Kepadamu yang memainkan senar-senar terikat yang
menyanyikan sebuah nada, kata orang aku bisa saja menangis jika mendengar
senar-senar itu dimainkan hanya buatku. Kata orang aku akan sangat terharu jika
ada yang memainkannya buatku. Aku akan merasa sangat beruntung. Kata orang aku
akan ..
Kepadamu yang memainkan
senar-senar itu di pojok ruangan hanya berdua, orang bilang apa yang kau
mainkan sangatlah istimewa. Bagiku itu lebih dari sekedar istimewa. Tapi maaf
aku tak memberikan apresiasi yang tepat buat permainanmu itu. hari ini,
mendengar apa yang kau mainkan aku justru menangis. Bukan, sama sekali bukan
karena permainanmu tak menyenangkan. Itu justru sangat menyenangkan,
menenangkan bahkan. Aku senang hanya dengan mengingatnya.
Kepadamu yang memainkan rentetan
nada yang sama di tempat yang berbeda. Hanya berdua. Terimakasih. Aku menangis
lagi. Tanpa alasan. Tanpa sebab. Tidak, tentu saja bukan karena apa yang kau
mainkan menyedihkan, buatku itu terlalu berharga buat dilewatkan begitu saja.
Aku tahu meski itu bukan untukku
aku tetap saja menangis. Hanya saja, perasaan yang tersimpan ini serta rentetan
nadamu itu cukup membuat semuanya memaksa keluar. Hanya saja aku tak bisa
mengeluarkan semuanya. Hanya saja aku bukan seorang penyimpan rahasia yang
baik. Hanya saja aku jatuh kepadamu yang memainkan rentetan nada itu disana
tanpa kutahu untuk siapa.
Aku
yang merindukan rentetan nadamu