Kepadamu
rangkaian nada-nada yang menemaniku setiap pagi
Entah kenapa simfoni di pagi hari ini
tak seperti simfoni yang biasanya kudengarkan. Membawaku lebih hanyut ke dalam
tinggi rendahnya nada. Menenggelamkanku dalam naik turunnya frekuensi. Aku pun
menyadari, ini simfonimu, bukan simfoniku yang biasanya.
Pagi ini ada tatapan yang tak
biasanya. Ada dua pasang bola mata yang saling bercerita tanpa kata-kata. Ada
dua pasang bola mata yang menyapa tanpa suara. Ada dua pasang bola mata yang
saling bertanya. Ada sepasang bola mata yang berharap untuk bisa bernyanyi
simfoni yang sama setiap waktunya.
Simfoni pagi, sepasang bola mata
coklat, kamu.
Aku,
sepasang bola mata yang berharap menyanyikan simfoni pagi