Selasa, 25 Maret 2014

Kriiiing kriiiing Selamat pagi, ada surat mas !


Selamat malam kamu yang sampai saat ini masih mempertahankan kedudukan disampingku
baru kali ini aku merasa benar-benar diperhatikan. Menurutku aku bukan seseorang yang dengan mudah mengungkapkan perasaan. Aku cenderung cuek dan menyimpannya sendiri. Semoga saja kamu tidak begitu. Entah sudah berapa malam aku tak menulis surat buatmu. Sepertinya terasa sangat lama meski kenyataannya tidak begitu. Kamu tahu aku dan kamu punya kesibukan yang tak jauh berbeda. Aku sendiri punya beberapa hal yang harus ku pikirkan sendiri.
Kamu tahu malam ini harusnya aku belajar buat kuis besok sore. Tapi aku bosan setengah mati. Aku jadi berpikir, bagaimana bisa nilaiku A jika jam belajarku lebih sedikit daripada waktuku menulis surat buatmu. Kamu bahkan sempat minta maaf karena sudah mengajakku berbicara ketika aku sedang belajar seperti ini. Aku tak apa. Jujur aku bahagia. Aku menunggu kebiasaan-kebiasaan kecil seperti itu. Membicarakan apa yang akan kamu lakukan besok atau apa yang akan aku lakukan besok. Mungkin sekedar membahas materi kuliah. Mungkin hanya sekedar mencari bahan pembicaraan.
Aku hendak menceritakan apa yang terjadi belakangan. Tapi sepertnya terlalu panjang. Tetap saja aku ingin menceritakannya. Ah yaa, bagian terbaik yang ku tunggu selama ini. Pergi berdua saja. Sayangnya batal. Aku tidak tahu apa yang akan kamu dan aku lakukan jika aku dan kamu jadi pergi berdua. Sayangnya batal karena suatu hal. Kamu bilang itu salah kita. Tak apa. Mungkin lain kali bisa pergi berdua.
Selalu saja, setiap ada kesempatan mendekat kamu akan mendekat. Aku tak masalah dengan hal itu. Toh aku dan kamu sama-sama emnikmatinya. Sekedar membicarakan hal-hal remeh di senja yang semakin surut. Melihatmu bermain-main dengan kucing di belakang stadion. Atau mungkin mencium bau parfum yang kamu semprotkan ke jaket yang kamu pakai. Sekedar duduk disebelahmu.
Harusnya aku dan kamu bisa sekedar main ke pasar Jum'at. Ikut-ikutan minum susu kaleng yang dibawa sewaktu Gerigi lalu. Kamu juga ingin kesana. Aku sudah disana. Tertawa dan sekedar mengenal orang-orang baru yang menyenangkan. Kamu sibuk belajar. Aku sibuk tertawa mengeluarkan penatnya isi kepala. Sampai senja yang dihabiskan bersama. Sampai pergi berdua yang berakhir dengan kalimat lain kali saja. Tentu saja, sebenarnya aku kecewa, aku hanya tak mengatakan apa-apa. Berakhir dengan menginput data di atas tempat tidur setelah sebelumnya mendapat jangan terlalu capek hari ini darimu. Aku hanya tersenyum meski rasanya seperti akan meledak.
Sabtu lalu ku habiskan di dalam kamar kos. Menghabiskan setumpuk kuesioner KPP untuk menjadi data. Kamu sibuk dengan acara jurusan yang absen kuikuti. Ahh terlalu banyak mengeluarkan darah ternyata membuatku jadi rapuh juga. Tak bisa sembarangan mengubah kedudukan. Tak bisa seenaknya pergi keluar. Terdengar lemah. Tapi ini baru satu dua kali ku alami. Sampai senja menyapa aku baru keluar kandang. Menyapa mentari yang sudah hendak surut lagi. Merasakan angin sisa hujan yang benar terasa basah di Surabaya. Malamnya bertemu denganmu. Di tribun GOR Pertamina, menonton pertandingan teman dan senior sendiri, sibuk jadi suporter elegan tanpa sederet botol kosong dan genderang untuk dipukul seperti kata Mas Fadhil. Sibuk didesak untuk berdiri disampingmu. Tak begitu memperhatikan jalannya pertandingan. Membicarakan hal sepele seperti biasa denganmu. Tertawa sendiri membaca chat whatsapp dari Jogja. Mendadak pindah posisi karena teriakan yang terlalu kencang.
Aku tertawa dalam hati. Kamu mengekori. Sempat menunggu karena kamu yang ikut rapat dadakan dengan orang penting. Berakhir dengan segelas es soda susu dan bubble yang hendak kamu minta.
Pagi ini masih ditanya tentang bagaimana aku dan kamu. Aku masih tersenyum menjawabnya. Sedikit menunggu keputusanmu ke depannya.
Terimakasih masih menjaga kedudukanmu terhadapku. Terimakasih masih sengaja mengirimiku chat whatsapp atau sekedar meretweet. Selamat malam, selamat belajar. Doakan kuisku sukses besok sore. Ah yaa, sampai bertemu lagi.
 
A's Journal Blogger Template by Ipietoon Blogger Template