Selasa, 18 Maret 2014

Kriiiing Kriiiing Selamat pagi, ada surat mas !


Kepadamu yang belakangan ini memperpendek kedudukan menurutku

Ini bukan kali pertama aku duduk di belakangmu. Ada diboncengan motor sepulang kuliah umum bersama. Ini juga bukan kali pertama kamu mengajakku pulang ke asalmu. Kamu pernah mengajakku waktu itu, ketika aku belum sadar benar dengan apa yang kamu katakan. Aku hanya diam karena suasana hati yang belum bisa ku kendalikan waktu itu. Tapi aku ingat benar apa yang kamu katakan 'ikut aku ke Mataram yok dhe, ngga usah khawatir makan sama tidurnya deh. Kamu nyiapin ongkos pulang pergi aja'. Katamu santai. Aku diam saja waktu itu. Hanya sahabatku yang antusias menanggapi ucapanmu waktu itu. Ia justru minta diantar main ke Lombok. Aku ? Masih sibuk dengan suasana hati yang menyerang tiba-tiba.
Aku baru menyadari ajakanmu saat aku sampai dirumah. Pikirku, apa yang akan kulakukan jika aku ikut denganmu. Sepertinya aku terlalu menganggap serius ajakanmu. Tapi kenyataannya kamu pun serius mengajakku kesana. Karena ceritaku yang rindu pantai. Karena keinginanku mengunjungi tempat yang belum pernah ku kunjungi. Karena rasa penasaranku akan hamparan pasir pantai yang masih bersih serta biru yang luas disana.
“ikut aku ke Mataram yok dhe ntar pas liburan semester?” aku masih belum genap benar dengan rasa kantuk yang bergelayut. Entah kenapa aku menanggapinya terbuka. Aku juga ingin kesana. Tapi bukan liburan yang akan datang. Aku juga akan datang kesana. Kalimatmu tak berbeda seperti ketika kamu mengajakku pertama kali. Kamu lebih banyak bercerita kali ini. Tentang Pantai Kutha yang ada di Lombok, bukan Dewata. Jawaban atas pertanyaan kemana kamu akan membawaku saat aku disana yang bisa terdengar sebagai barisan sajak-sajak manis. Kamu bilang kemana saja yang ku mau. Aku tak perlu ke Dewata, kamu bilang akan membawakan Dewata buatku. Sungguh ? Bagaimana jika aku benar-benar meminta Dewata ? Ah, aku hanya bercanda. Aku sedang tidak ingin banyak meminta.
Kamu tau, apa yang membuatku terlelap satu setengah jam selepas ayam berkokok pada pukul satu dini hari ? Sejujurnya aku memikirkan pesanmu. Aku memang yang iseng menanyakan pendapatmu tentang bagaimana harusnya seorang perempuan berperasaan. Percakapan yang berakhir dengan cerita kuismu pagi itu. Aku memang terbiasa melakukan apapun yang ku mau. Termasuk memberikan perhatian dan memberi semangat. Sepele menurutku, tapi aku ketagihan melakukannya. Apalagi kepadamu. Jawabanmu atas pernyataanku sedikit banyak membuatku terkejut. Mungkin itu juga yang membuatku sulit terlelap. Termasuk sederet pikiran yang tak bisa ku ceritakan.
Katamu aku sebaiknya minum susu sebelum tidur biar aku lekas terlelap. Atau mencium bau keringatmu. Ahh, hal apalagi yang coba kamu katakan kepadaku. Bagiku ini terlalu lucu. Tapi kamu bahkan menceritakan aroma kamarmu yang membuat banyak orang betah dan lekas menjelang mimpi mereka di kamarmu. Aku tak harus kesana jika aku terlelap. Aku juga tidak berpikir melakukan hal itu. Kamu bercanda. Aku sebaiknya minum susu cokelat hangat sebelum tidur. Itu saja. Jangan terlalu memikirkan banyak hal, atau mungkin aku bisa membaginya denganmu.
Tadi pagi aku bertanya pada sahabatku, apa aku adalah seseorang yang perhatian atau cuek. Penampilanku cuek tapi sebenarnya aku memperhatikan dengan amat sangat. Begitu katanya. Aku percaya saja. Kemudian aku ingat pesanmu semalam. Ingat rasa kantukku yang belum hilang meski aku terbangun pukul delapan pagi dengan jadwal kuliah pukul sembilan tepat. Aku ingat bagaimana kamu mengapresiasi bentuk perhatian ku. Aku menyadari satu hal. Aku banyak memperhatikan orang lain tanpa apresiasi sebanyak yang kuberikan. Aku merasa baik-baik saja dengan hal itu hingga aku terkejut saat membaca pesanmu semalam. Tak apa, aku hanya akan tersenyum membacanya.
Oiya, sepertinya surat ini akan panjang dan membosankan. Aku akan mengakhirinya segera. Terakhir, aku masih dihampiri pertanyaan yang sama tentang aku dan kamu, bagaimana denganmu ? Aku masih tidak tau harus menjawab apa. Tak apa. Aku merasa baik-baik saja. Aku bahkan mulai menyukai jalan cerita ini.
Baiklah, selamat malam. Aku akan tidur lebih awal malam ini. Selamat beristirahat. Semoga cerita ini menyenangkan.
 
A's Journal Blogger Template by Ipietoon Blogger Template