Kepadamu
secangkir cokelat panas di hari hujan
Rintik hujan diluar menghabiskan
niatku untuk beranjak. Menyisakan bau tanah basah yang kugemari sejak lama.
Menggabungkan wangi rerumputan terinjak katak. Rintik hujan diluar menyisakan
dingin yang menggigit. Hujan diluar menyisakan basah di semua permukaan.
Menatap hujan meresonansikan
kenangan yang ada di kepalaku. Secangkir cokelat panas melintas di depan
secangkir espresso yang hanya tahu kehangatan. Tanpa mengerti ada sensasi lain
yang bisa dikecap sang perasa. Secangkir cokelat panas yang dikelilingi
cangkir-cangkir lain. Secangkir cokelat panas yang menarik perhatian espresso
yang duduk sendirian. Secangkir cokelat panas yang mampu membuat espresso tak
berkedip menatapnya.
Secangkir espresso itu masih disana
sampai secangkir cokelat panas itu beranjak. Secangkir espresso itu masih
disana. Terjebak dalam kehangatan secangkir cokelat panas.
Aku,
espresso di meja sebelah