Selamat malam
kamu yang menyisakan aroma di lengan kiriku
Terimakasih untuk
tidak lelah mengajakku menyapa hal lain selain kamar kos yang lebih sering
panas diantara hujan atau sunyinya malam. Terimakasih untuk iseng mengajakku
mengeksekusi tugas KWN yang butuh ketelatenan. Aku cukup bahagia punya cerita
lain diantara hujan yang sudah-sudah. Aku senang dengan cerita hujan yang punya
nyanyian berbeda dari cerita hujan sebelah.
Entah sudah
ajakan yang keberapa untuk menghabiskan waktu bersama. Baru ini yang berhasil.
Lainnya hanya seperti angin lalu. Berlalu begitu saja meski aku masih
mengenangnya juga sampai hari ini. Ajakan lain yang ku tunggu dengan tak
sengaja setelah kencan gagal waktu itu. Mungkin ini aku yang berharap ini
adalah alibi untuk menghabiskan waktu bersama. Mungkin juga kamu yang mencari
kesempatan. Mungkin aku dan kamu sama-sama mencari kesempatan. Maaf karena
harus menerobos hujan dan ditahan hujan untuk waktu yang cukup lama. Terimakasih
dosen KWN yang repot-repot memberikan tugas untuk dihabiskan berdua secara
tidak sengaja dan terencana.
Pukul sepuluh
lewat dan aku masih dijalan. Kamu pun begitu. Belum memmberi kabar hendak
bagaimana. Sampai akhirnya selesai empat rakaat siang hari aku dan kamu
berangkat. Diantara hujan yang baru saja reda hendak turun lagi. Diantara jaket
basahmu dan aku yang tak memakai pelindung kepala. Sampai di tempat tujuan.
Cafe tempatku menghabiskan waktu sebelum kencan dinyatakan gagal. Bertemu teman
sekampus. Ditraktir segelas besar jus. Menghabiskan waktu secara terpisah
dengan teman yang ditemui di bangku depan tadi. Duduk berdampingan menghadapi
layar dan berkutat dengan undang-undang. Satu dua teguk jus apel yang melewati
tenggorokan berusaha mengusir gerah yang ada sehabis hujan.
Menyisakan aroma
parfum yang belakangan jadi favoritku di lengan baju sebelah kiri. Terimakasih
sudah mau menerobos hujan untuk tetap mengerjakan tugas bersama. Aku tersenyum
buat kencan terselubungnya. Terimakasih untuk tahu apa yang kubutuhkan. Ah yaa,
aku juga ingin bersandar di bahumu seperti kamu meletakkan kepala di bahuku.
Hanya saja aku malu. Selamat malam, selamat menempuh ujian dua hari ini. Semoga
semuanya lancar dan punya hasil yang baik.