March, 28th
2018
“Lo kangen ngga sama
gue?” tanya Rayhan tanpa basa-basi pada Kayla di seberang telepon.
“Kangen?” Bukannya
menjawab Kayla justru balik bertanya.
“Harusnya lo tuh
bilangnya ‘kangen’ bukannya ‘kangen?’’ ucap Rayhan yang ditingkahi kekehan
Kayla.
“Gue bingung apa yang
harus dikangenin dari lo, gue sama lo tuh minim interaksi” ujar Kayla diakhir
kekehannya. Rayhan kemudian berpikir. Mencari bahan lain agar obrolan yang
didambanya selama ini tidak berakhir begitu saja.
“Jadi gini jawaban cewe
yang kata anak-anak sekelas naksir gue” balas Rayhan.
Kayla
memerah malu di ujung telepon. Setengah lega karena Rayhan tak akan bisa
menatap ekspresinya kali ini. Setengah sebal juga karena laki-laki itu masih
mengingat hal paling konyol di hidupnya.
“Kok lo masih inget sih
Ray?” tanya Kayla.
“Lo juga sih Kay, gue
udah mau move on eh ngga ada angin
ngga ada hujan ngirimin paket. Gue kan baper Kay” jujurnya.
Kayla
diam-diam tersenyum. Tidak menyangka Rayhan memberikan respon semacam ini
setelah ia mengirimkan paket berisi makanan untuknya beberapa waktu lalu.
“By the way Kay, kalo apa yang dibilang anak-anak sekelas bener
waktu itu kok lo ngga pernah ngedeketin gue sih?” tanya Rayhan penasaran. Kayla
mendengus.
“Lo tuh superstar Ray, gue cuma penonton. Susah
buat gue nyusulin lo” jawab Kayla.
“Kalo gue superstar nih ya Kay, gue pasti bisa
nemuin lo diantara kerumunan penonton gue” balas Rayhan. Kayla tertawa kecil.
“Ada-ada aja lo ah” sahut
Kayla.
“Eh tapi gue rasa lo pernah
ngedeketin gue loh Kay. Inget waktu temen sekelas kita nyanyi lagunya Killing
Me Inside yang Forever?” kata Rayhan sewaktu ingat salah satu kejadian semasa
SMA-nya.
“Afla maksud lo?” Kayla
menyebutkan salah satu teman sekelasnya yang disebut Rayhan.
“Iya, kok lo tahu lagu
kesukaan gue sih?” tanya Rayhan.
“Gue ngga tahu ah Ray,
kebetulan aja si Afla tanya lagu bahasa inggris yang pendek ya itu aja yang gue
sebutin” jelas Kayla membuat Rayhan sedikit kecewa.
“Lo masih dengerin lagu
itu?” tanya Rayhan seolah tak kehilangan harapan.
“Kadang-kadang, playlist
gue sering berubah-ubah karena gue gampang bosen dan terdistraksi sama sesuatu”
jawab Kayla.
“Nyanyi dong Kay” pinta
Rayhan tiba-tiba.
“Random banget sih lo”
sahut Kayla dengan kekehannya.
“Udah sana cepet nyanyi
aja, gue kangen dengerin lagu favorit gue nih” pinta Rayhan lagi.
“Every step you take
every word you say and every game you play I’ll be watching you cause my love’s
for you forever” Kayla akhirnya menyanyikan bait yang sama dengan Afla beberapa
tahun di depan kelas. Rayhan tersenyum senang meski Kayla tidak dapat
melihatnya.
“Berarti perasaan lo forever juga buat gue?” goda Rayhan.
“Mana gue tahu, tapi
perasaan gue ngga berubah sih meski udah bertahun-tahun ngga ketemu lo”
jujurnya. Entah kenapa Kayla mudah sekali jujur malam ini.
“Bagus deh kalo gitu, gue
juga forever ke lo” balas Rayhan.
“Dih apaan sih Raay”
Kayla terkekeh dengan ucapan Rayhan barusan.
“Gue serius Kay, my love’s for you forever” kata Rayhan
serius.