Selasa, 11 Juli 2017

#SembariNungguJadwalSemhasSidang: Reuni


 
"Raaa" panggilannya membuatku sadar bahwa ini sudah jam pulang kantornya.  Jam lima tepat.
Aku yang tengah membereskan dapur bergegas menyambutnya di depan. Ia yang yang tengah melonggarkan dasinya sambil berjalan tersenyum menunjukkan lesung pipinya padaku. Tangannya terentang menyambutku ke dalam pelukannya meski aku tengah berantakan sehabis memasak untuk makan malam kami.
How was your day?” tanyaku sembari mengiringinya menuju kamar kami.
Good, more than good since I saw you” jawabnya. Aku tertawa kecil karena jawabannya yang terdengar gombal. Belakangan ini ia sering gombal memang. Entah kenapa.
Okay then” kataku sembari membereskan kemeja kotornya sedang ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. 
I’ll wait you for dinner downstairs, okay?” kataku sebelum turun ke dapur menyelesaikan pekerjaanku di dapur.
Okay” katanya dari dalam kamar mandi.
            Yasa turun dengan kaos putih dan celana training abu-abu kesayangannya. Serta wangi Gucci Guilty Black-nya yang selalu jadi favoritku. Ia menghampiriku di meja makan dan mencium keningku sebelum bergabung untuk makan malam bersamaku. There’s always kind of thought that pop up every dinner. Today’s nothing special except us sitting together. Simply yet meaningful.  Percakapan yang dibawa Yasa malam ini reuni SMA kami. Undangannya datang satu minggu sebelum lebaran dan acaranya Sabtu ini di sekolah kami.
“Raa, Alif minta aku main direuni besok” mulainya setelah meneguk segelas air putih yang kusediakan disamping piringnya.
“Oh ya? Terus gimana?” tanyaku.
“Ya main lah” jawabnya enteng.
“Hmm ntar pasti cewe-cewe yang dulu suka ngejar-ngejar mas Yasa naksir lagi dong ya” godaku.
“Lah emang ada yang suka ngejar-ngejar aku?”
“Dih pura-pura ngga tau, ada fan club nya malahan”
“Bohong ah, mana ada yang begitu. Kamu tuh adanya besok pas reuni pasti dikerubutin lagi kaya yang udah-udah”
“Dikerubutin apa ih”
“Kamu pikir aku ngga tahu kalo temen kamu kebanyakan cowo semua dan mereka sengaja deket-deket kamu karena ngarep lebih”
Well I don’t know that fact
“Kamu di rumah aja ya kalo gitu”
“Curang. Jangan main kalo gitu”
“Ngga bisa dong Raa. Kan Alif yang minta tolong, aku juga udah iyain”
“Kalo aku ngga ngijinin?”
“Kamu ngasih ijin lah pasti”
“Kenapa bisa gitu?”
“Kan aku mainnya buat kamu”



 July, 10th 2017


 
A's Journal Blogger Template by Ipietoon Blogger Template