Selamat
pagi kamu ..
Surat ini mungkin tidak bercerita
bagaimana aku melewati hari denganmu. Seperti biasanya. Seperti yang
sudah-sudah. Sepertinya aku sedikit patah hati hari ini. Entah kenapa.
Sepertinya aku masih menginginkan sesuatu. Aku tidak benar-benar
menginginkannya. Hanya saja ku menyesali bagaimana aku melewatinya sendiri dan
menyimpannya dalam-dalam. Buat waktu yang tidak terlalu singkat pula menurutku.
Aku mengenang sesuatu yang belum kuselesaikan dengan baik. Perlahan kepingan
hatiku berjatuhan. Berubah menjadi partikel halus bak debu membentur lantai.
Aku bukan orang yang pandai mengungkapkan
perasaan. Aku juga tidak pandai menggambarkannya. Jika kubilang aku berubah
jadi seekpresif ini karenamu, apa kau akan percaya ? Kenyataannya memang seperti
itu. Aku belajar menuliskan apa yang terjadi buatmu. Biar kamu tahu apa yang
sudah terjadi. Apa yang kurasakan sebelumnya. Mengungkapkannya dengan caraku
sendiri. Bercerita apa yang aku dan kamu lalui dalam satu waktu yang sama.
Pagi ini aku tak sengaja membaca apa yang
seharusnya tak kubaca. Ada rangkaian kalimat yang membuatku pedih tapi jadi
candu. Membawa sedih yang menyelusup pelan lewat celah kecil berukuran mikro.
Aku patah hati meski hanya sedikit. Aku mencari sesuatu yang bisa membuat moodku
naik lagi. Kemudian melanjutkan surat ini.
Aku mungkin akan menceritakannnya kepadamu
suatu saat nanti. Selamat siang !