Selasa, 11 Februari 2014

To :


Kepadamu muara dari segala rindu
Rintik rindu menjadi aliran bak air bah. Tanahku tak lagi sepi nan gundah. Tanahku riuh dengan air bah kerinduan. Tetesan rindu menggenang membasahi langkah. Menghantarkan setiap jengkal perasaan yang terjejak di tanah. Rintik rinduku takkan menghapus jejak perasaan ini. Rintik rinduku hanya mempertebal jejaknya. Mencoba meyakinkan seseorang yang sedang menapaki jejak-jejak itu.
Rintik rinduku membawaku pulang. Menjadikan harapan dari setiap kalimat untuk keluar dari segaris bibirmu itu. Aku merindukanmu. Aku berharap alam mau berkonspirasi denganku sekali ini saja untuk menjadikan aku dan kamu dalam ruang dan waktu yang sama.
Kepadamu hulu atas segala rindu, aku ingin bertemu. Aku ingin menyapamu. Menatap lagi senyum yang biasa kau tanggalkan di wajahmu. Aku ingin bertemu. Ada yang ingin ku sampaikan. Ada gelombang perasaan yang menuntut sebuah pernyataan. Aku merindukanmu. Aku ingin bertemu.   
Aku, rintik rindu yang mencari muaranya.

 
A's Journal Blogger Template by Ipietoon Blogger Template