Selamat
malam kamu yang hari ini sakit karena telat makan
Dalam
waktu-waktu seperti ini, keyboard notebook ku selalu minta dibelai dengan
lebih. Hasilnya aku menuliskan beberapa kalimat panjang buatmu. Entah kenapa
program pengolah kata yang berekstensi .odt ini selalu berhasil menggodaku di
sela-sela tugas yang ku kerjakan. Atau di sela-sela enam ratus lagu yang
kudengarkan lewat headphone hampir setiap malam.
Aku
pikir aku hanya perhatian pada orang-orang yang butuh diingatkan untuk makan.
Kenyataannya kamu sendiri perlu diingatkan agar tidak lagi menyepelekan jam
makan. Kegiatanmu di luar mungkin lebih banyak dari kegiatanku. Mungkin juga
lebih menyenangkan. Tapi perutmu juga punya kegiatan yang tidak dapat
dihentikan yang diberi nama pencernaan entah oleh siapa. Jangan telat makan
lain kali. Memasukkan makanan ke dalam kerongkongan bukan hal yang sulit untuk
dilakukan. Lagipula kamu tak perlu melakukan pengaturan apa-apa untuk mencerna
makanan di perutmu. Sudahlah, lekas sembuh. Terlalu banyak kegiatan
menyenangkan yang harus dilakukan jika kamu sakit. Bertemu aku misalnya. Ahh
sudah, aku hanya bercanda. Lekaslah sembuh.
Ah
yaa, terimakasih untuk mengajakku memanfaatkan waktu yang ada disela-sela rapat
koordinasi yang mendadak kuhindari. Menawarkan mengantarku ke gedung besar
tempatku bertemu penulis besar pagi itu. Menunjukkan jalan yang harus ku tempuh
jika nanti aku ingin pergi jalan-jalan ke tempat lain. Sekedar minum jus
alpukat kesukaanku di teras. Membicarakan banyak hal. Lompat dari satu topik ke
topik yang berbeda. Sekedar bercerita. Menakut-nakuti aku yang harus berangkat
jam lima pagi ke gedung besar berjalan kaki.
Aku
dijemput jam enam pagi. Mungkin kamu sudah tahu tanpa aku bercerita.
Berkeliling memastikan semua makanan baik-baik saja. Mencari seloyang brownies
di Minggu pagi yang mendung. Nyaris kabur ke pantai dan meninggalkan tugas yang
hampir usai. Membawa tiga buah piring hasil pinjaman buat potongan brownies
rasa oreo. Berteriak kesal karena brownies favorit terlewat begitu saja.
Menyisakan beberapa potong dan serpihan kecokelatan buat cacing-cacing
kelaparan. Memastikan semua baik-baik saja sampai memastikan semua perut terisi
tanpa terlewat. Menikmati banyak candaan dan tawa di satu hari yang sama. Bersama
orang baru yang sama sekali tak merasa asing satu sama lain. Saling terkagum
dengan kalimat yang dilempar satu sama lain. Ini menyenangkan untuk
ditinggalkan begitu saja. Jatuh cinta sederhana dengan maskot kuning yang
nampak seperti musuh power ranger di salah satu serinya. Aku juga diantar
pulang yang kemudian berpindah tempat ke sebuah tanah lapang untuk pembicaraan
yang lain lagi. Kali ini kamu ada di tempat itu.
Hari
itu memang sedikit mengejutkan. Tiba-tiba saja berjalan ke sebuah tempat yang
sejak lama ingin ku kunjungi. Hanya saja aku lebih banyak mengenang yang tidak
terkatakan ketimbang menikmati perjalanan kecil ini. Belakangan aku jadi mudah
lelah. Aku banyak mengingat sekaligus membangun ingatan akan apa yang sudah
terjadi hari itu. Kamu tak perlu mengkhawatirkan apa yang ku ingat. Mungkin
kamu sudah tahu apa yang kuingat tanpa aku banyak mengatakannya kepadamu. Aku
tak bisa banyak bercerita, entah kenapa, tapi sudah ada dua ribu tujuh ratus
sembilan puluh lebih karakter yang tercetak disini. Aku tak menyangka aku
secerewet ini tentangmu.
Hari
ini UTS KWN kulewati dengan bahagia dan ringan meski aku tak banyak belajar
semalam. Aku tak banyak menjawab juga tadi. Tapi kurasa cukup menjawab
pertanyaan yang tertulis di lembar soal. Hari ini sama seperti yang lalu. Kamu
mau aku mengatakan banyak hal yang kubutuhkan kepadamu. Aku hanya
mengiyakannya. Terimakasih banyak. Jaketmu sudah kukembalikan. Sudah kucuci.
Aku
akan mengakhirinya sebelum surat ini menjadi menyebalkan untuk dibaca karena
karakter yang tercetak sudah mulai menembus tiga ribu dua ratus karakter lebih.
Selamat malam. Ini salah satu permintaanmu untuk tulisan lain di blogku. Semoga
lekas sembuh, dan bilang saja jika menginginkanku untuk sekedar mengingatkanmu
tentang jam makan.