"Raaa"
panggilannya membuatku sadar bahwa ini sudah jam pulang kantornya. Jam lima tepat.
Aku yang
tengah membereskan dapur bergegas menyambutnya di depan. Ia yang yang tengah
melonggarkan dasinya sambil berjalan tersenyum menunjukkan lesung pipinya
padaku. Tangannya terentang menyambutku ke dalam pelukannya meski aku tengah
berantakan sehabis memasak untuk makan malam kami.
“How was your day?” tanyaku sembari mengiringinya menuju kamar kami.
“Good, more than good since I saw you” jawabnya. Aku tertawa kecil
karena jawabannya yang terdengar gombal. Belakangan ini ia sering gombal
memang. Entah kenapa.
“Okay then” kataku sembari membereskan kemeja kotornya sedang ia
masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
“I’ll wait you for dinner downstairs, okay?” kataku sebelum turun ke
dapur menyelesaikan pekerjaanku di dapur.
“Okay” katanya dari dalam kamar mandi.
Yasa turun dengan kaos putih dan celana training abu-abu
kesayangannya. Serta wangi Gucci Guilty Black-nya yang selalu jadi favoritku.
Ia menghampiriku di meja makan dan mencium keningku sebelum bergabung untuk
makan malam bersamaku. There’s always
kind of thought that pop up every dinner. Today’s nothing special except us
sitting together. Simply yet meaningful. Percakapan yang dibawa Yasa malam ini reuni
SMA kami. Undangannya datang satu minggu sebelum lebaran dan acaranya Sabtu ini
di sekolah kami.
“Raa, Alif minta aku main
direuni besok” mulainya setelah meneguk segelas air putih yang kusediakan
disamping piringnya.
“Oh ya? Terus gimana?”
tanyaku.
“Ya main lah” jawabnya
enteng.
“Hmm ntar pasti cewe-cewe
yang dulu suka ngejar-ngejar mas Yasa naksir lagi dong ya” godaku.
“Lah emang ada yang suka
ngejar-ngejar aku?”
“Dih pura-pura ngga tau,
ada fan club nya malahan”
“Bohong ah, mana ada yang
begitu. Kamu tuh adanya besok pas reuni pasti dikerubutin lagi kaya yang
udah-udah”
“Dikerubutin apa ih”
“Kamu pikir aku ngga tahu
kalo temen kamu kebanyakan cowo semua dan mereka sengaja deket-deket kamu
karena ngarep lebih”
“Well I don’t know that fact”
“Kamu di rumah aja ya
kalo gitu”
“Curang. Jangan main kalo
gitu”
“Ngga bisa dong Raa. Kan
Alif yang minta tolong, aku juga udah iyain”
“Kalo aku ngga ngijinin?”
“Kamu ngasih ijin lah
pasti”
“Kenapa bisa gitu?”
“Kan aku mainnya buat
kamu”
July, 10th 2017