Selasa, 25 Maret 2014

Kriiiing kriiiing Selamat pagi, ada surat mas !


Kepadamu yang membawaku kembali ke sebuah tempat hampir setiap Senin
Terimakasih sudah memperbolehkan aku duduk diboncenganmu dan membicarakan hal tak tentu denganmu setiap Senin. Entah ini sudah Senin keberapa aku duduk diboncenganmu hanya untuk kembali ke sebuah tempat bernama jurusan. Mengikuti kelas terakhir dalam urutan jadwalku setiap Senin. Jadwal yang sama denganmu. Kelas kalkulus II. Di sebuah ruangan yang dipisahkan sebuah ruang lain denganmu.
Seperti Senin-senin yang lain. Aku dan kamu membicarakan hal tak tentu yang diawali dengan tugas dan kelas apa yang akan aku atau kamu ikuti. Atau sekedar mengajak mengerjakan tugas KWN yang sejak kemarin berakhir sebagai wacana saja. Tak apa, waktu tenggang yang diberi dosen masih cukup lama. Awalnya memang aku yang tak mau mengikuti deadline sebagai acuanku mengerjakan sesuatu. Tapi mungkin jika tugas itu selesai, aku tak lagi punya bahan pembicaraan denganmu. Ahh tidak, aku hanya bercanda.
Kamu menyinggung kotaku lagi, buat yang kedua kali. Aku hendak pulang memang. Memanfaatkan jatah libur. Kuliah empat hari benar-benar menyenangkan. Aku akan mengisi ulang baterai hidupku dulu. Kamu bilang hendak ikut. Memangnya apa yang akan kamu lakukan jika kamu ikut pulang ke kotaku ? Tak ada apa-apa disana. Kamu juga bilang akan ke kota sebelah. Mungkin aku akan memilih kota sebelah juga. Hanya dengan lokasi berbeda jika aku berpikir yang lain.
Malam yang lalu aku sempat tahu bahwa kamu punya pembicaraan dengan temanmu. Teman perempuan yang merantau ke kotaku. Aku tak sengaja tahu. Siang ini kamu bilang hendak ke kotaku. Mengunjungi temanmu itu. Aku hanya bertanya bagaimana keputusanmu. Kamu masih bimbang hendak menghabiskan liburmu kemana.
Ah yaa weekend lalu kamu sibuk mengikuti kegiatan himpunan yang absen kuikuti selama sehari. Pertandingan futsal yang kamu dan aku tonton bersama jadi sebuah media bagimu membujukku buat datang di hari kedua, sesuai niatku sebelumnya. Aku datang akhirnya. Dengan senyum yang tak begitu dipaksakan. Aku malah senang. Ada banyak hal yang menggoyahkan disana. Entah mana yang akan kucoba nantinya. Mendalami ilmuku sekaligus berorganisasi dalam Pst atau belajar berorganisasi dan memenuhi panggilan hati bersama departemen Sosmas himpunan. Kamu pilih yang mana ?
Jujur aku justru senang tak selalu denganmu. Melakukan terlalu banyak hal denganmu mungkin tak akan melulu baik-baik saja. Aku sadar, memiliki kedudukan sedekat ini denganmu tak berarti menjadi pusat segala hal. Aku bahagia dengan tatapan-tatapan kecil yang kamu berikan di sela-sela waktumu. Atau kamu yang sekedar menyapaku di antara kesibukanmu. Dan kamu yang mempertahankan kedudukanmu di dekatku. Itu.
Entah apa yang akan terjadi ke depannya aku tidak tahu. Aku belajar menjalaninya dengan santai. Sebisa mungkin menikmatinya. Dan diantara pertandingan futsal itu kamu sempat membicarakan rambutmu yang sudah mulai panjang. Kamu juga minta pendapatku sebaiknya dipotong seperti apa. Candamu dipotong dengan bentuk namaku. Aku refleks mengatakan tidak. Aku tidak ingin membebani apa yang akan kamu dan aku jalani ke depannya. Hari ini aku melihat rambutmu sudah lebih pendek dari kemarin. Sebenarnya aku lebih suka rambutmu yang sedikit panjang itu. Entah kenapa.
Malam ini kamu belum mengirimkan satu dua kata buatku. Sekedar memanggil namaku mungkin. Kebiasaan menerimanya membuatku sedikit banyak mengharapkannya belakangan ini. Tapi aku akan mencoba mengerti. Kamu akan mengikuti sebuah kuis seperti yang kuikuti sore tadi. Kamu pasti sibuk belajar.
Sudahlah, selamat malam. Terimakasih banyak. Mungkin suatu hari kamu datang ke kotaku atau aku yang akan datang ke pantaimu. Semoga kuismu sukses esok hari. Selamat malam, hai hati !
 
A's Journal Blogger Template by Ipietoon Blogger Template