Sabtu, 08 Februari 2014

To :


Kepadamu yang memainkan senar-senar terikat yang menyanyikan sebuah nada, kata orang aku bisa saja menangis jika mendengar senar-senar itu dimainkan hanya buatku. Kata orang aku akan sangat terharu jika ada yang memainkannya buatku. Aku akan merasa sangat beruntung. Kata orang aku akan ..
                Kepadamu yang memainkan senar-senar itu di pojok ruangan hanya berdua, orang bilang apa yang kau mainkan sangatlah istimewa. Bagiku itu lebih dari sekedar istimewa. Tapi maaf aku tak memberikan apresiasi yang tepat buat permainanmu itu. hari ini, mendengar apa yang kau mainkan aku justru menangis. Bukan, sama sekali bukan karena permainanmu tak menyenangkan. Itu justru sangat menyenangkan, menenangkan bahkan. Aku senang hanya dengan mengingatnya.
                Kepadamu yang memainkan rentetan nada yang sama di tempat yang berbeda. Hanya berdua. Terimakasih. Aku menangis lagi. Tanpa alasan. Tanpa sebab. Tidak, tentu saja bukan karena apa yang kau mainkan menyedihkan, buatku itu terlalu berharga buat dilewatkan begitu saja.
                Aku tahu meski itu bukan untukku aku tetap saja menangis. Hanya saja, perasaan yang tersimpan ini serta rentetan nadamu itu cukup membuat semuanya memaksa keluar. Hanya saja aku tak bisa mengeluarkan semuanya. Hanya saja aku bukan seorang penyimpan rahasia yang baik. Hanya saja aku jatuh kepadamu yang memainkan rentetan nada itu disana tanpa kutahu untuk siapa.
Aku yang merindukan rentetan nadamu
 
A's Journal Blogger Template by Ipietoon Blogger Template