku, espresso di meja sebelah

 
A's Journal Blogger Template by Ipietoon Blogger Template