how's drama send me some words to explain. who's point of view I fall. not to deep..
Aku
menyukaimu sejak hari itu. Hari dimana aku melihatmu dari kejauhan.
Melangkahkan kaki perlahan-lahan tanpa arah mencapai lautan. Menjauh dari bibir
pantai. Di hari yang lain aku bertemu denganmu. Secara kebetulan. Kau yang
tiba-tiba saja masuk ke ruanganku. Dari sekian banyak ruangan serupa di gedung
ini. Aku tak percaya bahwa kebetulan ini sebuah takdir. Hanya saja aku amat
senang dapat bertemu lagi denganmu. Karena ku pikir aku takkan bertemu lagi
denganmu semenjak hari itu. Sejak kejadian kau melompat ke lautan tanpa
mengenakan apapun lalu tak sadarkan diri.
Aku
menyukaimu. Tentu saja sejak hari itu. Entah apa alasannya yang jelas aku
menyukaimu. Amat menyukaimu. Tapi kenyataan bahwa aku bukanlah satu-satunya
laki-laki yang mendiami kepalamu sedikit menyakitkan. Membuatku kecewa. Aku
bahkan tidak tahu harus berkata apa dihadapanmu.
Rasanya
ingin menghindar saja darimu. Padahal sebelunya kau dan aku cukup akarab.
Bahkan memnonton film bersama di apartemenku. Film yang kubuat dulu mendapat
pujian darimu. Aku senang sekali mendengarnya. Kau jujur sekali dihdapanku.
Harusnya hari itu kita pergi ke taman hiburan. Sayang sekali hari sedang hujan.
Aku
sangat ingin menghindar darimu suatu hari. Sayangnya hanya dengan menyebut
namaku satu kali, kau berhasil menghancurkan benteng pertahanan yang sudah
kubangun tinggi-tinggi. Bahkan mengajakku tertawa bersamamu.
Entah
sampai kapan aku akan amat menyukaimu, ingin menghindar dan kau akan menghancurkan
bentengku. Tapi saat ini aku bahagia bisa tertawa denganmu.
July 23th 2014